Operasi Kepolisian Tekan Kriminalitas, Kasus Pidum di Sulsel Turun Sepanjang 2025

2 months ago 43
Operasi Kepolisian Tekan Kriminalitas, Kasus Pidum di Sulsel Turun Sepanjang 2025Konferensi pers akhir tahun Polda Sulsel. (Dok: Dwiki KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Penegakan hukum melalui berbagai operasi kepolisian menjadi salah satu instrumen utama Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dalam mengendalikan situasi keamanan sepanjang tahun 2025.

Sejumlah operasi terpusat dan kewilayahan digelar untuk menekan tindak pidana umum, narkotika, hingga kejahatan yang berdampak langsung pada ketertiban masyarakat.

Data tersebut disampaikan dalam konferensi pers akhir tahun yang digelar di Aula Mappaodang, Markas Polda Sulsel, Senin (29/12).

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro menyebut, sepanjang 2025 pihaknya melaksanakan operasi kepolisian berskala nasional maupun kewilayahan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum dan pengendalian kamtibmas.

“Operasi kepolisian kami laksanakan secara berjenjang dan berkelanjutan, baik operasi terpusat maupun kewilayahan,” kata Djuhandhani.

Operasi terpusat yang digelar sepanjang tahun antara lain Operasi Ketupat 2025 untuk pengamanan Idul Fitri serta Operasi Lilin 2025 dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru. Selain itu, Polda Sulsel juga menggelar sejumlah operasi kewilayahan yang menyasar langsung potensi gangguan keamanan.

Operasi kewilayahan tersebut meliputi Operasi Mantap Praja Pallawa, Operasi Keselamatan Pallawa, Operasi Pekat Lipu, Operasi Antik Lipu, serta Operasi Zebra 2025.

Operasi Pekat dan Antik Lipu difokuskan pada penindakan penyakit masyarakat dan peredaran narkotika, sementara Operasi Zebra dan Keselamatan Pallawa menyasar pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Menurut Kapolda, pelaksanaan operasi-operasi tersebut berkaitan langsung dengan tren penanganan perkara pidana di Sulawesi Selatan sepanjang 2025. Berdasarkan data Polda Sulsel, jumlah tindak pidana umum tercatat sebanyak 20.987 perkara, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 23.359 perkara.

Dari jumlah tersebut, aparat kepolisian menyelesaikan 18.306 perkara sepanjang 2025. Penurunan jumlah perkara ini disebut sebagai salah satu dampak dari kegiatan penegakan hukum yang dilakukan secara intensif.

Namun, tren berbeda terjadi pada penanganan tindak pidana khusus. Sepanjang 2025, Polda Sulsel mencatat 141 perkara tindak pidana khusus, meningkat dibandingkan 125 perkara pada tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 121 perkara berhasil diselesaikan.

Dalam penanganan tindak pidana khusus, aparat kepolisian juga mencatat penyelamatan kerugian keuangan negara sebesar Rp 74.948.254.000 sepanjang tahun 2025. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 2.595.000.000.

Selain itu, penegakan hukum di bidang narkotika menjadi salah satu fokus utama operasi kepolisian sepanjang 2025. Polda Sulsel mencatat pengungkapan 2.789 perkara narkotika, meningkat 213 perkara dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari ribuan perkara narkotika tersebut, sebanyak 2.150 perkara berhasil diselesaikan. Jumlah tersangka yang diamankan mencapai 4.235 orang, terdiri dari 3.976 laki-laki dan 259 perempuan. Data ini menunjukkan bahwa narkotika masih menjadi salah satu kejahatan dengan tingkat pengungkapan tertinggi di Sulawesi Selatan.

Djuhandhani menyebut, operasi-operasi kepolisian yang digelar sepanjang tahun akan terus dievaluasi menyesuaikan dengan dinamika kejahatan yang berkembang di masyarakat.

Berdasarkan data akhir tahun Polda Sulsel, sepanjang 2025 tercatat penurunan tindak pidana umum dari 23.359 perkara pada 2024 menjadi 20.987 perkara. Sementara itu, pengungkapan kasus narkotika meningkat menjadi 2.789 perkara, dengan 4.235 tersangka diamankan. Penanganan tindak pidana khusus juga mencatat penyelamatan keuangan negara sebesar Rp 74,9 miliar.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news