Antusiasme tinggi mewarnai gelaran Indonesias Horse Racing (IHR) Triple Crown Serie I & Pertiwi Cup 2026 di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, Bantul. Sebanyak 12.000 pengunjung memadati arena, menandai meningkatnya minat masyarakat terhadap sportainment pacuan kuda. / ist
BANTUL—Antusiasme tinggi mewarnai gelaran Indonesia’s Horse Racing (IHR) Triple Crown Serie I & Pertiwi Cup 2026 di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, Bantul. Sebanyak 12.000 pengunjung memadati arena, menandai meningkatnya minat masyarakat terhadap sportainment pacuan kuda.
Selain atmosfer yang ramai, ajang ini juga membuka awal perburuan gelar Triple Crown 2026 yang menjadi salah satu target bergengsi dalam dunia pacuan kuda nasional.
Kuda Maxi of Khalim dari Jawa Barat langsung mencuri perhatian setelah keluar sebagai juara di Kelas 3 Tahun Triple Crown Serie I, sekaligus membuka peluang menuju gelar Triple Crown musim ini.
Di kategori berbeda, kuda Fiona of Khalim dari Jawa Barat tampil dominan di Kelas 3 Tahun Betina dan merebut Pertiwi Cup 2026. Fiona mengungguli Nara Eclipse dari Jawa Tengah yang sebelumnya menjadi favorit usai menjuarai Kelas 3 Tahun Derby di IHR Jateng Derby Februari lalu.
Total 54 kuda berhasil meraih posisi podium dalam ajang ini, dengan total hadiah mencapai Rp580 juta. King Halim Stable dari Jawa Barat menjadi yang paling dominan dengan enam podium, diikuti Eclipse Stable dari Jawa Tengah dengan empat podium, serta Aragon Stable, Blue Blood Stable, dan Tombo Ati Stable masing-masing tiga podium.
Di sektor joki, Angel Manarisip, Jemmy Runtu, Achmad Saefudin, dan Meikel Soleran mencatatkan performa impresif dengan masing-masing meraih empat podium.
Kehadiran Shin Tae-yong sebagai tamu turut menjadi sorotan. Ia mengaku terkesan dengan penyelenggaraan pacuan kuda di Indonesia yang dinilainya berjalan rapi dan profesional.
“Ini pengalaman pertama saya ke Yogyakarta di Indonesia, juga pengalaman pertama menonton pacuan kuda. Saya melihat event pacuan kuda ini berjalan dengan sangat rapi dan baik, tentunya hasil dari proses dan persiapan event yang sangat baik,” ujarnya.
Ia juga membandingkan pacuan kuda dengan sepak bola karena sama-sama membutuhkan strategi dan pengaturan tempo sejak start hingga finis.
“Pacuan kuda sangat mirip seperti sepak bola, ada strategi dan taktik. Bagaimana mengawali atau start, lalu mengontrol pace sepanjang pertandingan dengan baik, dan terakhir menyelesaikan laga atau finish dengan lebih baik lagi. Joki-joki yang bertanding sangat profesional, juga kuda-kuda pacunya sangat baik,” tambahnya.
Selain pertandingan, suasana semakin meriah dengan Pesta Es Krim gratis yang mendapat sambutan tinggi dari pengunjung.
Managing Director SARGA GROUP, Nugdha Achadie, menyebut konsep sportainment menjadi daya tarik utama dalam ajang ini.
“Kami gembira dapat menghadirkan lagi pengalaman baru menonton pacuan kuda hari ini. Kami harapkan Nonton Bareng Coach Shin Tae-yong dan Pesta Es Krim gratis di IHR Triple Crown Serie I & Pertiwi Cup, telah menambah suasana fun yang betul-betul dinikmati oleh seluruh pengunjung dan dapat menjadi cerita yang dibagikan mengenai pacuan kuda,” ujarnya.
IHR Triple Crown Serie I & Pertiwi Cup 2026 mempertandingkan total 18 kelas, termasuk kelas bergengsi Kelas 3 Tahun Derby 1.200 meter dan Kelas 3 Tahun Betina 1.600 meter yang masing-masing menyediakan hadiah Rp110 juta.
Sejumlah kuda unggulan musim sebelumnya juga kembali menunjukkan performa, di antaranya Naga Sembilan dari DKI Jakarta, Princess Gavi dari Jawa Barat, Romantic Spartan dari Sumatera Barat di kelas terbuka 2.000 meter, Dominator dari DKI Jakarta dan War Kudeta dari Jawa Barat di kelas sprint 1.300 meter, serta Flamboyan dari Jawa Timur di kelas C 1.600 meter.
Triple Crown Serie I menjadi pembuka dari tiga seri utama, yakni Serie II pada Mei dan Indonesia Derby pada Juli 2026. Kuda berusia tiga tahun yang mampu menyapu bersih ketiganya akan meraih gelar Triple Crown.
Ajang ini merupakan seri kedua dalam rangkaian IHR 2026 setelah IHR Jateng Derby pada Februari. Sepanjang 2026, akan digelar delapan event di lima provinsi, yakni Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Sulawesi Utara.
DI Yogyakarta sendiri dijadwalkan menjadi tuan rumah tiga event, termasuk IHR Piala Paku Alam 2026 dan IHR Piala Hamengku Buwono X 2026. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

9 hours ago
7

















































