Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet

9 hours ago 4

Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet Sesi jumpa pers yang dilakukan oleh tim SARGA.CO pada Sabtu (4 - 4), dalam sesi ini STY menyampaikan bawah dirinya baru pertama kali menyaksikan laga pacuan kuda dan ke DIY. Kiki Luqman

Harianjogja.com, BANTUL—Gelaran Indonesia’s Horse Racing (IHR) Triple Crown Serie I & Pertiwi Cup 2026 di Bantul tampil dengan nuansa berbeda. Selain lomba pacuan, pengunjung disuguhi pesta es krim gratis hingga kehadiran mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, yang menjadi daya tarik utama.

Event yang berlangsung di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung ini diramaikan berbagai kalangan. Antrean panjang terlihat di stan es krim, tak hanya didominasi anak-anak, tetapi juga orang dewasa yang menikmati suasana panas dengan sajian dingin.

VP Marketing dan Operation SARGA.CO, Kevin Jonathan, menjelaskan konsep tersebut sengaja dihadirkan untuk menciptakan suasana lebih segar dan inklusif.

“IHR kali ini diadakan pesta ice cream, jadi kita ingin bawa keceriaan, dan terasa lebih seru saja momennya ketika makan ice cream di udara yang panas. Ice cream sendiri disukai banyak usia, tadi saya melihat di tempat ice cream ternyata yang antre tidak hanya anak kecil,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Tak hanya hiburan, event ini juga menggandeng pelaku usaha lokal. Hampir 100 UMKM serta sejumlah komunitas turut ambil bagian, menghadirkan ragam kuliner dan produk yang menambah semarak arena.

“Kita juga melibatkan UMKM dan komunitas, jadi ada hampir 100 UMKM dan ada beberapa juga komunitas yang join di acara kita kali ini,” tambahnya.

Di sisi lain, jumlah seri IHR tahun ini mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya sembilan seri, kini menjadi delapan seri setelah melalui diskusi antara SARGA.CO dan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia.

“Sarga itu menentukan jadwal sekarang masih bekerja sama dengan PP PORDASI dengan Bapak Munawir. Kami melakukan diskusi, dan dari hasil diskusi tersebut menghasilkan bahwa kami lebih mengedepankan kualitas daripada kuantitas,” jelas Kevin.

Untuk wilayah DIY, seri di Bantul ini menjadi yang kedua setelah pembukaan di Tegalwaton, Kabupaten Semarang, pada Februari lalu. Sepanjang 2026, DIY dijadwalkan menjadi tuan rumah tiga kali, termasuk agenda Juni bertajuk Piala Pakualam dan seri penutup November yang akan digelar bersama Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Kehadiran Shin Tae-yong menjadi magnet tersendiri. Ia mengaku baru pertama kali mengunjungi Yogyakarta sekaligus pertama kalinya menyaksikan pacuan kuda secara langsung.

“Saya sangat senang bertemu dengan anda semua. Terus terang ini pertama kalinya saya datang ke Yogyakarta, meski sebelumnya saya melatih Timnas Indonesia. Ini juga pengalaman pertama kalinya saya menonton pacuan kuda,” kata STY.

Ia bahkan menempuh perjalanan panjang menggunakan kereta api dari Jakarta selama sekitar enam hingga tujuh jam. Selain menghadiri undangan Pordasi, ia juga ingin menikmati suasana kota dan mencicipi kuliner khas.

“Tentu saja saya wajib menikmati gudeg yang menjadi makanan legendaris kota ini. Tapi saya juga ingin merasakan kopi yang ditambahkan arang panas di dalamnya (kopi joss). Ini pasti jadi pengalaman yang seru,” ujarnya.

Saat menyaksikan lomba, STY mengaku terkesan dengan atmosfer yang tertib dan profesional. Ia menilai kualitas joki hingga pengelolaan lomba berjalan sangat baik.

“Para jokinya juga bagus dan profesional, demikian juga panitia perlombaan yang dalam mengatur kuda untuk start. Itu sangat sulit sekali. Kuda-kuda yang diperlombakan juga terlihat sangat baik karena mampu berlari sangat cepat. Ini suatu kehormatan bagi saya,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news