Pemkot Jogja Awasi 570 Titik Pemotongan Hewan Kurban

2 hours ago 2

Pemkot Jogja Awasi 570 Titik Pemotongan Hewan Kurban

Foto ilustrasi hewan kurban. /Harian Jogja Kiki Luqman.

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menyiagakan sekitar 120 personel pengawas untuk memantau pelaksanaan pemotongan hewan kurban saat Iduladha 2026. Langkah tersebut dilakukan karena mayoritas pemotongan hewan kurban di Kota Jogja masih berlangsung di luar rumah potong hewan (RPH).

Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja memprediksi jumlah hewan kurban yang dipotong di luar RPH pada tahun ini mencapai sekitar 7.952 ekor. Pemotongan diperkirakan berlangsung di sekitar 570 titik yang tersebar di 14 kemantren dan 45 kelurahan di Kota Jogja.

Kepala DPP Kota Jogja, Sukidi, mengatakan tingginya aktivitas pemotongan hewan kurban di lingkungan masyarakat membutuhkan pengawasan lebih ketat, terutama terkait kesehatan masyarakat, keamanan pangan, kebersihan lingkungan, hingga kesejahteraan hewan.

“Sebagian besar pemotongan hewan kurban di Kota Yogyakarta dilakukan di luar Rumah Potong Hewan atau RPH, sehingga memerlukan perhatian dan pengawasan khusus karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, keamanan pangan, kebersihan lingkungan, serta kesejahteraan hewan,” kata Sukidi saat jumpa pers, Selasa (12/5/2026).

Data DPP Kota Jogja menunjukkan tren pemotongan hewan kurban di luar RPH terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023 tercatat sebanyak 6.870 ekor, kemudian naik menjadi 7.432 ekor pada 2024, dan kembali meningkat menjadi 8.253 ekor pada 2025.

Menurut Sukidi, wilayah Kemantren Umbulharjo menjadi kawasan dengan jumlah titik pemotongan hewan kurban terbanyak pada Iduladha tahun ini. Data tersebut digunakan sebagai dasar penentuan distribusi personel pengawas di lapangan.

“Data ini menjadi dasar bagi kami dalam menentukan distribusi personel pengawas di lapangan,” katanya.

Untuk mendukung pelaksanaan kurban, DPP Kota Jogja telah melakukan sejumlah persiapan, mulai koordinasi lintas sektor, sosialisasi kepada masyarakat, hingga pembentukan tim pengawas. Pemkot Jogja juga menerbitkan surat edaran wali kota yang berisi panduan teknis pelaksanaan kurban.

Tim pengawas yang diterjunkan terdiri atas sekitar 80 mahasiswa, lima dokter hewan dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), serta 35 personel gabungan dari Pemkot Jogja dan Kementerian Agama. Seluruh personel akan disebar sesuai jumlah titik pemotongan hewan kurban di masing-masing wilayah.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah pemotongan guna memastikan kondisi hewan sehat dan daging aman dikonsumsi masyarakat. Pengawasan juga mencakup aspek kebersihan lokasi, alat pemotongan, ketersediaan air bersih, hingga penggunaan alat pelindung diri oleh panitia kurban.

“Kami juga memberikan perhatian khusus terhadap penanganan limbah pemotongan agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Panitia diimbau tidak membuang limbah seperti darah dan isi rumen ke sungai maupun saluran air,” katanya.

Selain di lokasi pemotongan, pengawasan turut dilakukan di tempat penjualan hewan kurban, termasuk pasar tiban yang mulai bermunculan menjelang Iduladha. DPP Kota Jogja memastikan hewan yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat untuk kurban.

Pemkot Jogja juga membuka Pos Informasi Kurban untuk memantau pelaksanaan kurban secara real time sekaligus menjadi bahan evaluasi pelaksanaan Iduladha tahun ini.

“Kami mengimbau masyarakat membeli hewan kurban di tempat yang sehat dan terpercaya serta memastikan proses pemotongan dilakukan secara higienis,” ujarnya.

Menurut Sukidi, momentum Iduladha diharapkan tidak hanya menjadi pelaksanaan ibadah kurban semata, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan, kesehatan hewan, serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan di sekitar lokasi pemotongan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news