Komisi D DPRD Sulsel saat melakukan sidak proyek pengerjaan Jalan Hertasning (dok. Ist)KabarMakassar.com — DPRD Sulawesi Selatan melalui Komisi D melakukan inspeksi mendadak terhadap proyek pengerjaan Jalan Hertasning di Makassar, Selasa (3/3).
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai spesifikasi dan perencanaan yang telah ditetapkan.
Dalam peninjauan tersebut, anggota dewan menemukan sejumlah catatan terkait kualitas pekerjaan di lapangan. Proyek perbaikan jalan sepanjang kurang lebih 1,8 kilometer itu dinilai belum menunjukkan hasil yang maksimal.
Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan terhadap paket pekerjaan infrastruktur jalan yang bersifat multi years. Jalan Hertasning menjadi salah satu dari enam paket pekerjaan yang menjadi fokus evaluasi dewan.
“Hari ini komisi D berkunjung untuk melihat pekerjaan jalan multi years paket 1 khusunya di Jalan Hertasning kurang lebih 1,8 km. Hasil kunjungan ini menandakan ada ketidakprofesionalan pekerjaan yang dilakukan baik Manajemen Konstruksi (MK) maupun kontraktor karena setelah kita lihat di lapangan, MK sendiri tidak memahami apa tugas dan tanggungjawabnya sebagai MK,” ujar Kadir Halid.
Komisi D menilai pihak manajemen konstruksi maupun kontraktor belum mampu menjelaskan secara detail aspek teknis pekerjaan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah komposisi campuran material aspal yang digunakan dalam proyek tersebut.
Selain itu, dewan juga menyoroti ketebalan lapisan aspal yang disebut telah mencapai empat sentimeter. Untuk memastikan kesesuaian dengan spesifikasi teknis, pengukuran ulang akan dilakukan melalui uji lapangan.
Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Muhammad Sadar, menegaskan bahwa kualitas pekerjaan tidak dapat dinilai hanya dari tampilan permukaan jalan. Menurutnya, pengujian teknis menggunakan alat core drill sangat diperlukan untuk memastikan mutu campuran dan ketebalan aspal.
“Bagaimana campurannya, ada aspalnya, batunya, chippingnya, pasirnya, itukan yang pertama diolah di AMP. Setelah itu dibawa ke sini menggunakan mobil dump truck. Itu harus keluar dari AMP itu harus 150 derajat. Kalau di sini tentu tidak 150, mungkin 140. Tapi itu kan ditutup dengan terpal setelah itu dihampar. Setelah itu dihampar dengan finisher, hasilnya seperti ini,” katanya.
“Apakah ini benar sesuai dengan yang diinginkan, kita harus cek dengan core. Saya minta alat corenya tidak ada,” tambahnya lagi.
Selain kualitas pekerjaan, dewan juga mempertanyakan skala prioritas proyek. Pasalnya, masih terdapat sejumlah ruas jalan dengan kondisi lebih rusak namun belum mendapat penanganan, termasuk di sekitar Kampus Patria Artha.
Komisi D menegaskan pengawasan akan terus dilakukan terhadap seluruh paket pekerjaan jalan yang tengah berjalan. Beberapa titik yang masuk dalam daftar pemantauan antara lain Hertasning, Aroepala, Yasin Limpo, Bu’rung-Bu’rung, Bili-Bili, hingga ruas Malino, Sinjai, dan Bulukumba.
DPRD Sulsel memastikan akan terus mengawal pelaksanaan proyek infrastruktur agar sesuai standar teknis dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Evaluasi lanjutan akan dilakukan setelah hasil pengujian teknis di lapangan diperoleh.


















































