Jumali Senin, 17 Agustus 2026 10:37 WIB

Mohamed Ali Eltaher/Dok. Mohamed Ali Eltaher.org
Harianjogja.com, JOGJA— Hubungan Indonesia dan Palestina tidak hanya dibangun melalui dukungan diplomatik di forum internasional. Jauh sebelum hubungan kedua bangsa menguat seperti sekarang, seorang pengusaha asal Palestina bernama Muhammad Ali Taher tercatat memberikan bantuan besar kepada Indonesia yang sedang berjuang mempertahankan kemerdekaan dari Belanda.
Kisah tersebut menjadi salah satu bukti kuat bahwa solidaritas Palestina terhadap Indonesia telah terjalin sejak masa awal berdirinya Republik.
Pada penghujung 1948, Indonesia menghadapi salah satu periode paling sulit dalam sejarah perjuangan kemerdekaan. Agresi Militer Belanda II yang dilancarkan pada Desember tahun itu membuat situasi negara semakin tertekan. Yogyakarta yang saat itu menjadi ibu kota Republik Indonesia jatuh ke tangan Belanda, sementara sejumlah pemimpin nasional ditangkap.
Di tengah situasi tersebut, perjuangan diplomasi Indonesia terus berlangsung di luar negeri. Salah satu pusat aktivitas diplomasi berada di Mesir, negara yang menjadi pintu masuk dukungan dunia Arab terhadap kemerdekaan Indonesia.
Di negara itu, para diplomat Indonesia bertemu dengan Muhammad Ali Taher, seorang pengusaha sukses asal Nablus, Palestina. Lahir pada 1896, Ali Taher dikenal memiliki sejumlah perusahaan media besar di Mesir. Sebagai warga dari bangsa yang juga mengalami tekanan kolonialisme, ia memiliki perhatian besar terhadap perjuangan kemerdekaan berbagai negara, termasuk Indonesia.
Pertemuan Bersejarah di Bank Arabia
Kedekatan Muhammad Ali Taher dengan para tokoh Indonesia terjalin melalui Mohamed Zen Hassan, diplomat Indonesia yang berperan penting dalam memperjuangkan pengakuan internasional terhadap kemerdekaan RI.
Dalam memoar berjudul Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri yang diterbitkan pada 1970, Mohamed Zen Hassan menceritakan salah satu peristiwa yang paling membekas dalam ingatannya.
Saat itu, Ali Taher mengajaknya ke Bank Arabia di Kairo. Di tempat tersebut, Ali Taher menarik seluruh uang yang dimilikinya. Hassan semula tidak mengetahui tujuan tindakan tersebut.
Namun, Ali Taher kemudian menyerahkan seluruh hartanya untuk membantu perjuangan Indonesia.
“Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia,” ujar Muhammad Ali Taher sebagaimana dikutip dalam memoar Mohamed Zen Hassan.
Tidak terdapat catatan resmi mengenai jumlah uang yang diberikan. Meski demikian, bantuan tersebut dinilai sangat berarti bagi Indonesia yang tengah menghadapi tekanan besar akibat agresi militer Belanda.
Fondasi Sejarah Hubungan Indonesia dan Palestina
Pengorbanan Muhammad Ali Taher menjadi bagian penting dalam sejarah hubungan Indonesia dan Palestina. Solidaritas yang ditunjukkan tokoh Palestina itu memperkuat ikatan emosional kedua bangsa yang sama-sama memiliki pengalaman menghadapi penjajahan.
Hubungan tersebut terus berlanjut setelah Indonesia merdeka. Pemerintah Indonesia secara konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina di berbagai forum internasional.
Sikap tersebut terlihat dalam sejumlah momentum penting, termasuk Konferensi Asia Afrika 1955 ketika Indonesia menunjukkan keberpihakan terhadap perjuangan bangsa-bangsa yang masih berada di bawah kolonialisme.
Soekarno Tegaskan Dukungan untuk Palestina
Komitmen Indonesia terhadap Palestina juga ditegaskan Presiden Soekarno dalam berbagai kesempatan. Dalam pidato peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1966, Soekarno menegaskan konsistensi Indonesia dalam menentang imperialisme.
“Kita harus bangga bahwa kita adalah satu bangsa yang konsekuen terus, bukan saja berjiwa kemerdekaan, bukan saja berjiwa antiimperialisme, tetapi juga konsekuen terus berjuang menentang imperialisme. Itulah pula sebabnya kita tidak mau mengakui Israel,” kata Soekarno.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu penegasan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina bukan sekadar kebijakan luar negeri, melainkan bagian dari prinsip perjuangan bangsa yang telah diwariskan sejak masa kemerdekaan.
Warisan Solidaritas yang Tetap Dikenang
Kisah Muhammad Ali Taher menunjukkan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia tidak hanya mendapat dukungan dari rakyat di dalam negeri. Ada pula sosok dari luar negeri yang rela membantu tanpa mengharapkan balasan.
Pengorbanan pengusaha asal Nablus itu menjadi simbol kuat hubungan Indonesia dan Palestina yang dibangun atas dasar solidaritas kemanusiaan. Hingga kini, cerita tersebut tetap dikenang sebagai salah satu bukti nyata kedekatan sejarah antara kedua bangsa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

7 hours ago
9
















































