Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Kasus pembuangan bayi yang menggegerkan warga Kalurahan Kemejing, Kapanewon Semin, Gunungkidul, hingga kini masih dalam penyelidikan kepolisian. Meski bayi yang ditemukan dalam kondisi selamat dan sehat, pelaku yang diduga membuang bayi tersebut belum berhasil diungkap.
Polsek Semin terus melakukan serangkaian penyelidikan sejak bayi ditemukan di Padukuhan Kemejing I pada Senin (3/8/2026). Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan menelusuri rekaman kamera pengawas di sejumlah titik, namun identitas pelaku masih belum diketahui.
Kapolsek Semin, AKP Aris Sugiyanto, mengatakan fokus penyelidikan saat ini masih diarahkan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas pembuangan bayi tersebut.
“Kondisi bayi sehat dan dirawat di LPKA An Nur Srimpi,” kata Aris, Senin (17/8/2026).
Menurut dia, bayi yang ditemukan warga kini dititipkan di LPKA An Nur Srimpi di Kapanewon Karangmojo. Lembaga tersebut merupakan institusi yang ditunjuk pemerintah untuk menangani anak-anak yang masuk kategori terlantar.
Enam Saksi Sudah Diperiksa
Aris menjelaskan, berbagai langkah penyelidikan telah dilakukan sejak laporan diterima. Hingga saat ini, setidaknya enam orang saksi yang berada di sekitar lokasi penemuan bayi telah dimintai keterangan oleh penyidik.
Selain pemeriksaan saksi, kepolisian juga melakukan penelusuran terhadap rekaman CCTV yang berada di sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan jalur pelaku.
Namun, upaya tersebut belum menghasilkan petunjuk yang mengarah pada identitas pelaku.
“Masih proses penyelidikan, nanti kalau sudah terungkap akan segera kami rilis,” ujarnya.
Polisi berharap keterangan tambahan dari masyarakat maupun hasil pengembangan penyelidikan dapat membantu mengungkap kasus yang menyita perhatian warga tersebut.
Polisi Pastikan Tidak Terkait Kasus di Ponjong
Dalam proses penyelidikan, muncul spekulasi yang mengaitkan kasus pembuangan bayi di Semin dengan peristiwa lain yang terjadi di Kapanewon Ponjong.
Namun, Aris menegaskan hingga saat ini tidak ditemukan indikasi yang menghubungkan kedua peristiwa tersebut. Polisi memastikan kasus pembuangan bayi di Semin berdiri sendiri dan masih ditangani secara terpisah.
“Tidak ada kaitannya karena belum mengarah ke sana,” kata Aris.
Ditemukan Dalam Tas di Bawah Rumpun Bambu
Sebelumnya, warga Padukuhan Kemejing I digegerkan dengan penemuan seorang bayi yang ditinggalkan di tanah pekarangan milik warga pada Senin (3/8/2026) pagi.
Lurah Kemejing, Sugiyarto, mengatakan penemuan bayi bermula ketika seorang warga bernama Sutinem mendengar suara tangisan sekitar pukul 05.30 WIB.
Merasa curiga, ia kemudian mencari sumber suara hingga menemukan seorang bayi yang masih berlumuran darah dan tali ari-arinya masih menempel.
“Posisi bayi dimasukan dalam tas dan diletakan di bawah pohon bambu. Dilihat dari kondisinya, kemungkinan bayi yang dibuang baru dilahirkan,” ujar Sugiyarto.
Menurut dia, sebelum bayi ditemukan, anak dari salah seorang warga sempat mendengar suara ketukan pada jendela rumah sekitar pukul 02.00 WIB. Karena merasa takut, kejadian itu kemudian dilaporkan kepada ibunya.
Beberapa jam setelahnya, warga mendengar suara tangisan bayi yang akhirnya mengarah pada penemuan tersebut.
“Sudah dilaporkan ke ibunya karena merasa takut hingga akhirnya beberapa jam kemudian mendengar suara tangisan bayi,” katanya.
Setelah ditemukan, bayi segera dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Semin I untuk mendapatkan pemeriksaan serta perawatan medis.
“Meski tali ari-arinya masih ada, kondisi bayi sehat. Tapi, untuk memastikan juga sudah dibawa ke Puskesmas Semin,” kata Sugiyarto.
Hingga kini, polisi masih terus mengumpulkan bukti dan informasi untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi tersebut sekaligus memastikan proses hukum dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
7
















































