Pentagon Desak Industri AS Percepat Produksi Senjata untuk Perang Iran

3 hours ago 2

Newswire

Newswire Minggu, 09 Agustus 2026 08:27 WIB

Pentagon Desak Industri AS Percepat Produksi Senjata untuk Perang Iran

Foto ilustrasi Iran vs Amerika Serikat. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta industri pertahanan mempercepat produksi sekaligus pengiriman senjata di tengah perang dengan Iran. Permintaan tersebut terutama diarahkan pada sejumlah jenis amunisi yang disebut menghadapi keterbatasan pasokan.

Wakil Menteri Pertahanan AS Steve Feinberg meminta para pemimpin perusahaan industri pertahanan menyusun rencana untuk memangkas waktu pengiriman dan meningkatkan kapasitas produksi sejumlah persenjataan yang dianggap memiliki peran penting dalam operasi militer.

Permintaan itu disampaikan Feinberg melalui memo yang dikirim kepada jajaran pimpinan industri pertahanan pada Rabu. Perusahaan pertahanan diberikan waktu 21 hari untuk menyampaikan rencana peningkatan produksi dan percepatan pengiriman.

"Pengembangan yang membutuhkan waktu bertahun-tahun tidak dapat diterima. Kita harus mempercepat jadwal program secara drastis dan memperluas kapasitas produksi sekarang," tulis Feinberg dalam memo tersebut, seperti dilaporkan Al Jazeera, Minggu (9/8/2026).

Persediaan Amunisi AS Jadi Sorotan

Desakan Pentagon tersebut menunjukkan adanya kebutuhan untuk memperkuat pasokan persenjataan Amerika Serikat di tengah berlangsungnya perang dengan Iran.

Sejumlah laporan sebelumnya menyebut persediaan amunisi AS mulai mendapat tekanan. Salah satu persenjataan yang menjadi perhatian adalah pencegat rudal Patriot yang digunakan untuk menghadapi ancaman serangan rudal.

Kendati demikian, Presiden Donald Trump sebelumnya membantah kekhawatiran mengenai keterbatasan persediaan senjata Amerika Serikat.

Trump menyatakan militer AS memiliki "jumlah amunisi yang sangat besar". Ia juga mengatakan proses produksi dan pengiriman persenjataan terus berjalan sesuai dengan kebutuhan operasi militer.

Pemerintah AS juga menegaskan bahwa persediaan senjata yang tersedia saat ini masih mencukupi untuk mendukung operasi yang sedang berlangsung.

Pejabat utama Defense Innovation Unit (DIU) Departemen Pertahanan AS, Jarred Conley, mengatakan stok amunisi Amerika Serikat masih memadai untuk menjalankan tugas militer yang dihadapi saat ini.

"Kami memiliki amunisi yang cukup untuk tugas yang sedang dihadapi. Departemen memiliki semua yang dibutuhkan saat ini untuk menjalankan perang," kata Conley seperti dilansir Al Jazeera.

Pentagon Ingin Produksi Senjata Lebih Cepat

Meski pemerintah AS menyatakan persediaan saat ini cukup, permintaan Pentagon kepada industri pertahanan untuk mempercepat produksi dan pengiriman menunjukkan adanya kebutuhan untuk memperkuat kapasitas industri dalam waktu singkat.

Feinberg meminta perusahaan pertahanan bergerak lebih agresif dalam meningkatkan kecepatan produksi dan pengiriman sejumlah kemampuan pertahanan yang dinilai kritis.

Instruksi tersebut tidak hanya berkaitan dengan jumlah persenjataan yang diproduksi, tetapi juga perubahan terhadap pola pengembangan sistem pertahanan.

Pentagon menilai proses pengembangan dan produksi yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun tidak lagi sesuai dengan kebutuhan dalam situasi perang yang membutuhkan respons lebih cepat.

Industri pertahanan AS kini diminta mencari cara untuk memangkas waktu pengembangan, meningkatkan kapasitas manufaktur, serta mempercepat pengiriman persenjataan kepada militer.

Perusahaan-perusahaan pertahanan memiliki waktu 21 hari untuk menyampaikan rencana konkret kepada Pentagon. Rencana tersebut diharapkan dapat menunjukkan langkah yang dapat dilakukan industri untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mempercepat pemenuhan kebutuhan militer Amerika Serikat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news