Pelatihan jurnalistik karyawan PT Inhutani I yang digelar secara daring, Rabu (1/4/2026). - Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA – PT Inhutani I terus berupaya meningkatkan kompetensi karyawannya di era digital melalui pelatihan jurnalistik yang digelar secara daring, Rabu (1/4/2026). Langkah ini diambil guna memastikan arus informasi dari seluruh wilayah operasional perusahaan dapat tersampaikan dengan baik kepada publik sekaligus memperkuat citra positif institusi.
Senior Executive Vice President Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko PT Inhutani I, Kuwat Agustyawan, mengungkapkan bahwa keterbukaan informasi di era digital menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perusahaan. Dengan wilayah kerja yang tersebar luas, peran karyawan di lapangan sangat krusial sebagai ujung tombak pemberitaan.
"Kami merasa di era yang serba digital ini, informasi sangat mudah didapatkan dan diberitakan. Makanya, kami membekali teman-teman di lapangan agar mereka bisa menyampaikan berita-berita yang bermanfaat bagi perusahaan maupun masyarakat di sekitar mereka," ujar Kuwat.
Saat ini, Inhutani I memiliki sekitar 22 unit manajemen hutan yang tersebar di lima provinsi di Kalimantan (Timur, Utara, Tengah, Selatan, dan Barat) serta Sulawesi Selatan. Melalui pelatihan ini, setiap unit diharapkan mampu bertindak layaknya kontributor daerah yang melaporkan berbagai kegiatan positif di wilayah masing-masing.
Kuat menjelaskan bahwa mekanisme pelaporan tetap dilakukan melalui satu pintu melalui kantor pusat Jakarta. Karyawan yang berada di unit manajemen mengirimkan draf laporan kegiatan, kemudian kantor pusat melakukan proses penyelarasan dan penyuntingan. Barulah konten yang telah matang kemudian diunggah ke media sosial resmi perusahaan.
"Tetapi agar tidak kerja dua kali, maka yang di unit manajemen ini kami bekali pelatihan jurnalistik, agar tulisannya layak. Sehingga laporan dari daerah sudah siap dan hanya memerlukan sedikit polesan di pusat, sehingga tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan," tambahnya.
Menangkal Hoaks di Sektor Kehutanan
Selain untuk kepentingan internal, keterampilan jurnalistik ini dipandang strategis untuk menangkal informasi tidak akurat atau hoaks yang sering menerpa sektor kehutanan. Kuat menekankan bahwa industri kehutanan saat ini tengah menjadi sorotan publik, terutama terkait isu lingkungan.
"Jika kita tidak bisa menyampaikan informasi yang riil dan positif dari dalam, dikhawatirkan muncul anggapan bahwa semua perusahaan kehutanan tidak ramah lingkungan. Lewat tulisan-tulisan ini, kita bisa menunjukkan kontribusi nyata perusahaan kepada masyarakat," pungkasnya.
Melalui program ini, Inhutani I berharap seluruh karyawan tidak hanya cakap dalam aspek teknis operasional hutan, tetapi juga mampu menjadi duta informasi yang kredibel bagi perusahaan.
Salah satu peserta dari perwakilan dari Kantor Pusat PT Inhutani I Dea Salva Nafa Berlian mengungkapkan bahwa pelatihan kali ini sangat aplikatif karena menggunakan metode bedah tulisan secara langsung. Menurutnya, kemampuan jurnalistik merupakan instrumen vital bagi perusahaan untuk membangun citra positif di mata masyarakat.
"Dengan penulisan yang baik, pesan perusahaan dapat tersampaikan secara tepat. Kami ingin informasi mengenai PT Inhutani I bisa dikenal lebih luas dengan struktur berita yang lebih berkualitas," ujarnya.
Selain teknis penulisan, pelatihan ini juga menekankan pentingnya etika jurnalistik di tengah derasnya arus informasi. Menghadapi tantangan hoaks, Dea menegaskan bahwa akurasi adalah prioritas utama. Proses pengecekan fakta dan kehati-hatian dalam mengolah data menjadi kunci agar informasi yang dirilis perusahaan tetap kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Narasumber Pelatihan Jurnalistik sekaligus Redaktur Harian Jogja Maya Herawati mengatakan materi yang tersampaikan terkait teori jurnalistik dasar yang bisa menjadi bekal bagi seluruh karyawan Inhutani baik pusat maupun di daerah. Terutama peserta hari ini dari Kalimantan dan Sulawesi Tenggara (Toraja), agar bisa merekam data dan menuliskan dengan baik.
"Peserta sangat antusias, saya mengapresiasi ini. Rerata peserta sudah memahami teknik perekaman data dengan baik, hanya memang perlu diasah dalam penulisan supaya lebih mudah dibaca," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

7 hours ago
3

















































