Jumali Rabu, 13 Mei 2026 11:37 WIB

Logo BRI Super League. - Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Persis Solo kini benar-benar berada di ambang degradasi setelah gagal keluar dari zona merah hingga pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026. Dua pertandingan tersisa menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa untuk tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.
Klub asal Kota Solo itu saat ini menempati peringkat ke-16 klasemen sementara dengan koleksi 28 poin. Posisi tersebut membuat Persis tertinggal empat angka dari Madura United yang berada tepat di atas garis aman degradasi.
Dengan situasi tersebut, peluang Persis bertahan semakin sempit. Mereka wajib menyapu bersih dua laga sisa sambil berharap Madura United gagal meraih tambahan poin pada dua pertandingan terakhirnya.
Partai paling krusial akan berlangsung saat Persis menjamu Dewa United di Stadion Manahan, Sabtu (16/5/2026) malam. Kekalahan dalam laga tersebut bisa langsung mengubur harapan bertahan apabila Madura United mampu menang atas PSIM Jogja pada pertandingan berikutnya.
Tekanan besar kini berada di kubu Persis. Apalagi dua tim penghuni dasar klasemen, PSBS Biak dan Semen Padang, sudah lebih dahulu dipastikan terdegradasi sehingga persaingan tersisa hanya untuk menghindari satu slot terakhir di zona merah.
Di atas kertas, Dewa United bukan lawan yang mudah untuk ditaklukkan. Tim berjuluk Tangsel Warriors itu tampil konsisten sepanjang musim dan masih bersaing di papan atas klasemen berkat produktivitas lini serang mereka.
Namun Persis masih memiliki satu modal penting, yakni dukungan penuh suporter di Stadion Manahan. Atmosfer kandang diharapkan mampu menjadi suntikan motivasi tambahan bagi Ramadhan Sananta dan kolega untuk menjaga asa bertahan.
Pelatih Persis, Milomir Seslija, menegaskan timnya belum menyerah meski berada dalam situasi sulit. “Kita akan terus berjuang karena kita masih punya kesempatan.”
Meski demikian, performa Persis memang belum meyakinkan dalam beberapa pekan terakhir. Dalam tiga pertandingan terakhir, mereka gagal meraih kemenangan setelah menelan dua kekalahan dan satu hasil imbang. Catatan itu membuat tekanan terhadap tim semakin besar menjelang akhir musim.
Secara matematis, peluang bertahan memang masih terbuka. Jika mampu memenangkan dua laga sisa, Persis berpotensi menutup musim dengan 34 poin. Namun jumlah tersebut belum cukup tanpa bantuan hasil dari pertandingan tim pesaing.
Kini nasib Laskar Sambernyawa tak lagi sepenuhnya berada di tangan sendiri. Satu hasil buruk saja dapat menjadi akhir perjalanan Persis Solo di kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional musim ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

6 hours ago
8

















































