PIAGEX 2026 Hadirkan Praktisi Animasi Malaysia, Buka Ruang Talenta Muda Padang Menembus Industri Kreatif Global

11 hours ago 4

Spanduk Dealer Program Juli Honda 300 x 50 cm

PADANG, KLIKPOSITIF — Padang International Animation & Game Expo (PIAGEX) 2026 tidak sekadar menjadi ajang perlombaan bagi pelajar dan kreator muda, tetapi juga membuka ruang pertemuan antara talenta lokal dengan pelaku industri animasi dan game dari dalam maupun luar negeri.

Digelar di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kota Padang, Sumatera Barat, pada 25 hingga 27 Juli 2026, PIAGEX 2026 menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang mempertemukan dunia pendidikan, komunitas kreatif, dan industri digital.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam gelaran tersebut adalah talk show pada Minggu (26/7/2026) yang menghadirkan Fadly bin Semi, Chief Production Officer Durioo+ Malaysia, sebagai pemateri.

Kehadiran praktisi industri animasi dari Malaysia itu dinilai memberikan perspektif baru bagi peserta mengenai bagaimana industri animasi dikembangkan hingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk melalui pemanfaatan platform digital.

Ketua Panitia PIAGEX 2026 Bayu R. Fajri mengatakan, Fadly bin Semi merupakan sosok yang mengepalai bidang produksi animasi di Durioo+ Malaysia. Perusahaan tersebut tidak hanya bergerak sebagai studio animasi, tetapi juga mengembangkan My Durio, sebuah platform streaming yang menghadirkan beragam konten animasi, film, serta karya-karya bertema Muslim.

“Kami berharap kehadiran Mr. Fadly dapat memberikan wawasan dan pengalaman industri animasi internasional kepada para peserta, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara pelaku industri kreatif di Padang dengan jejaring industri di tingkat nasional maupun internasional,” kata Bayu.

Menurut Bayu, kehadiran praktisi industri dari luar negeri menjadi salah satu upaya PIAGEX untuk memperluas cakrawala para peserta. Talenta muda tidak hanya didorong untuk menghasilkan karya, tetapi juga memahami bagaimana sebuah karya kreatif dapat dikembangkan menjadi produk industri yang memiliki nilai ekonomi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Semangat tersebut juga terlihat dari rangkaian perlombaan yang menjadi bagian dari PIAGEX 2026. Sedikitnya terdapat tujuh cabang perlombaan yang disiapkan untuk mengakomodasi berbagai minat dan kemampuan peserta.

Di antaranya lomba desain game tingkat SMP, lomba guru membuat educational game, lomba animasi pendek tingkat umum, serta lomba live coding bagi siswa-siswi SMP untuk membuat game.

Rangkaian kompetisi itu diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa minat terhadap animasi, game, pemrograman, dan industri kreatif digital terus berkembang, khususnya di kalangan generasi muda.

PIAGEX pun tidak hanya memberikan ruang bagi peserta untuk berkompetisi, tetapi juga mempertemukan mereka dengan para pelaku industri yang telah lebih dahulu berkecimpung dalam ekosistem kreatif.

Bayu menyebutkan, selain menghadirkan Fadly bin Semi dari Malaysia, PIAGEX 2026 melibatkan sejumlah pelaku industri kreatif dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka antara lain CEO & Founder Devata Studio Padang, CEO Piapi Animation Padang, CEO & Founder JEVO Games Padang, Founder Marawa Studio Payakumbuh, serta Founder FOF Creative Music Studio Padang.

Kehadiran para pelaku industri tersebut diharapkan memberikan gambaran yang lebih nyata kepada peserta tentang dinamika industri kreatif digital. Mulai dari proses menghasilkan ide, mengembangkan konsep, produksi, membangun pasar, hingga menciptakan peluang kerja dan kolaborasi.

“PIAGEX kami harapkan dapat menjadi wadah bagi talenta muda, kreator, pelajar, mahasiswa, dan pelaku industri untuk bertemu serta berbagi pengalaman dalam pengembangan animasi, game, dan industri kreatif digital,” ujar Bayu.

Ia menilai, ekosistem industri kreatif tidak bisa dibangun hanya melalui satu pihak. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, komunitas, pelaku usaha, serta industri untuk menciptakan ruang tumbuh bagi generasi muda.

Karena itu, Bayu menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Padang bersama Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang (UNP), serta para pelaku industri animasi yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan PIAGEX 2026.

Menurut dia, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kreatif di Kota Padang. Apalagi perkembangan teknologi digital telah membuka peluang yang semakin besar bagi anak muda untuk berkarya tanpa harus menunggu tersedianya industri besar di daerah.

Karya animasi, game, desain digital, hingga konten kreatif kini dapat dikembangkan dari berbagai tempat dan dipasarkan ke tingkat nasional bahkan internasional. Kondisi tersebut menjadi peluang yang perlu ditangkap dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, pengembangan industri kreatif merupakan bagian penting dalam membangun generasi muda yang kreatif sekaligus memiliki daya saing.

Pemerintah Kota Padang, kata dia, terus mendorong penguatan talenta digital melalui berbagai program, salah satunya Program Unggulan Padang Juara.

“PIAGEX menjadi momentum penting untuk mempertemukan dunia pendidikan dengan industri, sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda Kota Padang untuk mengembangkan potensi dan kreativitas di bidang animasi, game, serta teknologi digital,” ujar Fadly Amran.

Ia menilai, perkembangan industri kreatif dan teknologi digital memberikan peluang besar bagi generasi muda. Karena itu, pemerintah tidak hanya perlu mendorong pendidikan formal, tetapi juga menyediakan ruang bagi anak muda untuk mengasah kemampuan, berkompetisi, berjejaring, dan mengenal kebutuhan industri.

Dalam konteks tersebut, PIAGEX 2026 menjadi salah satu ruang yang mempertemukan berbagai unsur dalam satu ekosistem. Pelajar dapat menguji kemampuan melalui kompetisi, mahasiswa dan kreator dapat memperluas jaringan, sementara pelaku industri memperoleh kesempatan untuk melihat langsung potensi talenta muda yang berkembang di daerah.

Lebih jauh, keterlibatan pelaku industri dari Malaysia juga memberikan pesan bahwa pengembangan animasi dan game memiliki peluang untuk membangun jejaring lintas negara.

Pertemuan antara kreator lokal dengan praktisi industri internasional diharapkan tidak berhenti pada sesi talk show semata. Pengalaman, pengetahuan, dan jejaring yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi kerja sama maupun kolaborasi baru di masa mendatang.

Dengan menggabungkan kompetisi, edukasi, diskusi industri, dan jejaring kreatif, PIAGEX 2026 diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri kreatif digital di Kota Padang.

Gelaran yang berlangsung hingga 27 Juli 2026 itu sekaligus memperlihatkan bahwa potensi anak muda di bidang animasi, game, dan teknologi digital tidak hanya berada di kota-kota besar. Dengan ruang yang tepat, dukungan pemerintah, akses terhadap industri, serta kesempatan untuk belajar dari praktisi berpengalaman, talenta dari daerah juga memiliki peluang untuk tumbuh dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news