KabarMakassar.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, menegaskan program percepatan pendataan digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos) harus menjadi perhatian serius seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Hal itu disampaikan Sekda Makassar Andi Zulkifly saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Perluasan Digitalisasi Perlinsos bersama para Camat se-Kota Makassar, di ruang Sekda Kantor Balai Kota Makassar, Jumat (11/09).
Andi Zulkifly meminta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga jajaran terkait untuk terlibat langsung dalam mempercepat pendataan dan registrasi Perlinsos di tingkat kecamatan, guna mewujudkan tata kelola bantuan sosial yang semakin tepat sasaran, terintegrasi, transparan, dan akuntabel.
Menurutnya, Perlinsos merupakan program nasional yang harus dikawal secara bersama-sama, terlebih Makassar menjadi salah satu daerah percontohan pelaksanaan Perlinsos.
“Ini jangan disepelekan. Perlinsos ini sangat penting karena merupakan target yang diberikan pemerintah pusat dan menjadi program nasional yang harus kita kawal bersama,” tegasnya.
Ia menekankan, koordinasi antar-OPD tidak boleh hanya dilakukan secara formalitas. Seluruh pimpinan perangkat daerah yang berkaitan dengan program digitalisasi Perlinsos harus hadir sehingga setiap persoalan dapat langsung dibahas dan dicarikan solusinya.
“Saya minta setiap rapat ini dihadiri semua pimpinan. Supaya koordinasi tidak berulang-ulang dan setiap persoalan bisa langsung kita ketahui secara spesifik, kemudian kita carikan solusinya,” ujarnya.
Menurut Andi Zulkifly, camat memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, camat tidak hanya dituntut melakukan pendataan masyarakat, tetapi juga memastikan seluruh potensi penerima manfaat di wilayahnya teridentifikasi.
Ia menyebut pendataan tidak boleh hanya menyasar masyarakat miskin. Seluruh kelompok masyarakat yang masuk dalam sasaran program perlindungan sosial harus dipastikan terdata secara akurat.
“Ini bukan hanya soal orang miskin. Semua kelompok yang masuk dalam sasaran harus didata. Camat harus mengetahui kondisi masyarakat di wilayahnya, termasuk petugas kebersihan, RT, RW, pemuda, dan kelompok masyarakat lainnya,” jelasnya.
Andi Zulkifly juga meminta camat memperkuat koordinasi dengan lurah serta berbagai organisasi dan asosiasi yang menjadi mitra pemerintah di tingkat wilayah.
Menurutnya, kemampuan camat menggerakkan seluruh perangkat dan elemen masyarakat di wilayah masing-masing menjadi salah satu kunci keberhasilan program.
“Di sini kita mengukur kekuatan camat. Bukan hanya secara administratif, tetapi bagaimana camat bisa menggerakkan perangkat, lurah, RT, RW, dan organisasi yang menjadi mitranya untuk turun langsung ke masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh pegawai dan tenaga yang berada di lingkungan Pemkot Makassar ikut menjadi bagian dalam pendataan. Langkah tersebut diperlukan agar program perlindungan sosial dapat menjangkau sasaran secara lebih luas dan tepat.
Dia mengaku optimistis progres program Perlinsos di Makassar masih dapat ditingkatkan. Menurutnya, capaian Makassar sebelumnya menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam waktu relatif singkat.
“Bayangkan, proses kita dari bawah, dari posisi 43 daerah Pilot Project Perlinsos, dalam waktu kurang lebih dua minggu bisa naik sampai tinggal 20. Ini luar biasa. Ini merupakan hasil kerja teman-teman camat dan seluruh jajaran di lapangan,” tuturnya.
Karena itu, ia meminta seluruh camat dan lurah memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mempercepat pendataan, verifikasi, serta penetapan penerima manfaat di wilayah masing-masing.
Andi Zulkifly menegaskan, strategi pelaksanaan tidak bisa disamaratakan karena setiap kecamatan dan kelurahan memiliki karakteristik masyarakat yang berbeda.
“Setiap wilayah memiliki tantangan masing-masing terkait karakter masyarakat. Saya kira camat dan lurah lebih tahu kondisi wilayahnya. Jadi, silakan gunakan strategi masing-masing untuk menguasai wilayah dan memastikan masyarakat terdata,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Makassar Andi Bukti Djufrie menyampaikan untuk menjaga konsistensi pengawalan, ia meminta dan mendorong agar perkembangan Perlinsos menjadi salah satu agenda yang rutin dibahas dalam rapat koordinasi setiap Senin. Selain itu, pihaknya menyampaikan perkembangan data Perlinsos setiap Sabtu kepada masing-masing camat.
“Setiap Sabtu, kami dari Dinas Sosial akan menyampaikan hasil progres masing-masing kelurahan. Data itu kemudian dikirim kepada camat untuk dievaluasi dan ditindaklanjuti. Hari Senin, silakan dibawa dalam rapat koordinasi untuk melihat realisasi per kelurahan,” jelasnya.
Ia berharap mekanisme tersebut dapat membuat perkembangan program terpantau secara berkala dan mendorong peningkatan capaian di setiap kelurahan.
“Kita masih punya waktu untuk berjuang meningkatkan capaian target. Karena ini program nasional, kita harus berlomba-lomba meningkatkan persentase kita,” pungkasnya.


















































