KLIKPOSITIF – Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Karena itu, para ahli kesehatan menekankan pentingnya menerapkan pola makan sehat sebagai langkah utama untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sekaligus menjaga kualitas hidup.
Berdasarkan data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit jantung menjadi penyebab kematian terbanyak dibandingkan penyakit lainnya. Meski demikian, risiko tersebut dapat dikurangi melalui perubahan gaya hidup, terutama dengan menerapkan pola makan yang lebih sehat.
Para ahli menyebutkan bahwa perubahan pola makan tidak harus dilakukan secara drastis. Langkah-langkah sederhana, seperti meningkatkan konsumsi makanan bergizi dan mengurangi makanan tinggi gula, garam, serta lemak jenuh, dinilai sudah mampu memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan jantung.
Fokus pada Buah, Sayur, dan Ikan
American Heart Association (AHA) merekomendasikan masyarakat memperbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh (whole grains), kacang-kacangan, produk susu rendah lemak, ikan, unggas, dan aneka jenis kacang sebagai bagian dari pola makan sehat.
Sebaliknya, konsumsi daging merah, makanan olahan, serta minuman dan makanan dengan tambahan gula dianjurkan untuk dibatasi.
Selain itu, AHA juga menyarankan masyarakat memilih sumber protein rendah lemak, mengolah makanan tanpa tambahan lemak jenuh dan lemak trans, serta mengonsumsi ikan setidaknya dua kali dalam seminggu. Ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan sarden mengandung asam lemak omega-3 yang diketahui membantu menurunkan risiko penyakit jantung.
Para ahli juga mengingatkan pentingnya membatasi penggunaan garam dalam makanan, mengontrol ukuran porsi makan, dan memastikan setengah bagian piring diisi oleh buah dan sayuran setiap kali makan.
Konsumsi Alkohol Perlu Dibatasi
Selain pola makan, konsumsi alkohol juga menjadi perhatian dalam menjaga kesehatan jantung. AHA menyarankan agar konsumsi alkohol dilakukan dalam jumlah sedang.
Bagi pria, batas konsumsi yang dianjurkan adalah maksimal dua gelas minuman beralkohol per hari, sedangkan bagi wanita maksimal satu gelas per hari.
Meski beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi alkohol dalam jumlah tertentu dengan kesehatan jantung, para ahli menegaskan bahwa konsumsi alkohol berlebihan justru meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, obesitas, gangguan penggunaan alkohol, hingga kematian mendadak akibat gangguan jantung.
Batasi Asupan Gula Tambahan
Tingginya konsumsi gula tambahan juga dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya angka obesitas dan penyakit jantung.
AHA merekomendasikan agar perempuan membatasi konsumsi gula tambahan hingga maksimal 100 kalori atau sekitar 24 gram (enam sendok teh) per hari. Sementara itu, laki-laki dianjurkan mengonsumsi tidak lebih dari 150 kalori atau sekitar 36 gram (sembilan sendok teh) gula tambahan setiap hari.
Sumber utama gula tambahan umumnya berasal dari minuman bersoda, permen, kue, biskuit, pai, minuman buah berpemanis, es krim, yogurt manis, serta produk sereal yang telah diberi tambahan gula.
Perubahan Kecil Berikan Dampak Besar
Pakar kesehatan menilai bahwa membangun pola makan sehat tidak berarti harus menghilangkan seluruh makanan favorit. Sebaliknya, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Dengan menerapkan pola makan seimbang, mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak jenuh, serta memperbanyak makanan bergizi, masyarakat diharapkan dapat menurunkan risiko penyakit jantung sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

1 hour ago
1


















































