Potensi Air Banyusoco 200 Liter per Detik, Terbuang Sia-Sia ke Sungai

6 hours ago 5

Potensi Air Banyusoco 200 Liter per Detik, Terbuang Sia-Sia ke Sungai

Foto ilustrasi pipa air bersih dari sumber air. - Freepik

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Potensi sumber air di Kalurahan Banyusoco, Playen, Gunungkidul, terbilang melimpah. Namun, lebih dari 20 titik sumber air di sepanjang aliran Kali Oya hingga kini sebagian besar belum dimanfaatkan dan airnya mengalir begitu saja ke sungai.

Lurah Banyusoco, Damanhuri mengatakan sumber-sumber air tersebut muncul dari celah-celah perbukitan di sepanjang aliran Kali Oya. Debitnya pun bervariasi, termasuk sejumlah titik yang memiliki potensi cukup besar.

“Ada lebih dari 20 sumber yang airnya mengalir ke Kali Oya dengan percuma,” kata Damanhuri, Kamis (20/8/2026).

Tujuh Sumber Berdebit hingga 200 Liter per Detik

Damanhuri mencatat terdapat tujuh titik sumber air yang memiliki debit di atas 80 liter hingga 200 liter per detik. Adapun belasan titik lainnya mempunyai debit di bawah 20 liter per detik.

Potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat Banyusoco. Sebagian besar air dari sumber-sumber tersebut masih mengalir menuju Kali Oya.

“Yang dimanfaatkan baru sedikit untuk memenuhi kebutuhan air di Banyusoco. Sisanya mengalir ke sungai,” katanya.

Menurut Damanhuri, pemanfaatan sumber air Banyusoco sebenarnya pernah masuk dalam rencana Pemerintah DIY melalui program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional 2.

Dalam perencanaan tersebut, sumber air Banyusoco akan dimanfaatkan untuk melayani sebagian warga di Gunungkidul hingga wilayah Bantul dan Sleman sisi timur.

Namun, rencana tersebut hingga kini belum terealisasi. Damanhuri menilai potensi sumber air tersebut layak dimanfaatkan karena kualitas air dan akses menuju sumber relatif mendukung.

“Kalau bisa dimanfaatkan bagus karena sumbernya jernih dan aksesnya juga lumayan mudah,” katanya.

SPAM Regional 2 Banyusoco Belum Dikerjakan

Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Sulistyo Ariwibowo membenarkan bahwa pemanfaatan sumber air Banyusoco melalui Spam Regional 2 belum berjalan.

Menurut dia, program tersebut sudah pernah dimunculkan sejak 2017. Namun, sampai sekarang belum ada realisasi pembangunan Spam Regional 2 yang memanfaatkan sumber air Banyusoco.

“Info yang kami terima, untuk sekarang masih difokuskan dalam upaya mengoptimalkan Spam Kamijoro guna memenuhi kebutuhan air bagi warga Bantul, Kota Jogja hingga Sleman. Jadi, untuk Spam Banyusoco belum dikerjakan,” kata Sulis.

Bisa Suplai Air Panggang hingga Purwosari

Meski belum terealisasi, Sulis berharap potensi sumber air Banyusoco dapat kembali dikembangkan. Salah satu pemanfaatannya adalah untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di Panggang, Paliyan hingga Purwosari.

Pertimbangan lainnya adalah faktor jarak. Secara geografis, sumber air Banyusoco dinilai lebih dekat untuk melayani sejumlah wilayah tersebut dibandingkan mengambil air dari Sungai Bawah Tanah Baron.

“Kalau dari sisi jarak, sumebr Banyusoco lebih dekat untuk akses warga Panggang maupun Purwosari. Makanya, kami berharap program bisa dijalankan,” katanya.

Dengan potensi debit yang mencapai 200 liter per detik di sejumlah titik, sumber air Banyusoco hingga kini masih menjadi potensi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk kebutuhan air masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news