Newswire Selasa, 08 September 2026 10:07 WIB

Foto ilustrasi bantuan pangan non tunai berupa beras. - Dibuat menggunakan Artificial Intelligence
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran menteri menyiapkan berbagai program bantuan bagi masyarakat, termasuk melanjutkan bantuan beras hingga akhir 2026.
Arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin sore. Bantuan beras yang sebelumnya berjalan akan dilanjutkan pada Oktober, November, dan Desember 2026.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan arahan Presiden tersebut menjadi salah satu hasil rapat terbatas.
"Arahan Bapak Presiden itu (bantuan beras) dilanjutkan di bulan-bulan selanjutnya, yaitu Oktober, November, dan Desember," kata Airlangga saat jumpa pers menjelaskan isi ratas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
33,2 Juta Keluarga Jadi Penerima
Program bantuan beras tersebut menyasar 33,2 juta keluarga yang masuk kategori desil 1 sampai dengan desil 4.
Setiap keluarga penerima mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan.
Namun, mekanisme penyaluran bantuan beras tahap kedua yang dijadwalkan rampung pada September 2026 dilakukan dengan sistem rapel.
Dengan skema tersebut, penerima bantuan memperoleh 30 kilogram beras sekaligus pada September 2026.
Bantuan Beras Tahap Kedua Dirapel
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menyampaikan pemerintah memutuskan penyaluran bantuan pangan beras tahap kedua dilakukan sekaligus atau dirapel.
Penyaluran tersebut ditargetkan selesai pada September 2026. Sasaran program adalah penerima desil 1 hingga desil 4 yang jumlahnya lebih dari 33,2 juta keluarga penerima bantuan pangan.
"Nggak usah nunggu sampai nanti bulan depan 10 kilo lagi (disalurkan), bulan depan 10 kilo, tidak! Dikirim sekaligus 30 kilo desil 1 sampai desil 4 yang jumlahnya itu 33 juta lebih penerima bantuan pangan, ya. Diselesaikan, gitu," kata Zulhas usai Rapat Koordinasi Terbatas Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kemenko Pangan Jakarta, Senin.
Setiap penerima memperoleh alokasi 10 kilogram beras per bulan selama tiga bulan. Dengan demikian, total bantuan yang diterima mencapai 30 kilogram sekaligus.
Zulhas meminta Perum Bulog merapel penyaluran tersebut. Artinya, distribusi tidak dilakukan 10 kilogram setiap bulan, melainkan seluruh kebutuhan beras untuk tiga bulan langsung dikirim kepada penerima.
"Kita putuskan tadi, minta Bulog selesaikan dikirimnya, dirapel bulan ini semua. Jadi enggak 10 kilo, 10 kilo, 10 kilo lagi. Tapi langsung 30 kilo dikirim langsung," ujarnya.
Lebih dari 997,2 Ribu Ton Beras Disalurkan
Menurut Zulhas, percepatan distribusi bantuan pangan beras tersebut mencapai lebih dari 997,2 ribu ton.
Penyaluran dengan jumlah tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan masyarakat sekaligus membantu menjaga stabilitas harga beras nasional.
Sementara itu, dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Presiden Prabowo juga memberikan sejumlah instruksi terkait kesiapan pemerintah dalam menghadapi El Niño.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

7 hours ago
8

















































