Kondisi Tangan Korban Setelah Ditangani. (Dok: Ist)KabarMakassar.com — Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video amatir yang menampilkan seorang pemuda merintih kesakitan di Rumah Sakit (RS) Padjonga Daeng Ngalle, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Pemuda tersebut diduga menjadi korban pembusuran anak panah (busur) hingga tertancap di telapak tangan kiri korban.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Minggu (24/05) dini hari sekitar pukul 01.25 WITA.
Korban diidentifikasi bernama Aji Febrianto (20), seorang warga Kelurahan Pattallassang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar. Ia diduga menjadi korban kebrutalan sekelompok pengendara motor.
Saat dikonfirmasi di kediaman orang tuanya di Jalan Pallantikang pada Senin (25/05), korban yang masih mengalami trauma.
Aji menceritakan, saat itu dirinya tengah dalam perjalanan pulang ke rumah usai mengonsumsi minuman keras jenis tuak (ballo) di sekitar wilayah Pattallassang. Namun di tengah jalan, tepatnya di dekat SMK Yapta atau ruko bekas Alfamidi yang sudah lama tutup, perjalanannya mendadak dicegat oleh kelompok pemotor.
“Ada sekitar 10 sepeda motor berboncengan yang mencegat saya. Salah satu dari mereka tiba-tiba mengeluarkan dan mengacungkan sebilah parang ke arah tubuh saya,” ujar Aji, Senin (25/05).
Berusaha membela diri, Aji refleks menepis serangan parang tersebut. Nahas, di saat yang sama, pelaku lain melepaskan anak panah (busur) ke arahnya. Anak panah tersebut akhirnya tertancap kuat di telapak tangan kiri korban.
Meski menjadi korban, Aji Febrianto menegaskan bahwa dirinya enggan melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian. Alasan utamanya adalah rasa malu dan tekanan psikologis setelah videonya di rumah sakit viral dan menuai banyak hujatan dari netizen di media sosial.
Saat ini, kondisi kesehatan Aji mulai membaik setelah menjalani tindakan operasi medis di RS Padjonga Daeng Ngalle untuk mencabut mata busur yang tertanam di tangannya. Ia kini memilih fokus menjalani masa pemulihan di rumah orang tuanya.
Di tempat terpisah, Kapolsek Pattallassang AKP Andi Aldi, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, menyatakan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian belum menerima laporan resmi dari korban terkait insiden pembusuran tersebut.
AKP Andi Aldi juga menambahkan bahwa personelnya rutin menggelar patroli malam di sekitar lokasi yang dimaksud oleh korban, namun tidak menemukan adanya tanda-tanda pergerakan kelompok geng motor pada malam kejadian.
“Kami tidak menerima laporan terkait kejadian itu. Saat anggota melakukan patroli di seputaran wilayah Pattallassang, kami juga tidak melihat adanya sekelompok pemotor yang melintas,” jelas AKP Andi Aldi.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa hingga saat ini situasi keamanan di daerah berjuluk Butta Panrannuangku ini masih tergolong aman dan kondusif dari gangguan geng motor. Kendati demikian, polisi mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan ke Polres Takalar atau Polsek terdekat jika melihat ada aktivitas warga yang mencurigakan di jalanan.


















































