Ray Dalio. - Instagram.
Harianjogja.com, JOGJA—BPI Danantara bentukan Presiden Prabowo melibatkan sejumlah tokoh asing untuk masuk dalam jajaran pengawas. Meski belum secara resmi diumumkan namun sejumlah nama asing bermunculan. Setelah eks Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, kini muncul nama baru yaitu Ray Dalio.
Ray Dalio merupakan salah satu dedengkot investor asal Amerika Serikat. Masuknya nama Ray Dalio ini dibenarkan oleh Wakil Ketua Dewan Pengawas BP Danantara Muliaman Hadad. Ia membenarkan kabar tersebut, meski demikian pengumuman resmi akan disampaikan oleh CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.
BACA JUGA : Danantara Segera Buka Lowongan Pengisi Struktur Organisasi
“Nanti diumumkan resmi sama Pak Rosan,” katanya dilansir JIBI/Bisnis Indonesia, Senin (26/2/2025).
Siapa Ray Dalio?
Ray Dalio punya nama lengkap Raymond Thomas Dalio lahir pada 8 Agustus 1949 di lingkungan Jackson Heights wilayah Queens, New York City. Ia sudah malang melintang di dunia investasi sejak puluhan tahun silam. Salah satu yang paling populer adalah keberhasilannya mendirikan Bridgewater Associates. Merupakan sebuah dana lindung nilai terbesar di dunia atau wadah investasi yang mengumpulkan dana dari investor untuk diinvestasikan dalam berbagai aset. Ray Dalio mendirikan Bridgewater Associates itu sejak 1975 di New York.
Firma ini melayani klien institusional termasuk dana pensiun, dana abadi yayasan, pemerintah asing dan bank sentral. Pada tahun 2023, Bridgewater adalah manajer dana lindung nilai paling menguntungkan keempat dalam sejarah dalam pengembalian dolar absolut. Firma ini dimulai sebagai layanan penasihat investasi institusional, beralih ke investasi institusional, dan memelopori pendekatan investasi paritas risiko pada tahun 1996.
Ray Dalio merupakan lulusan Harvard University dan bersekolah di C.W. Post College dari Long Island University sebelum menerima gelar MBA dari Harvard Business School pada tahun 1973. Selain sebagai investor kawasan, Dalio juga aktif menulis. Buku karyanya telah diluncurkan seperti Principles: Life & Work, tentang manajemen perusahaan dan filosofi investasi. Buku tersebut masuk dalam daftar buku terlaris The New York Times.
Dalio adalah anak dari musisi jazz, Marino Dallolio spesialis klarinet dan saksofon di klub jazz Manhattan dan serang ibu rumah tangga Ann. Semasa kecil Dalio pernah menjadi caddy di The Links Golf Club. Dia menjadi caddy untuk banyak profesional Wall Street, termasuk veteran Wall Street, George Leib.
BACA JUGA : Presiden Prabowo Berharap Danantara Bisa Bikin BUMN Setara Perusahaan Dunia
Leib mengajak Dalio ke apartemen mereka di Park Avenue untuk makan malam. Putra pasangan itu, seorang pedagang Wall Street, kemudian Dalio diberi pekerjaan musim panas di perusahaan perdagangannya. Setelah bersama Leib, Dalio mulai berinvestasi sejak usia 12 tahun, ketika dia membeli saham Northeast Airlines dan melipatgandakan investasinya setelah maskapai tersebut bergabung dengan perusahaan lain.
Pengalaman di bidang investasi sangat banyak, maka tidak heran jika BPI Danantara bentukan Presiden Prabowo menunjuk investor gaek, Ray Dalio.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News