Qodari Ungkap Alasan Modi Sebut Prabowo Sahabat Istimewa

7 hours ago 6

Qodari Ungkap Alasan Modi Sebut Prabowo Sahabat Istimewa

Qodari mengungkap PM Narendra Modi menyebut Prabowo sebagai sahabat tanpa sekat. Diplomasi personal dinilai memperkuat posisi Indonesia. /Antara.

Harianjogja.com, JAKARTA—Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengungkapkan kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi. Menurut Qodari, Modi bahkan menyebut Prabowo sebagai sahabat tanpa sekat, yang dinilai mencerminkan kuatnya hubungan personal antarkedua pemimpin.

Pernyataan tersebut disampaikan Qodari saat menjadi pembicara dalam acara Bisnis Indonesia Forum di Jakarta, Rabu. Ia menilai hubungan personal yang dibangun Presiden Prabowo menjadi salah satu modal penting dalam memperkuat diplomasi Indonesia di tingkat internasional.

"Pak PM Modi mengatakan begini, 'Persahabatan saya dengan Pak Prabowo melebih batas-batas sekat-sekat hak cipta'," kata Qodari.

Kedekatan Personal Dinilai Perkuat Diplomasi

Menurut Qodari, pernyataan Narendra Modi menunjukkan eratnya hubungan yang berhasil dibangun Presiden Prabowo dengan para pemimpin dunia.

Ia menilai kemampuan diplomasi Presiden Prabowo mampu menembus berbagai sekat birokrasi dalam hubungan antarnegara. Karena itu, ia menyayangkan masih adanya pihak yang belum melihat efektivitas pendekatan personal yang dilakukan kepala negara.

Qodari mengatakan pola komunikasi yang lebih cair tersebut terbukti ikut memperkuat posisi Indonesia dalam pergaulan internasional.

Tidak Hanya Narendra Modi

Qodari menegaskan penghormatan terhadap Presiden Prabowo tidak hanya datang dari Perdana Menteri India. Menurut dia, sejumlah pemimpin dunia lainnya juga secara terbuka menunjukkan kedekatan serupa.

"Dan yang ngomong begitu bukan cuma Pak PM Narendra Modi. Donald Trump juga ngomong begitu, 'Ini teman saya'. Pak Putin juga begitu. Macron juga begitu," ujar Qodari.

Relasi Internasional Disebut Bermuara pada Kepentingan Nasional

Lebih lanjut, Qodari menegaskan jaringan hubungan internasional yang dibangun Presiden Prabowo bukan sekadar untuk kepentingan seremonial.

Menurut dia, seluruh diplomasi tersebut diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat Indonesia, termasuk dalam sektor energi nasional.

Sebagai contoh, Qodari menyinggung potensi kerja sama dengan Rusia yang memiliki produksi minyak sekitar 11 hingga 12 juta barel per hari, sementara kebutuhan domestiknya sekitar 5 juta barel.

"Rusia itu produksinya sehari 11 atau 12 juta barel lah. Kebutuhan dia cuma 5 juta. Nah kalau kita ngambil 1 juta aja aman kita," ucap Qodari.

Ia menjelaskan, ketika konflik di Timur Tengah menyebabkan Selat Hormuz—salah satu jalur utama distribusi minyak dunia—ditutup, Presiden Prabowo disebut bergerak mencari solusi atas defisit kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) domestik yang mencapai sekitar satu juta barel per hari melalui kedekatan yang telah terjalin dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news