Riset ke Lapangan, MoU BPTU-HPT Padang Mangatas dan Politeknik Payakumbuh Fokus Inovasi Peternakan

20 hours ago 6

Hayati Sumbar

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF — Kolaborasi antara dunia riset dan pendidikan kembali diperkuat melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mangatas dengan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Rabu (22/4/2025).

Kesepakatan yang berlangsung di kampus Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pengembangan sektor peternakan dan kesehatan hewan berbasis inovasi di Sumatera Barat.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala BPTU-HPT Padang Mangatas Farouk Mochtar, bersama Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, John Nefri, disaksikan oleh jajaran kedua institusi, mulai dari tim teknis hingga civitas akademika.

Momentum ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan titik awal penguatan sinergi yang diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan di sektor peternakan dan kesehatan hewan modern.

Kerja sama tersebut membuka ruang kolaborasi luas, mulai dari penguatan riset terapan, pengembangan sumber daya manusia, hingga penerapan teknologi inovatif yang berorientasi pada keberlanjutan.

Dalam suasana diskusi yang hangat dan konstruktif, kedua pihak turut membahas sejumlah isu strategis yang dinilai memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

Salah satu yang mencuat adalah potensi biomassa, termasuk pemanfaatan batang kaliandra, sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan. Inisiatif ini dipandang penting dalam mendukung ketahanan energi di sektor peternakan dan kesehatan hewan sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional.

Selain itu, perhatian juga diarahkan pada pemanfaatan tanaman Indigofera sebagai pakan ternak berkualitas tinggi. Tanaman ini dinilai memiliki kandungan nutrisi yang baik dan berpotensi meningkatkan produktivitas ternak, sekaligus memperkuat s5 Peternakan dan kesehatan hewan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Isu lain yang tak kalah penting adalah pengembangan sapi pesisir sebagai plasma nutfah asli Sumatera Barat. Potensi genetik yang dimiliki sapi ini dinilai strategis untuk terus dikembangkan, baik dari sisi produktivitas maupun daya tahan terhadap penyakit.

Kepala BPTU-HPT Padang Mangatas, Farouk Mochtar, menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari upaya besar dalam membangun sistem
peternakan dan kesehatan hewan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Pengembangan agrosilvopastura di wilayah Padang Mangatas terus kami dorong seiring penguatan konservasi hutan, lahan, dan air. Bersama masyarakat, kami akan menanam tanaman bernilai ekonomis sekaligus menjaga pohon yang perlu dilindungi sebagai bagian dari keseimbangan ekosistem,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan komoditas lokal, khususnya sapi pesisir, sebagai identitas sekaligus kekuatan daerah.

“Sapi pesisir kami dorong pengembangannya melalui integrasi budidaya dengan lahan sawit. Ini merupakan sapi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat yang adaptif, tahan terhadap penyakit jembrana, serta memiliki kemampuan reproduksi yang baik,” kata Farouk.

Lebih jauh, ia menilai sinergi dengan perguruan tinggi akan mempercepat proses transfer teknologi dan menciptakan generasi muda yang siap menghadapi tantangan sektor peternakan masa depan.

“Kami ingin kolaborasi ini melahirkan inovasi yang tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar dapat diterapkan di lapangan dan memberi manfaat nyata bagi Peternakan dan kesehatan hewan ,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan peresmian Teaching Factory Kopi Payuang, unit usaha berbasis kampus yang menjadi simbol penguatan kewirausahaan mahasiswa.

Kehadiran teaching factory ini diharapkan mampu menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri, sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis inovasi.

Suasana kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut mencerminkan optimisme kedua institusi dalam membangun kemitraan jangka panjang.

Dengan kolaborasi yang semakin erat, BPTU-HPT Padang Mangatas dan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh diyakini mampu melahirkan sumber daya manusia unggul serta inovasi yang berdampak nyata, khususnya bagi kemajuan sektor peternakan dan kesehatan hewan di Sumatera Barat.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news