Salah PIN 13 Kali, HP Samsung Galaxy Bisa Terkunci Permanen

4 hours ago 2

Jumali

Jumali Rabu, 29 Juli 2026 10:27 WIB

Salah PIN 13 Kali, HP Samsung Galaxy Bisa Terkunci Permanen

Galaxy Z Fold5 dan Z Flip5 (Samsung)

Harianjogja.com, JOGJA—Samsung resmi memperketat sistem keamanan perangkat Galaxy melalui pembaruan One UI 9. Kebijakan baru ini membuat pengguna harus lebih berhati-hati saat memasukkan PIN, pola, atau kata sandi layar kunci.

Berdasarkan dokumen dukungan resmi Samsung yang diperbarui pada Juli 2026, perangkat Galaxy yang diluncurkan dengan One UI 9 akan terkunci permanen setelah 13 kali percobaan membuka kunci yang gagal. Jika batas tersebut terlampaui, satu-satunya cara untuk menggunakan perangkat kembali adalah melakukan factory reset atau pengaturan ulang pabrik.

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah perlindungan terhadap serangan brute force, yaitu upaya membobol perangkat dengan mencoba berbagai kombinasi PIN atau kata sandi secara berulang hingga menemukan yang benar. Samsung menilai metode ini penting untuk melindungi data pribadi pengguna dari akses tidak sah.

Berbeda dengan sistem lama yang relatif lebih longgar, One UI 9 menerapkan jeda waktu yang semakin panjang setiap kali pengguna salah memasukkan PIN atau kata sandi.

Setelah lima kali gagal, pengguna harus menunggu satu menit sebelum mencoba kembali. Jika kesalahan terus berlanjut, waktu tunggu meningkat menjadi lima menit, 15 menit, 30 menit, hingga akhirnya mencapai 24 jam setelah percobaan gagal ke-12. Apabila percobaan ke-13 juga gagal, perangkat akan masuk ke status terkunci permanen dan memerlukan reset pabrik.

Jadwal penalti yang diterapkan Samsung adalah:

* 5 kali gagal: tunggu 1 menit
* 6 kali gagal: tunggu 5 menit
* 7 kali gagal: tunggu 15 menit
* 8 kali gagal: tunggu 30 menit
* 9 kali gagal: tunggu 90 menit
* 10 kali gagal: tunggu 4 jam
* 11 kali gagal: tunggu 12 jam
* 12 kali gagal: tunggu 24 jam
* 13 kali gagal: perangkat terkunci dan wajib factory reset.

Untuk mengurangi risiko akibat sentuhan tidak sengaja di dalam saku atau tas, Samsung juga menambahkan mekanisme penghitung cerdas. Sistem tidak akan menghitung beberapa kali input salah yang identik secara berurutan sebagai kegagalan terpisah. Dengan kata lain, jika pengguna berulang kali memasukkan PIN yang sama dan tetap salah, hitungannya tidak akan bertambah secepat metode konvensional.

Meskipun banyak pengguna mengandalkan sidik jari atau pengenalan wajah, Samsung mengingatkan bahwa PIN, pola, atau kata sandi utama tetap harus diingat. Sistem Android mewajibkan pengguna memasukkan kredensial utama secara berkala sebagai bagian dari kebijakan autentikasi keamanan yang lebih kuat.

Kebijakan baru ini pertama kali diterapkan pada perangkat Galaxy yang hadir langsung dengan One UI 9, termasuk lini ponsel lipat terbaru Samsung. Namun Samsung menyatakan bahwa implementasi fitur dapat berbeda bergantung pada model perangkat, wilayah pemasaran, dan versi perangkat lunak yang digunakan.

Bagi pengguna yang terpaksa melakukan factory reset, perangkat tetap dilindungi oleh fitur Factory Reset Protection (FRP). Setelah reset selesai, pengguna harus memasukkan akun Samsung dan akun Google yang sebelumnya terhubung ke perangkat. Tanpa kredensial tersebut, ponsel tidak dapat diaktifkan kembali sehingga tetap aman dari penyalahgunaan oleh pihak yang tidak berwenang.

Karena itu, pengguna Galaxy disarankan melakukan pencadangan data secara rutin ke layanan cloud dan memastikan PIN atau kata sandi utama tidak mudah terlupakan. Kehilangan akses ke akun Samsung maupun akun Google setelah reset dapat membuat proses pemulihan perangkat menjadi jauh lebih sulit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news