
Tim SAR Gabungan melakukan operasi pencarian orang hilang di Hutan Pathuk, Girikerto, Turi. /Istimewa-Basarnas Yogyakarta.
Harianjogja.com, SLEMAN— Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian Gito Sehono Giman, 68, warga Girikerto, Turi, Sleman, yang hilang di kawasan Hutan Pathuk. Memasuki hari keempat operasi, Selasa (18/8/2026), tim memfokuskan penyisiran ke arah bawah dari lokasi terakhir Gito terlihat.
Humas Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto, mengatakan pencarian kali ini diarahkan hingga sekitar satu kilometer dari titik terakhir korban terlihat. Langkah tersebut dilakukan untuk menelusuri kemungkinan korban menggunakan jalur berbeda saat perjalanan pulang.
"Sekarang itu kita menyisir dari titik lokasi simbahnya terlihat itu ke arah bawah," jelas Pipit saat dihubungi, Selasa (18/8/2026).
Sebelumnya, Tim SAR Gabungan telah menyisir area di sekitar lokasi terakhir Gito terlihat, termasuk bagian kiri, kanan, atas, dan bawah titik tersebut.
"Kemarin kita fokus di lokasi terakhir itu, di sekitar situ, di kiri-kanannya, atas-bawahnya gitu kan. Nah, sekarang kita lebih ke bawah lagi, ke arah pulang," imbuhnya.
Lima SRU Diterjunkan
Pada hari keempat pencarian, sebanyak lima Search and Rescue Unit (SRU) diterjunkan untuk menyisir kawasan tersebut. Setiap regu terdiri dari sekitar 15 hingga 18 personel yang berasal dari Basarnas Jogja, TNI, Polri, warga lokal, komunitas, serta relawan.
Selama empat hari operasi, Tim SAR Gabungan telah menyisir sejumlah area yang diperkirakan berkaitan dengan pergerakan korban.
Pada hari pertama dan kedua, pencarian difokuskan di sekitar lokasi terakhir Gito terlihat. Tim juga menyusuri jalur yang digunakan korban ketika berangkat mencari rumput.
Penyisiran jalur keberangkatan dilakukan setelah tim mendapatkan rekaman CCTV yang memperlihatkan Gito berada di dekat posko dan berjalan menuju kawasan untuk mencari rumput.
"Jalur simbahnya berangkat itu kan kita sisir juga. Karena kemarin kita cek CCTV itu, simbahnya kelihatan di CCTV dekat posko sini mengarah ke berangkat ngarit. Makanya kita sisir di jalurnya simbahnya jalan itu, simbahnya berangkat nyari rumput itu. Dari situ sampai ke titik yang terakhir terlihat itu," terang Pipit.
Hari Ketiga Sisir Tebing
Pada hari ketiga, Tim SAR Gabungan memperluas pencarian ke kawasan tebing dengan menerjunkan tim vertical rescue.
Tim tersebut sempat diturunkan setelah muncul informasi mengenai bau yang tercium dari salah satu area tebing. Namun, setelah dilakukan pengecekan, bau tersebut ternyata berasal dari bangkai ayam.
Memasuki hari keempat, tim kembali mengubah fokus pencarian. Kali ini penyisiran dilakukan ke arah bawah dari titik terakhir Gito terlihat.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencari kemungkinan korban pulang melalui jalur berbeda dari rute yang digunakan ketika berangkat.
"Sekarang itu coba dari titik simbahnya terlihat terakhir itu ke arah bawah. Tidak lewat jalur yang simbahnya berangkat tadi, enggak. Siapa tahu simbahnya pulang lewat jalur lain," jelas Pipit.
"Jadi kita sisir yang dari titik simbahnya terlihat ke arah jalur lain yang beda sama yang jalur berangkatnya," tandasnya.
Hingga Selasa (18/8/2026), Tim SAR Gabungan belum menemukan keberadaan Gito maupun barang-barang miliknya yang dapat menjadi petunjuk pencarian.
"Belum ada yang ditemukan barang-barangnya beliau ini, sandal, sabit, tali itu belum ada ditemukan," jelas Pipit.
Berangkat Mencari Rumput Bersama Dua Rekan
Koordinator Unit Siaga SAR Sleman, Dhedi Prasetya, sebelumnya mengatakan operasi pencarian dilakukan dengan membagi wilayah menjadi sejumlah sektor.
Setiap tim melakukan penyisiran sesuai sektor yang telah ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi medan, vegetasi, sungai musiman, serta sejumlah tebing yang cukup curam.
Berdasarkan informasi yang diterima Tim SAR, Gito berangkat mencari rumput pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 06.00 WIB bersama dua rekannya.
Sesampainya di kawasan Pathuk, ketiganya berpencar untuk mencari rumput. Dua rekan Gito kemudian kembali ke kampung sekitar pukul 09.00 WIB.
Namun, hingga sekitar pukul 10.00 WIB, Gito belum juga tiba di rumah. Keluarga kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada warga hingga pencarian terhadap korban dilakukan.
Hingga hari keempat operasi, Tim SAR Gabungan masih melakukan penyisiran untuk menemukan keberadaan Gito.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

5 hours ago
5

















































