Sebelum Anak Kembali ke Sekolah, Pastikan Satu Hal Ini Tidak Terlewat

6 hours ago 4

Sebelum Anak Kembali ke Sekolah, Pastikan Satu Hal Ini Tidak Terlewat

Ilustrasi pemeriksaan mata./ Ist

JAKARTA– Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, sebagian besar orang tua biasanya fokus menyiapkan berbagai kebutuhan sekolah anak, mulai dari seragam hingga perlengkapan belajar. Namun, ada satu hal penting yang kerap terlewat, yakni pemeriksaan kesehatan mata.

Padahal, penglihatan yang optimal memegang peran penting dalam mendukung proses belajar anak di sekolah. Tanpa disadari, banyak anak mengalami gangguan penglihatan, seperti miopia (rabun jauh atau mata minus), yang baru terdeteksi ketika kondisinya sudah cukup tinggi saat pertama kali diperiksa.

Miopia merupakan kondisi yang berkembang secara bertahap, terutama pada anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan. Tanpa penanganan yang tepat, minus pada mata dapat terus bertambah dari waktu ke waktu sehingga berpotensi memengaruhi kualitas penglihatan dalam jangka panjang. Tidak sedikit anak yang tidak menyadari penglihatannya mulai menurun. Akibatnya, orang tua baru mengetahui kondisi tersebut setelah anak mengalami kesulitan saat mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Orang tua perlu mewaspadai sejumlah tanda yang dapat mengindikasikan adanya gangguan penglihatan pada anak, seperti sering memicingkan mata, duduk terlalu dekat saat menonton televisi, membaca buku atau menggunakan gawai dengan jarak terlalu dekat, sering berpindah ke bangku depan karena kesulitan melihat tulisan di papan tulis, hingga terlalu sering mengucek mata. Karena itu, pemeriksaan mata secara rutin menjadi langkah awal yang penting untuk memastikan kondisi penglihatan anak tetap optimal.

Seiring perkembangan teknologi kesehatan mata, penanganan miopia kini tidak lagi hanya berfokus pada koreksi penglihatan menggunakan kacamata minus biasa, tetapi juga mencakup manajemen miopia yang bertujuan membantu mengendalikan pertumbuhan minus pada anak.

Salah satu inovasi yang tersedia saat ini adalah lensa terapi dengan teknologi DIMS (Defocus Incorporated Multiple Segments). Berbeda dengan lensa kacamata konvensional yang hanya berfungsi mengoreksi penglihatan agar anak dapat melihat lebih jelas, teknologi DIMS juga dirancang untuk membantu memperlambat pertumbuhan minus pada mata anak.

Teknologi tersebut hadir pada lensa terapi MiYOSMART dari HOYA. Lensa ini didukung oleh penelitian klinis terpanjang di kategori lensa kacamata untuk manajemen miopia dan telah terbukti membantu menahan pertumbuhan minus pada anak. MiYOSMART juga telah meraih berbagai penghargaan internasional atas inovasi dan kontribusinya di bidang kesehatan mata.

Untuk mendorong lebih banyak orang tua melakukan deteksi dan intervensi sejak dini, HOYA menghadirkan kampanye "Mulai Lebih Awal" serta program subsidi sebesar Rp2.000.000 untuk pembelian lensa terapi MiYOSMART di optik rekanan HOYA di seluruh Indonesia hingga akhir Agustus 2026.

Melalui kampanye tersebut, HOYA mengajak para orang tua agar tidak menunggu hingga minus anak bertambah tinggi sebelum mengambil tindakan. Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan mata sejak dini menjadi langkah penting dalam mencegah kondisi yang lebih serius di kemudian hari sekaligus memulai manajemen miopia lebih awal agar pertumbuhan minus anak dapat lebih terkontrol.

Pada akhirnya, masa depan penglihatan anak tidak hanya ditentukan oleh kondisi matanya saat ini, tetapi juga oleh langkah yang diambil orang tua untuk mendeteksi dan mengelola pertumbuhan miopia sejak dini. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Ujang Hasanudin

Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news