Pencanangan SE2026 di Balai Kota Makassar, (Dok: Ist).
KabarMakassar.com — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan, Aryanto, menegaskan seluruh keluarga dan pelaku usaha harus tercakup dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).
Menurutnya, tidak boleh ada satu pun objek pendataan yang terlewat demi menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Suksesnya sensus ekonomi ada dua indikator utama. Pertama, tidak ada keluarga maupun usaha yang terlewatkan. Kedua, kualitas data yang dikumpulkan harus terjamin dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Aryanto saat pencanangan SE2026 di Makassar, Jumat (19/6).
Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan amanah Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik sekaligus menjadi program nasional dengan tingkat kompleksitas paling tinggi karena menghimpun data penduduk, keluarga, pelaku usaha, hingga berbagai aktivitas ekonomi dalam satu pelaksanaan.
“Jika sebelumnya ada sensus penduduk dan sensus pertanian, maka Sensus Ekonomi 2026 menjadi yang paling unik sekaligus paling kompleks karena mencakup seluruh kegiatan ekonomi, penduduk, keluarga, hingga usaha,” ujarnya.
Karena cakupan pendataan yang sangat luas, pemerintah menyiapkan waktu pelaksanaan selama dua setengah bulan. Dalam periode tersebut, petugas akan melakukan pendataan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.
“Ini menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan dukungan semua pihak,” tambahnya.
Di Kota Makassar, BPS Sulawesi Selatan mengerahkan 934 petugas sensus, jumlah terbanyak dibandingkan kabupaten dan kota lain di provinsi tersebut. Para petugas akan menjangkau seluruh wilayah, termasuk kawasan kepulauan yang berada dalam administrasi Kota Makassar.
“Petugas yang kami kerahkan di Kota Makassar merupakan yang terbanyak di Sulawesi Selatan, yaitu 934 orang. Mereka akan melakukan pendataan hingga ke seluruh wilayah, termasuk kawasan pulau-pulau,” ungkap Aryanto.
Ia juga meminta camat dan lurah berperan aktif mendampingi proses pendataan dengan memberikan akses kepada petugas serta memastikan tidak ada wilayah yang luput dari pendataan.
Menurut Aryanto, perhatian khusus terhadap Makassar tidak terlepas dari kontribusinya yang mencapai lebih dari 34 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Selatan. Sebagai pusat perdagangan, jasa, investasi, dan hub kawasan timur Indonesia, kualitas data ekonomi Makassar dinilai sangat menentukan akurasi data ekonomi provinsi secara keseluruhan.
“Kalau berbicara ekonomi Sulawesi Selatan, maka Kota Makassar memiliki peran yang sangat besar. Lebih dari 34 persen perekonomian Sulawesi Selatan ditopang oleh Kota Makassar. Karena itu, keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi di Makassar menjadi perhatian khusus bagi kami,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha berpartisipasi aktif menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 agar pemerintah memiliki data yang menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
“Dengan dukungan seluruh masyarakat dan pelaku usaha, kita dapat mewujudkan kebijakan yang lebih tepat sasaran, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar,” ujar Aliyah.


















































