Jembatan B1 yang merupakan salah satu jembatan tertinggi di Timur Tengah terlihat rusak setelah serangan AS-Israel di Karaj, Iran, Jumat (3/4/2026). ANTARA/Xinhua - aa.
Harianjogja.com, TEHERAN — Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran melaporkan adanya korban jiwa akibat serangan yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam pernyataan resmi, IRGC menyebut lima personel militer Iran tewas dan satu lainnya mengalami luka-luka dalam serangan yang terjadi di wilayah stepa Mughan, Provinsi Ardabil, Minggu.
Korban terdiri dari empat anggota IRGC serta satu prajurit Angkatan Darat Iran. Informasi tersebut diperoleh dari laporan komando distrik Germi dan Parsabad yang telah diverifikasi oleh otoritas setempat.
Rangkaian Serangan dan Balasan
Konflik ini merupakan kelanjutan dari serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, dilaporkan mengalami kerusakan, dengan korban juga berasal dari kalangan sipil.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat yang tersebar di kawasan Timur Tengah.
Awalnya, Washington dan Tel Aviv menyebut operasi tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman program nuklir Iran. Namun, dalam perkembangan berikutnya, muncul pernyataan yang mengindikasikan adanya tujuan untuk mendorong perubahan kekuasaan di Iran.
Klaim Keberhasilan Pertahanan Iran
Di tengah eskalasi tersebut, IRGC juga mengklaim berhasil mencegat sejumlah aset militer lawan. Salah satunya adalah pesawat milik Amerika Serikat yang disebut tengah melakukan operasi pencarian pilot jet tempur F-15E Strike Eagle yang sebelumnya ditembak jatuh di wilayah Iran.
Selain itu, sistem pertahanan udara Iran juga dilaporkan menghancurkan drone Hermes-900 yang memasuki wilayah udara negara tersebut.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa awak pesawat F-15E yang jatuh telah berhasil diselamatkan dan berada dalam kondisi aman. Ia juga menyebut operasi tersebut melibatkan puluhan pesawat tempur.
Situasi di kawasan hingga kini masih tegang, dengan potensi eskalasi lanjutan yang dapat berdampak luas terhadap stabilitas geopolitik dan keamanan global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara

4 hours ago
3

















































