Harianjogja.com, SLEMAN—Stok darah Ramadan di Sleman dipastikan aman. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman menyiagakan sedikitnya 100 kantong darah per hari selama Ramadan 2026 untuk menjamin kebutuhan medis pasien tetap terpenuhi.
Meski jumlah pendonor biasanya menurun saat puasa, skema antisipasi sudah disiapkan agar distribusi darah tidak terganggu.
Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Sleman, dr. Raden Hari Ahmad Muhsin, menegaskan standar minimal stok harian wajib terpenuhi secara konsisten.
Pemantauan dilakukan melalui layanan dalam gedung maupun pergerakan mobile unit yang menyasar berbagai titik strategis di wilayah Sleman. Apabila terjadi kekurangan, koordinasi antarkantor UDD segera dilakukan untuk mendatangkan tambahan pasokan dari wilayah lain.
“Kalau bisa memantau ketersediaan kantong darah dari mobile unit dan dalam gedung PMI. Kalau kurang, kami harus menyediakan dari UDD lain,” ungkap Muhsin saat memberikan keterangan pada Senin (2/3/2026).
Ia menjelaskan, selama Ramadan, pola kedatangan pendonor bergeser ke malam hari setelah berbuka puasa dan melaksanakan salat Tarawih.
Terkait dengan kekhawatiran masyarakat, Muhsin memastikan donor darah pada siang hari tidak membatalkan puasa. Hal itu merujuk pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan pengambilan darah untuk kepentingan kemanusiaan diperbolehkan. Selain itu, partisipasi komunitas nonmuslim turut memperkuat stok darah Ramadan, yang biasanya dikoordinasikan melalui gereja-gereja setiap hari Minggu selama bulan suci.
Berdasarkan data sepanjang 2025, PMI Sleman mengumpulkan 26.426 kantong darah, sedangkan distribusinya mencapai 39.210 kantong. Selisih tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan darah di wilayah Sleman dibandingkan produksi internal.
Ketergantungan terhadap suplai dari luar daerah bahkan terlihat saat libur Natal dan Tahun Baru 2025, ketika lebih dari separuh stok harus dipasok dari wilayah lain demi menutup lonjakan permintaan.
Ke depan, penguatan stok darah Ramadan dan periode krusial lainnya akan dioptimalkan melalui peningkatan donor sukarela serta perluasan jangkauan mobile unit.
Layanan jemput bola kini menyasar kampus, pondok pesantren, gereja, kantor kalurahan, hotel, hingga ruang publik lainnya. Langkah ini diharapkan menjaga keberlanjutan stok darah Ramadan di Sleman, sekaligus menjawab kebutuhan medis yang terus bergerak dinamis seiring meningkatnya layanan kesehatan di kabupaten tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

3 hours ago
1

















































