PADANG, KLIKPOSITIF – Tim sepak bola Gipsum memastikan satu tempat di babak semifinal SPORTALYMPIC 2026 dengan status juara Grup A setelah menaklukkan Pozolan dengan skor 3-1 pada pertandingan terakhir babak penyisihan. Laga penentuan tersebut berlangsung di Lapangan Cubadak, Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Selasa (28/7/2026) sore.
Tiga gol kemenangan Gipsum masing-masing dicetak Darmi Eka Putra melalui tendangan bebas serta Dery Kurniawan P yang memborong dua gol. Sementara itu, satu-satunya gol Pozolan tercipta melalui gol bunuh diri pemain Gipsum, Nanda.
Tambahan tiga poin dari pertandingan tersebut membuat Gipsum menyelesaikan persaingan Grup A dengan hasil sempurna. Dari dua pertandingan yang dijalani, Gipsum berhasil menyapu bersih kemenangan dan mengumpulkan enam poin.
Sebelum menghadapi Pozolan, Gipsum terlebih dahulu meraih kemenangan tipis 1-0 atas Tanah Liat pada pertandingan pekan kedua. Dengan dua kemenangan tersebut, Gipsum berhak menempati posisi puncak klasemen akhir Grup A sekaligus mengamankan tiket ke babak semifinal.
Sementara itu, posisi runner-up Grup A ditempati Tanah Liat dengan koleksi tiga poin. Tanah Liat meraih satu kemenangan dan satu kekalahan dari dua pertandingan yang dimainkan. Dengan hasil tersebut, Gipsum dan Tanah Liat menjadi dua tim dari Grup A yang berhak melanjutkan perjuangan ke fase gugur cabang olahraga sepak bola SPORTALYMPIC 2026.
Jalannya Pertandiungan
Sejak peluit awal dibunyikan, Gipsum langsung mengambil inisiatif serangan. Para pemainnya berusaha menguasai lini tengah dan membangun permainan melalui kombinasi umpan pendek. Pergerakan pemain dari kedua sisi lapangan juga beberapa kali merepotkan barisan pertahanan Pozolan.
Dengan penguasaan bola yang lebih dominan, Gipsum mencoba membuka ruang di antara lini pertahanan lawan. Bola dialirkan dari lini belakang menuju sektor tengah sebelum diteruskan ke pemain sayap dan penyerang.
Sejumlah peluang berhasil diciptakan Gipsum pada awal pertandingan. Namun, rapatnya barisan pertahanan Pozolan membuat berbagai upaya tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol. Para pemain belakang Pozolan tampil disiplin dalam menutup ruang sekaligus memotong aliran bola yang mengarah ke depan gawang.
Pozolan juga tidak hanya bertahan. Ketika mendapatkan kesempatan, mereka berusaha keluar dari tekanan melalui serangan balik cepat. Para pemain Pozolan mencoba memanfaatkan ruang yang ditinggalkan pemain Gipsum saat membantu penyerangan.
Serangan Pozolan beberapa kali dibangun melalui sektor sayap sebelum bola diarahkan ke area pertahanan Gipsum. Namun, lini belakang Gipsum tampil tenang dan disiplin. Setiap serangan balik yang dibangun Pozolan dapat dipatahkan sebelum berkembang menjadi peluang berbahaya.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-14. Salah seorang pemain Pozolan melakukan pelanggaran terhadap pemain Gipsum di luar kotak penalti. Wasit yang melihat kejadian tersebut langsung meniup peluit dan memberikan hadiah tendangan bebas kepada Gipsum.
Darmi Eka Putra dipercaya menjadi eksekutor. Ia melepaskan tendangan terarah yang meluncur ke gawang Pozolan. Penjaga gawang Pozolan berusaha menghalau, tetapi tidak mampu menghentikan laju bola. Gol tersebut membawa Gipsum unggul 1-0 sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para pemainnya.
Setelah membuka keunggulan, Gipsum terus menekan dan meningkatkan intensitas serangan ke wilayah pertahanan Pozolan. Para pemain Gipsum terus berusaha menguasai tempo pertandingan, dan tidak memberikan banyak kesempatan kepada Pozolan untuk mengembangkan permainan.
Pada menit ke-32, Gipsum berhasil menggandakan keunggulan. Gol kedua bermula dari umpan terobosan yang dilepaskan pemain Gipsum dari lini tengah. Dery Kurniawan P berhasil melepaskan diri dari penjagaan pemain belakang Pozolan. Ia menerima umpan tersebut dengan baik dan membawa bola menuju kotak penalti.
Melihat Dery masuk ke area berbahaya, penjaga gawang Pozolan keluar dari sarangnya untuk mempersempit ruang tembak. Namun, Dery tetap tampil tenang dalam situasi satu lawan satu. Ia berhasil mengecoh penjaga gawang sebelum mengarahkan bola ke dalam gawang yang telah terbuka.
Tertinggal dua gol membuat Pozolan berusaha tampil lebih agresif. Mereka meningkatkan tekanan dan mencoba mencari gol balasan untuk membuka peluang mengejar ketertinggalan. Sementara itu, para pemain Pozolan mulai berani keluar menyerang dan memberikan tekanan lebih tinggi kepada pemain Gipsum.
Beberapa kali mereka mencoba melepaskan umpan langsung ke area pertahanan lawan. Namun, kokohnya lini belakang Gipsum membuat serangan tersebut belum mampu menghasilkan peluang yang benar-benar membahayakan gawang.
Di tengah upaya Pozolan memperkecil ketertinggalan, Gipsum justru kembali mencetak gol. Gol ketiga lahir dari situasi bola mati melalui tendangan bebas yang diarahkan ke depan gawang Pozolan. Bola yang meluncur ke area pertahanan gagal diamankan dengan sempurna oleh penjaga gawang Pozolan.
Situasi tersebut menghasilkan bola pantul di depan gawang dan langsung dimanfaatkan para pemain Gipsum. Dery Kurniawan P yang berada pada posisi tepat bergerak cepat menyambut bola. Melalui sundulan terarah, ia mengirimkan bola ke dalam gawang Pozolan.
Penjaga gawang Pozolan berusaha menghalau, tetapi laju bola terlalu sulit dihentikan. Gol tersebut menjadi gol kedua Dery dalam pertandingan tersebut, sekaligus membawa Gipsum unggul semakin jauh dengan skor 3-0.
Keberhasilan Dery mencetak dua gol menjadikannya salah satu pemain yang paling menonjol dalam pertandingan tersebut. Selain menunjukkan ketenangan ketika berhadapan langsung dengan penjaga gawang, ia juga memiliki kepekaan dalam membaca arah bola saat terjadi kemelut di depan gawang.
Unggul tiga gol tidak membuat Gipsum sepenuhnya mengendurkan serangan. Mereka masih berusaha mengontrol jalannya pertandingan dengan menjaga penguasaan bola dan mengurangi kesempatan Pozolan untuk membangun serangan.
Meski demikian, Pozolan tidak menyerah. Para pemainnya terus berusaha memberikan tekanan dan mencari celah untuk mencetak gol balasan. Mereka tetap bermain dengan semangat tinggi meskipun harus menghadapi tekanan dan tertinggal tiga gol.
Usaha Pozolan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-55. Gol tersebut tercipta akibat gol bunuh diri yang dilakukan pemain Gipsum, Nanda. Gol bermula ketika Pozolan melancarkan serangan ke area pertahanan Gipsum. Bola diarahkan ke depan gawang dan memaksa para pemain belakang Gipsum melakukan penyelamatan.
Nanda yang berusaha menghalau bola agar tidak membahayakan gawang justru salah mengantisipasi arah datangnya bola. Bola yang hendak dibuang berbelok masuk ke gawang Gipsum sendiri. Penjaga gawang Gipsum yang telah bergerak ke arah berbeda tidak mampu mencegah bola melewati garis gawang. Gol bunuh diri tersebut membuat Pozolan memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3.
Kartu Merah Amir Hamzah
Setelah kedudukan berubah menjadi 3-1, permainan berlangsung semakin terbuka. Pozolan berusaha menambah gol, sementara Gipsum mencoba memanfaatkan ruang yang tercipta melalui serangan balik melalui umpan-umpan panjang, pergerakan dari sektor sayap, dan duel di depan kotak penalti.
Tensi pertandingan kemudian meningkat setelah kapten Pozolan, Amir Hamzah, melakukan pelanggaran terhadap penjaga gawang Gipsum. Wasit yang menilai pelanggaran tersebut cukup keras langsung memberikan kartu merah kepada pemain yang pernah memperkuat Semen Padang FC itu.
Keputusan wasit tersebut membuat Pozolan harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain. Meski bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit, Pozolan tetap berusaha memberikan perlawanan. Para pemainnya tidak berhenti mengejar bola dan masih mencoba membangun serangan ketika mendapatkan kesempatan.
Sementara, Gipsum merespons situasi tersebut dengan bermain lebih sabar. Mereka berusaha menjaga penguasaan bola hingga menit-menit akhir. Mereka tidak terpancing bermain terburu-buru meskipun tensi pertandingan meningkat setelah terjadinya kartu merah.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir, skor 3-1 untuk kemenangan Gipsum tidak berubah. Para pemain Gipsum pun menyambut hasil tersebut dengan penuh kegembiraan karena berhasil mengamankan tiket ke babak semifinal sekaligus keluar sebagai juara Grup A.
SPORTALYMPIC 2026 merupakan ajang olahraga dan seni yang diselenggarakan PT Semen Padang sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-68 Pengambilalihan Pabrik dari Belanda. Ajang tersebut menjadi wadah bagi karyawan dan keluarga besar perusahaan untuk mempererat kebersamaan, meningkatkan sportivitas, serta membangun semangat kolaborasi di lingkungan PT Semen Padang.
Melalui berbagai cabang olahraga dan seni yang dipertandingkan, SPORTALYMPIC 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memperkuat hubungan antarkaryawan dan kontingen dalam suasana kompetisi yang sehat, meriah, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.(*)

3 hours ago
1


















































