Tasyakuran Jamaah Haji Kota Padang, Fadly Amran Ajak Jemaah Perkuat Program Smart Surau

3 hours ago 1

Spanduk Dealer Program Juli Honda 300 x 50 cm

PADANG, KLIKPOSITIF — Suasana penuh syukur dan kebersamaan menyelimuti Masjid Al-Hakim, Kota Padang, Selasa (28/7/2026), saat Pemerintah Kota Padang bersama Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Padang menggelar Tabligh Akbar dan Tasyakuran Jamaah Haji Kota Padang Tahun 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum menyambut kepulangan para jamaah haji setelah menunaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tasyakuran itu juga dimanfaatkan untuk memperkuat peran jamaah haji dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Kota Padang.

Wali Kota Padang Fadly Amran yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan ucapan selamat datang kembali kepada seluruh jamaah haji Kota Padang. Ia berharap perjalanan spiritual yang telah dilalui para jamaah selama berada di Tanah Suci memberikan perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga seluruh jamaah memperoleh predikat haji yang mabrur dan mabruroh serta seluruh ibadah yang dilaksanakan selama di Tanah Suci mendapatkan pahala berlipat ganda dari Allah SWT,” ujar Fadly.

Fadly juga menyampaikan apresiasi kepada Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Padang yang telah membantu dan memfasilitasi proses keberangkatan jamaah haji hingga mereka kembali ke Kota Padang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Padang yang telah membantu dan memfasilitasi keberangkatan jamaah haji Kota Padang ke Tanah Suci. Alhamdulillah, jamaah haji telah kembali ke Kota Padang,” katanya.

Menurut Fadly, kepulangan jamaah haji tidak semestinya hanya dimaknai sebagai berakhirnya rangkaian ibadah haji. Lebih dari itu, predikat haji diharapkan dapat menjadi energi baru bagi para jamaah untuk memberikan manfaat yang lebih besar di tengah masyarakat.

Karena itu, ia mengajak para jamaah haji Kota Padang ikut mengambil bagian dalam berbagai program keagamaan yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Padang, salah satunya Program Unggulan (Progul) Smart Surau.

Fadly berharap pengalaman spiritual yang diperoleh selama menjalankan ibadah di Tanah Suci dapat diteruskan melalui kontribusi nyata dalam kehidupan masyarakat, terutama dengan terlibat aktif dalam kepengurusan masjid dan musala di lingkungan masing-masing.

“Bapak dan Ibu jamaah haji yang baru saja kembali dari Tanah Suci tentu memiliki pengalaman dan nilai-nilai keagamaan yang sangat kuat. Mari bersama-sama kita salurkan semangat itu untuk membangun kehidupan keagamaan di lingkungan masing-masing,” katanya.

Menurut Fadly, masjid dan musala memiliki posisi penting dalam membangun karakter generasi muda. Karena itu, keterlibatan para jamaah haji diharapkan dapat memperkuat aktivitas keagamaan sekaligus menjadi bagian dari upaya membentengi anak-anak dan remaja dari berbagai pengaruh negatif.

Salah satu program yang menjadi bagian dari Smart Surau adalah Subuh Mubarakah. Program tersebut mendorong anak-anak di Kota Padang untuk membiasakan diri melaksanakan salat Subuh secara berjamaah di masjid dan musala.

Fadly mengatakan, pelaksanaan Subuh Mubarakah telah mendorong ribuan anak di Kota Padang untuk datang ke rumah ibadah pada waktu Subuh. Capaian tersebut, menurut dia, tidak terlepas dari dukungan para pengurus masjid dan musala serta partisipasi masyarakat.

“Melalui Subuh Mubarakah kita telah mendorong ribuan anak-anak di Kota Padang untuk salat Subuh berjamaah di masjid dan musala. Tentunya, hal ini tidak lepas dari keterlibatan pengurus masjid dan musala serta masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai gerakan tersebut penting untuk terus diperkuat karena pembinaan generasi muda membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, tokoh agama, pengurus rumah ibadah, orang tua dan masyarakat harus bergerak dalam arah yang sama.

Fadly mengingatkan bahwa tantangan pembinaan generasi muda saat ini semakin kompleks. Fenomena kenakalan remaja hingga tawuran menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian bersama dan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun aparat penegak hukum.

“Kita melihat berbagai fenomena yang terjadi saat ini, seperti kenakalan remaja dan tawuran. Karena itu, diperlukan peran serta Bapak dan Ibu untuk ikut melihat dan memperhatikan apa yang sedang kita gerakkan bersama, khususnya program-program keagamaan dan pembinaan generasi muda,” katanya.

Selain Smart Surau, Pemerintah Kota Padang juga terus memperkuat pendidikan keagamaan bagi pelajar melalui revisi kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) dan Ta’limul Qur’an lil Aulad (TQA).

Fadly menjelaskan, salah satu penguatan dalam program tersebut diwujudkan melalui pembelajaran 3T, yakni Tahsin, Tafsir, dan Tahfidz Al-Qur’an. Pembelajaran itu dilaksanakan tiga kali dalam sepekan bagi pelajar SMP sederajat.

Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membangun pemahaman dan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Dengan demikian, masjid, musala, lembaga pendidikan keagamaan dan lingkungan keluarga dapat menjadi ruang bersama untuk membentuk generasi muda yang memiliki karakter, pemahaman agama dan kepedulian sosial.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Padang Zulfahmi menyampaikan, pada musim haji 2026, jamaah haji asal Kota Padang yang diberangkatkan ke Tanah Suci berjumlah 1.084 orang. Selain itu, terdapat 13 jamaah asal Kabupaten Kepulauan Mentawai yang turut bergabung dalam keberangkatan melalui Kota Padang.

Zulfahmi mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Padang dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan Kantor Kementerian Haji dan Umrah menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada jamaah, mulai dari persiapan hingga kepulangan ke Tanah Air.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang atas dukungan yang diberikan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini,” kata Zulfahmi.

Namun, perjalanan haji tahun ini juga menyisakan duka. Zulfahmi menyampaikan, terdapat empat jamaah haji Kota Padang yang meninggal dunia di Arab Saudi selama pelaksanaan ibadah haji 2026.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Dalam pelaksanaan haji tahun 2026 ini, terdapat empat jamaah haji Kota Padang yang meninggal dunia di Arab Saudi. Jamaah yang wafat telah dimakamkan di sana,” ujarnya.

Kepulangan jamaah haji ke Kota Padang pun menjadi momentum untuk kembali memperkuat ikatan sosial dan keagamaan. Para jamaah yang telah melalui perjalanan panjang di Tanah Suci diharapkan dapat membawa pulang bukan hanya pengalaman spiritual, tetapi juga semangat untuk memberi manfaat bagi lingkungan.

Tabligh Akbar dan Tasyakuran Jamaah Haji Kota Padang itu turut dihadiri Bupati Kepulauan Mentawai Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai Martinus Dahlan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat Muhammad Rifki, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Padang Zulfahmi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Tarmizi Ismail, serta Plt. Kepala Bagian Kesra Zul Asfi Lubis.

Dari Masjid Al-Hakim, pesan yang mengemuka bukan hanya rasa syukur atas kepulangan para tamu Allah, tetapi juga ajakan agar nilai-nilai yang diperoleh selama berada di Tanah Suci diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Para jamaah haji diharapkan menjadi bagian dari gerakan bersama membangun kehidupan keagamaan yang lebih kuat, memperkuat peran masjid dan musala, serta ikut menjaga generasi muda Kota Padang dari berbagai tantangan sosial.

Dengan semangat tersebut, kepulangan jamaah haji tahun 2026 diharapkan menjadi awal dari pengabdian baru. Predikat haji tidak berhenti pada gelar, tetapi diwujudkan melalui keteladanan, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi keluarga serta masyarakat.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news