Tekan Risiko Stunting dari Hulu, Puskesmas Anak Air Sosialisasikan Program Bulek Rancak

7 hours ago 4

Spanduk Dealer Program Juli Honda 300 x 50 cm

PADANG, KLIKPOSITIF — Upaya menekan angka stunting di Kota Padang terus diperkuat melalui berbagai inovasi pelayanan kesehatan yang menyasar pencegahan sejak dini. Salah satunya dilakukan Puskesmas Anak Air melalui program “Bulek Rancak”, akronim dari Bina Ibu Hamil KEK dan Anemia, yang secara khusus menyasar ibu hamil dengan risiko Kurang Energi Kronis (KEK) dan anemia.

Program tersebut disosialisasikan kepada masyarakat dalam kegiatan yang digelar di Balai Pertemuan “Silih Baganti”, Kompleks Mega Permai, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama. Hadir dalam kesempatan itu Kepala Puskesmas Anak Air Marta Nofa, Lurah Padang Sarai Nasrul, serta tim Pengabdian Masyarakat Dosen Poltekkes Kemenkes Padang, yakni Lita Angelina Saputri, Faridah BD, dan Yussie Ater Merry.

Program “Bulek Rancak” merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Puskesmas Anak Air dengan tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Padang. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat edukasi, pendampingan, serta pencegahan terhadap faktor risiko stunting yang dapat dimulai sejak masa kehamilan.

Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama mengapresiasi lahirnya inovasi tersebut. Menurutnya, upaya pencegahan stunting tidak dapat hanya dilakukan ketika anak telah lahir, melainkan harus dimulai dari hulu, bahkan sejak seorang perempuan memasuki masa kehamilan.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk inovasi nyata yang muaranya adalah pencegahan stunting. Ini adalah hasil kolaborasi yang sangat baik antara jajaran Puskesmas dan Ibu-ibu dosen dari Poltekkes Kemenkes Padang,” ujar Rio.

Ia mengatakan, masa kehamilan merupakan fase penting yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Karena itu, perhatian terhadap kondisi kesehatan ibu hamil harus dilakukan secara menyeluruh sejak awal kehamilan, proses persalinan, hingga anak memasuki tahapan pertumbuhan berikutnya.

Menurut Rio, pencegahan stunting harus menjadi gerakan bersama karena persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan sektor kesehatan. Keluarga, kader posyandu, tenaga kesehatan, pemerintah kelurahan, hingga masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan ibu dan anak mendapatkan perhatian serta pelayanan yang memadai.

“Pencegahan stunting harus dimulai dari hulu, sejak anak masih berada di dalam kandungan, kemudian melalui proses persalinan yang sehat sampai dengan pertumbuhan anak pada fase berikutnya,” tegasnya.

Dengan cakupan wilayah Kecamatan Koto Tangah yang cukup luas, Rio berharap program “Bulek Rancak” tidak berhenti sebagai inovasi di Puskesmas Anak Air. Ia mendorong agar program tersebut terus dikembangkan dan, jika memungkinkan, dapat direplikasi oleh puskesmas lain di wilayah Kecamatan Koto Tangah.

“Harapan kita inovasi ini terus dikembangkan dan bisa direplikasi di puskesmas lainnya yang ada di Kecamatan Koto Tangah,” katanya.

Ibu Hamil KEK dan Anemia Jadi Perhatian

Kepala Puskesmas Anak Air Marta Nofa menjelaskan, “Bulek Rancak” dirancang sebagai upaya edukasi dan pencegahan agar ibu hamil memahami pentingnya menjaga kondisi kesehatan sejak awal kehamilan.

Menurutnya, ibu hamil yang mengalami KEK maupun anemia memiliki risiko lebih besar terhadap berbagai persoalan kesehatan yang dapat berpengaruh terhadap kondisi bayi yang dilahirkan. Karena itu, intervensi harus dilakukan sedini mungkin, bukan ketika kehamilan sudah mendekati persalinan.

“Tujuan kita supaya inovasi ‘Bulek Rancak’ ini dapat mencegah ibu hamil KEK dan anemia, sehingga anak-anak kita tidak lahir dalam kondisi kurus. Jangan sampai kita lagi menyumbang stunting. Kalau bisa, tidak ada lagi penambahan kasus stunting,” ujar Marta.

Ia menekankan pentingnya pemeriksaan kehamilan sejak trimester pertama. Menurutnya, begitu seorang perempuan mengetahui dirinya hamil, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan harus segera dilakukan.

Pemeriksaan sejak dini memungkinkan tenaga kesehatan melakukan pemantauan kondisi ibu dan janin sekaligus memberikan intervensi yang diperlukan, termasuk tablet tambah darah dan vitamin.

“Kalau bisa, dari trimester pertama begitu tahu hamil, langsung datang ke Puskesmas untuk memeriksakan kehamilan. Tujuannya agar mendapatkan tablet tambah darah dan vitamin untuk mencegah anak stunting serta ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK),” katanya.

Marta mengungkapkan, salah satu tantangan yang masih ditemui di lapangan adalah adanya ibu hamil yang baru datang memeriksakan kehamilannya ketika usia kandungan sudah memasuki delapan bulan, bahkan mendekati waktu persalinan.

Kondisi tersebut dinilai berisiko karena ruang untuk melakukan intervensi kesehatan menjadi semakin terbatas. Padahal, berbagai persoalan yang muncul selama kehamilan idealnya diketahui dan ditangani sejak awal.

Karena itu, ia meminta kader kesehatan dan masyarakat ikut mengambil peran aktif dengan mendorong ibu hamil di lingkungannya agar segera memeriksakan kehamilan ke Puskesmas.

Tidak kalah penting, Marta juga mengingatkan masyarakat agar memastikan proses persalinan berlangsung di fasilitas kesehatan. Ia secara tegas meminta agar tidak ada lagi ibu yang memilih melahirkan di rumah, terutama ketika memiliki kondisi kesehatan yang berisiko.

“Kalau hamil sudah 8 atau 9 bulan dengan kadar HB rendah, dikhawatirkan terjadi pendarahan saat persalinan normal. Jika terjadi pendarahan, akibatnya sangat fatal bagi keselamatan ibu dan bayi. Jadi, untuk ke depannya Bapak dan Ibu, jangan lagi ada yang melahirkan di rumah,” tegasnya.

Mega Permai Jadi Sasaran Strategis

Pemilihan Kompleks Mega Permai sebagai lokasi sosialisasi bukan tanpa alasan. Kawasan yang terdiri atas Mega Permai Tahap 1 dan Tahap 2 tersebut merupakan salah satu kawasan permukiman yang cukup besar di Kelurahan Padang Sarai.

Besarnya jumlah sasaran pelayanan posyandu di kawasan tersebut menjadi salah satu pertimbangan Puskesmas Anak Air dalam melaksanakan sosialisasi program “Bulek Rancak”.

Dengan menjangkau masyarakat di kawasan permukiman yang memiliki sasaran pelayanan cukup besar, program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas, khususnya dalam meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Edukasi tidak hanya diberikan kepada ibu hamil, tetapi juga diharapkan menjangkau keluarga dan lingkungan sekitar agar pencegahan stunting menjadi tanggung jawab bersama.

Lurah Padang Sarai Nasrul mengatakan, pemerintah kelurahan bersama tenaga kesehatan terus berupaya memperkuat berbagai program yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Salah satunya melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta pemanfaatan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung upaya menyiapkan anak-anak yang sehat, tumbuh optimal, serta memiliki kemampuan yang baik untuk menyongsong Generasi Emas 2045.

Namun, menurut Nasrul, berbagai program pemerintah tidak akan berjalan maksimal jika tidak diiringi kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat di lingkungan keluarga.

“Pemerintah dan nakes tidak akan pernah berhenti berinovasi, namun keberhasilan ini sangat bergantung pada kesadaran pola hidup sehat di tingkat keluarga. Mari kita dukung bersama program ini demi masa depan anak-anak kita,” ujar Nasrul.

Ia menilai keluarga, terutama ibu rumah tangga, memiliki posisi penting dalam menentukan keberhasilan berbagai program kesehatan. Sebab, penerapan pola makan, kebersihan lingkungan, serta kebiasaan hidup sehat sebagian besar bermula dari rumah.

“Walaupun pihak kesehatan telah berkoar-koar menyampaikan berbagai penyuluhan, tapi jika ibu-ibu tidak memperhatikan pola hidup sehat di rumah dan lingkungan masing-masing, maka apa yang kita inginkan tentu tidak akan tercapai. Kuncinya adalah kesadaran bersama dan kerja sama,” katanya.

Kolaborasi Jadi Kunci Pencegahan

Kehadiran tim Pengabdian Masyarakat dari Poltekkes Kemenkes Padang dalam program “Bulek Rancak” memperkuat pendekatan kolaboratif dalam penanganan persoalan kesehatan ibu dan anak.

Dosen Poltekkes Kemenkes Padang Lita Angelina Saputri, Faridah BD, dan Yussie Ater Merry turut terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari kolaborasi pengabdian kepada masyarakat.

Kolaborasi antara institusi pendidikan kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan tersebut diharapkan dapat memperkuat transfer pengetahuan kepada masyarakat. Dengan pendekatan edukatif dan pendampingan, masyarakat diharapkan tidak hanya mengetahui risiko KEK dan anemia, tetapi juga memahami langkah yang harus dilakukan sejak seorang ibu mengetahui dirinya hamil.

Di sisi lain, keterlibatan kader dan lingkungan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya tersebut. Kader diharapkan mampu menjadi penghubung antara keluarga dengan fasilitas kesehatan, terutama dalam mendeteksi dan mendorong pemeriksaan ibu hamil sedini mungkin.

Melalui “Bulek Rancak”, Puskesmas Anak Air ingin memastikan bahwa pencegahan stunting tidak dilakukan setelah persoalan terjadi, tetapi dimulai jauh sebelum seorang anak dilahirkan.

Pesannya sederhana namun strategis: memastikan ibu sehat sejak awal kehamilan, mencegah KEK dan anemia, memastikan persalinan berlangsung aman di fasilitas kesehatan, serta menjaga tumbuh kembang anak setelah lahir.

Upaya tersebut menjadi penting karena kualitas generasi mendatang sangat ditentukan oleh intervensi yang dilakukan sejak periode awal kehidupan. Dengan keterlibatan pemerintah, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, kader, keluarga, dan masyarakat, program pencegahan stunting diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan sosialisasi, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang berlangsung secara berkelanjutan di tengah masyarakat.

Bagi Kecamatan Koto Tangah, “Bulek Rancak” pun diharapkan menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat pencegahan stunting dari tingkat keluarga. Sebab, ketika ibu hamil sehat, mendapatkan pemeriksaan sejak dini, memperoleh asupan dan suplementasi yang dibutuhkan, serta melahirkan dengan aman, peluang untuk menghadirkan generasi yang sehat dan berkualitas pun semakin besar.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news