Thailand Sebut Indonesia Rival Terpanas di Piala Asia

5 hours ago 2

Jumali

Jumali Kamis, 14 Mei 2026 08:57 WIB

Thailand Sebut Indonesia Rival Terpanas di Piala Asia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman. /Instagram-pssi.

Harianjogja.com, JOGJA— Persaingan Timnas Indonesia dengan Thailand memasuki babak baru menjelang Piala Asia 2027. Pelatih Thailand, Anthony Hudson, secara terbuka menyebut duel melawan Skuad Garuda sebagai “derby ASEAN yang sesungguhnya” dan diprediksi menjadi laga paling panas di fase grup.

Pernyataan itu muncul setelah hasil undian Piala Asia 2027 menempatkan Indonesia dan Thailand dalam Grup F bersama Jepang dan Qatar. Grup tersebut langsung disebut sebagai salah satu grup paling berat karena dihuni dua juara Asia serta dua rival utama dari Asia Tenggara.

Bagi pendukung Timnas Indonesia, ucapan Hudson menjadi sinyal bahwa posisi Garuda mulai berubah di mata rival regional. Selama bertahun-tahun Thailand dikenal sebagai kekuatan dominan sepak bola Asia Tenggara, sementara Indonesia lebih sering dianggap pesaing yang belum stabil.

Kini situasinya mulai berbeda. Performa Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir membuat Thailand mulai melihat Garuda sebagai ancaman serius.

“Perlawanan melawan Indonesia akan menjadi pertandingan masif derby ASEAN yang sesungguhnya,” ujar Anthony Hudson dikutip dari akun Facebook ASEAN Football, Kamis (14/5/2026).

Ucapan tersebut langsung memancing perhatian publik sepak bola Asia Tenggara. Banyak suporter Indonesia menilai pernyataan itu sebagai bentuk pengakuan bahwa kekuatan Garuda tidak lagi bisa dipandang sebelah mata.

Namun, di sisi lain, pernyataan Hudson juga menjadi tekanan tersendiri bagi Timnas Indonesia. Ekspektasi publik dipastikan meningkat karena laga melawan Thailand kini tidak hanya soal perebutan poin, tetapi juga menyangkut gengsi kawasan ASEAN.

Piala Asia 2027 sendiri akan digelar di Arab Saudi mulai 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Grup F dihuni oleh Jepang, Qatar, Thailand, dan Indonesia.

Dua negara pertama merupakan mantan juara Piala Asia, sedangkan Thailand dan Indonesia menjadi wakil ASEAN yang sama-sama membawa ambisi besar.

Jika melihat rekor pertemuan, Thailand memang masih unggul atas Indonesia. Berdasarkan data 11v11, Thailand mencatat 37 kemenangan atas Indonesia di berbagai ajang. Sementara Indonesia mengoleksi 25 kemenangan dan 16 pertandingan lainnya berakhir imbang.

Meski begitu, tren pertemuan kedua tim mulai menunjukkan perubahan. Dalam Piala AFF 2022, dua laga antara Indonesia dan Thailand berakhir imbang. Hasil tersebut memperlihatkan jarak kekuatan kedua negara semakin menipis.

Bagi suporter Garuda, Piala Asia 2027 menjadi kesempatan besar untuk membalikkan sejarah panjang dominasi Thailand di Asia Tenggara.

Hudson juga menegaskan bahwa Thailand tidak hanya fokus menghadapi Indonesia. Tim Gajah Perang disebut sedang menyiapkan diri menghadapi lawan berat seperti Jepang dan Qatar melalui laga persahabatan serta turnamen regional dalam beberapa bulan ke depan.

“Kami ingin tiba di Piala Asia dalam kondisi terbaik dengan tujuan yang jelas. Kita harus bermain dengan berani di setiap pertandingan,” kata Hudson.

Ia juga menekankan bahwa Thailand tidak boleh merasa inferior meski berada di grup berat.

“Bahkan jika orang melihat kami sebagai tim terkecil di grup, kami masih memiliki pemain berpengalaman yang pernah bermain di Piala Asia sebelumnya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bagi Timnas Indonesia bahwa persiapan menuju Piala Asia 2027 tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Grup F dipastikan menjadi medan pertarungan berat karena mempertemukan juara bertahan Asia, raksasa sepak bola Asia, dan dua rival ASEAN yang sama-sama ingin membuktikan diri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news