Pengukuhan Vonny Ameliani Suardi menjadi Ketua KNPi Sulsel (Dok: KabarMakassar).KabarMakassar.com – Pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Sulawesi Selatan (Sulsel) di Makassar disebut menjadi titik penting rekonsiliasi organisasi kepemudaan nasional.
Kehadiran tiga Ketua Umum (Ketum) DPP KNPI dalam satu forum dinilai sebagai sinyal kuat berakhirnya konflik dan dualisme yang selama ini membayangi tubuh KNPI.
Diketahui, ketiga Ketum KNPI yang hadir diantaranya Haris Pratama, Ali Hanafiah, dan Putri Khairunnisa.
Ketua Umum Dewan DPP KNPI, Ali Hanafiah, menegaskan momentum di Sulawesi Selatan bukan sekadar agenda pelantikan biasa, melainkan penanda dimulainya konsolidasi besar organisasi pemuda di Indonesia.
“Hari ini adalah hari yang sangat berbahagia. Pelantikan DPD KNPI Sulawesi Selatan mampu menghadirkan tiga Ketua Umum. Ini momentum bersatunya KNPI di Indonesia,” ujar Ali dalam sambutannya.
Ia menyebut pertemuan para pimpinan KNPI dalam satu panggung merupakan peristiwa langka yang memperlihatkan adanya komitmen bersama untuk mengakhiri perpecahan internal organisasi.
Menurut Ali, keberhasilan menghadirkan suasana persatuan itu tidak terlepas dari peran Ketua DPD KNPI Sulsel, Vonny Ameliani Suardi, yang dianggap mampu membangun komunikasi lintas kelompok.
“Ini luar biasa. Ketua DPD KNPI Sulsel mampu menyatukan kami semua. Ini sejarah,” katanya.
Ali menilai KNPI harus berhenti terjebak dalam konflik berkepanjangan yang tidak memberi dampak positif terhadap penguatan peran pemuda di daerah maupun nasional.
“Ini bukti bahwa kami legowo untuk menjaga penyatuan pemuda Indonesia. Tidak ada lagi pertengkaran yang tidak memberi manfaat,” tegasnya.
Ia berharap model konsolidasi yang terjadi di Sulawesi Selatan bisa menjadi contoh bagi daerah lain agar kepengurusan KNPI di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota berjalan lebih solid dan produktif.
Selain menyoroti isu persatuan organisasi, Ali juga menegaskan komitmen KNPI untuk mendukung agenda prioritas pemerintah, termasuk program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Kami siap mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, termasuk pembangunan dari desa dan penguatan ketahanan pangan,” ujarnya.
Ali mendorong generasi muda mengambil peran lebih besar dalam sektor pertanian, ekonomi desa, hingga pengembangan koperasi. Menurutnya, keterlibatan pemuda menjadi penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Pemuda harus mulai dari desa, menjadi petani milenial, dan berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional,” tambahnya.
Ia juga memastikan tidak perlu lagi ada dualisme kepemimpinan KNPI di Sulawesi Selatan setelah momentum penyatuan tersebut.
“Kehadiran kami di sini untuk menegaskan bahwa tidak ada lagi perpecahan. KNPI Sulsel satu,” tukasnya.


















































