Jumali Rabu, 13 Mei 2026 12:07 WIB

Trofi Piala Dunia - ist/FIFA
Harianjogja.com, JOGJA—Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko memunculkan kontroversi baru soal harga tiket. Kebijakan adaptive pricing milik FIFA membuat harga tiket untuk keluarga pemain dan tamu resmi melonjak drastis hingga rata-rata sekitar Rp52,2 juta per kursi.
Lonjakan harga tersebut terutama dirasakan federasi yang terlambat membeli tiket dalam periode harga tetap yang dibuka FIFA setelah undian grup pada Desember 2025.
Harga Melonjak Setelah Januari 2026
FIFA sebelumnya memberikan waktu sekitar enam minggu bagi federasi peserta untuk membeli tiket dengan harga tetap setelah drawing grup Piala Dunia di Washington pada 5 Desember 2025.Namun setelah akhir Januari 2026, pembelian tambahan langsung masuk ke sistem adaptive pricing atau harga dinamis. Akibatnya, harga tiket melonjak tajam mengikuti tingkat permintaan pasar.
Sejumlah federasi disebut terkejut ketika mengajukan permintaan tiket tambahan untuk keluarga pemain dan tamu resmi karena total biaya yang harus dibayar meningkat drastis. Rata-rata harga tiket bahkan disebut mencapai sekitar USD3.000 atau setara Rp52,2 juta per kursi.
Federasi Kecil Paling Tertekan
Dampak terbesar diperkirakan dirasakan federasi kecil dengan anggaran terbatas. Sementara federasi besar seperti FA disebut relatif aman karena membeli seluruh kebutuhan tiket sejak Desember 2025 sebelum harga melonjak.
Sebaliknya, federasi yang terlambat membeli tiket harus menghadapi biaya tambahan besar di tengah anggaran turnamen yang sudah tinggi. Meski FIFA meningkatkan dana partisipasi untuk setiap negara peserta, sejumlah federasi tetap khawatir mengalami kerugian finansial selama turnamen berlangsung.
Kritik Muncul dari Banyak Pihak
Kebijakan harga dinamis FIFA memicu kritik karena dianggap membuat akses menonton Piala Dunia semakin sulit dijangkau.Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahkan ikut menanggapi isu tersebut.
“Saya tidak akan membayar sebanyak itu,” ujarnya dalam wawancara dengan media AS.
Namun di sisi lain, Andrew Giuliani yang memimpin gugus tugas Piala Dunia bentukan Trump justru mendukung kebijakan FIFA. Ia menegaskan pihaknya tidak percaya pada kontrol harga dalam mekanisme pasar.
Tiket Resale Bisa Lebih Murah
Menariknya, FIFA juga menyediakan platform penjualan ulang resmi yang dalam beberapa kasus menawarkan harga lebih rendah dibanding situs utama. Sebagai contoh, tiket kategori satu laga Amerika Serikat melawan Paraguay di Los Angeles disebut dijual lebih murah di platform resale dibanding harga normal situs utama FIFA. Meski begitu, FIFA tetap mengenakan komisi sekitar 15 persen untuk setiap transaksi resale baik kepada pembeli maupun penjual.
Pelajaran Penting untuk Fans
Kontroversi tiket Piala Dunia 2026 menjadi pengingat penting bagi suporter maupun federasi peserta bahwa membeli tiket lebih awal kini menjadi faktor krusial.
Sistem adaptive pricing membuat harga bisa berubah drastis tergantung permintaan dan waktu pembelian.
Bagi penggemar sepak bola yang ingin menyaksikan langsung turnamen terbesar dunia tersebut, memantau jadwal penjualan resmi FIFA dan platform resale menjadi langkah penting agar tidak harus membayar harga terlalu mahal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

5 hours ago
8

















































