Usai Dilantik, Abdul Hayat Gani Langsung Bicara Kekuatan Perindo

3 weeks ago 25
Usai Dilantik, Abdul Hayat Gani Langsung Bicara Kekuatan PerindoKetua DPW Partai Perindo Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Baru saja resmi dilantik sebagai Ketua DPW Partai Perindo Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani langsung menegaskan arah konsolidasi dan kekuatan partai ke depan.

Ia menilai prosesi pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan peneguhan komitmen kepemimpinan dan soliditas kader.

Usai disumpah oleh Ketua Umum (Ketum) Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo, di hotel Claro Makassar, Kamis (05/02).

Hayat menyinggung rangkaian pelantikan mulai dari pengambilan sumpah jabatan, penyerahan pataka hingga pakta integritas sebagai simbol tanggung jawab besar yang kini diembannya.

“Semua prosesi tadi adalah komitmen leader yang kita bangun bersama. Integritas mudah diucapkan, tapi implementasinya yang sering jadi tanda tanya. Insyaallah Perindo Sulsel siap untuk itu,” tegasnya.

Ia menekankan, integritas saja tidak cukup jika tidak dibarengi kapasitas, sinergitas, loyalitas, serta kekuatan sumber daya.

“Tidak ada kemenangan tanpa kekuatan, tidak ada kekuatan tanpa persatuan dan kesatuan,” ujar Hayat.

Menurutnya, pelantikan ini menjadi momentum menentukan bagi masa depan Perindo di Sulawesi Selatan. Statusnya yang kini definitif bukan lagi pelaksana tugas dinilai menjadi legitimasi penuh untuk bergerak lebih agresif membangun struktur partai.

“Sekarang saya sudah disumpah, sudah ada pataka. Kurang apa lagi? Tinggal bagaimana kita bekerja,” katanya.

Hayat kemudian memaparkan tiga fokus utama yang akan menjadi fondasi gerakan partai dengan membaca kondisi saat ini, menetapkan kondisi yang ingin dicapai, serta melakukan transformasi kepemimpinan.

Ia menegaskan pentingnya meninggalkan pola kepemimpinan transaksional menuju kepemimpinan transformasional yang berbasis ide, inovasi, produktivitas, inklusivitas, dan karakter.

“Kita harus tinggalkan transactional leader, masuk ke transformational leader. Pastikan ada gagasan, inovasi, dan produktivitas,” ujarnya.

Selain konsolidasi internal, Hayat juga menyoroti agenda pemberdayaan masyarakat sebagai instrumen penguatan politik kerakyatan. Ia merumuskan tiga variabel utama yaitu mengurangi beban masyarakat, meningkatkan pendapatan, dan memperkuat edukasi berkelanjutan.

“Kurangi bebannya rakyat, naikkan income-nya, lalu iringi dengan edukasi. Itu cara paling realistis menaikkan kelas masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, perjuangan politik harus selaras dengan tujuan negara sebagaimana termuat dalam pembukaan UUD 1945 juga melindungi rakyat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam konteks wilayah, Hayat mengaku siap melakukan konsolidasi menyeluruh di Sulawesi Selatan yang terdiri dari 24 kabupaten/kota dan ratusan kecamatan.

“Sulawesi Selatan ini 24 kabupaten kota, saya masih mampu keliling. Kecamatan 307, saya masih mampu. Karena itu kita kurangi diskusi, perbanyak eksekusi,” tegasnya.

Ia optimisme kepada seluruh kader agar tetap menjaga komitmen, kejujuran, dan loyalitas dalam membesarkan partai.

“Saya tidak ingin berpanjang lebar. Saya ingin bekerja, bekerja, dan bekerja,” tukasnya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news