Van Gastel: PSIM Layak Dapat Hasil Lebih Baik dari Dewa United

4 hours ago 4

 PSIM Layak Dapat Hasil Lebih Baik dari Dewa United Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel saat ditemui usai sesi latihan di Mandala Krida, Senin (16/3/2026) sore. - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA—Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul Van Gastel, menilai anak asuhnya pantas membawa pulang hasil lebih baik meski harus mengakui keunggulan Dewa United dengan skor tipis 0-1 dalam lanjutan Super League 2025/2026.

Dalam laga yang berlangsung di Banten International Stadium, Jumat (3/4/2026) malam, PSIM harus kebobolan lewat gol penalti pada babak kedua. Meski demikian, Van Gastel melihat pertandingan berjalan seimbang dan timnya tampil cukup kompetitif sepanjang laga.

“Menurut saya pertandingannya tadi kurang seimbang. Laga berjalan sangat ketat dan pada akhirnya sebuah penalti menjadi pembeda di pertandingan ini. Tapi, saya merasa kami layak mendapatkan hasil yang lebih baik daripada sekadar kekalahan,” ujarnya dalam konferensi pers usai pertandingan.

Gol tunggal dalam laga tersebut dicetak oleh Alex Martins pada menit ke-62 melalui eksekusi penalti. Wasit Candra menunjuk titik putih setelah menilai terjadi pelanggaran berupa tarikan jersey oleh pemain PSIM di dalam kotak terlarang.

Meski momen tersebut menjadi penentu hasil akhir, Van Gastel memilih tidak memperpanjang polemik terkait keputusan wasit. Ia menegaskan lebih fokus pada evaluasi performa timnya.

“Soal penalti, saya tidak tahu pasti. Saya tidak mau mendebat keputusan wasit, karena kalau tidak, setiap laga kita hanya akan duduk di sini untuk berdiskusi soal itu. Jadi, saya tidak mau membahas isu tersebut,” katanya.

Menurutnya, persoalan utama PSIM justru terletak pada penyelesaian akhir. Sepanjang pertandingan, Laskar Mataram mampu menciptakan sejumlah peluang, namun gagal dikonversi menjadi gol.

Ia mengakui masalah tersebut bukan hal baru, melainkan sudah menjadi catatan tim sepanjang musim ini.

“Kami memang membuat peluang, tapi sepanjang musim ini kami punya beberapa masalah. Salah satunya adalah di sepertiga akhir lapangan, kurang ‘buas’ atau kurang klinis dalam mencetak gol,” ujarnya.

“Kami butuh banyak peluang dulu baru bisa bikin satu gol, dan itu sangat menguras energi,” lanjutnya.

Senada dengan sang pelatih, gelandang Donny Warmerdam juga menilai PSIM tampil lebih menjanjikan di babak pertama. Namun, dominasi peluang tersebut tidak mampu dimaksimalkan menjadi keunggulan.

“Saya rasa di babak pertama kami punya peluang-peluang yang lebih bagus, sementara mereka tidak terlalu banyak mengancam. Tapi ya, pada akhirnya mereka mencetak gol lewat penalti dan menang,” ujarnya.

Kekalahan ini membuat PSIM tertahan di papan tengah klasemen sementara Super League 2025/2026. Hingga pekan ke-26, PSIM mengoleksi 38 poin dan berada di posisi kedelapan, hanya terpaut satu angka dari Dewa United yang berada tepat di bawahnya.

Evaluasi di lini depan menjadi pekerjaan rumah penting bagi PSIM jika ingin bersaing lebih konsisten pada sisa musim ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news