Viral! Turnamen Sepak Bola Tarkam di Bojonegoro Sudah Pakai VAR

8 hours ago 5

Viral! Turnamen Sepak Bola Tarkam di Bojonegoro Sudah Pakai VAR

Turnamen Putra Bangsa Cup II 2026 di Bojonegoro viral karena menggunakan teknologi VAR. Simak fakta, jadwal, dan respons netizen. /Instagram.

Harianjogja.com, BOJONEGORO—Pemanfaatan teknologi Video Assistant Referee (VAR) kini tak lagi identik dengan kompetisi sepak bola level profesional.

Turnamen antarkampung (tarkam) Putra Bangsa Cup II 2026 di Desa Talun, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro, menjadi sorotan setelah mengadopsi teknologi tersebut dalam pertandingan. Kehadiran VAR di level sepak bola desa pun viral di media sosial dan memancing beragam tanggapan dari pencinta sepak bola Indonesia.

Selama ini, VAR lebih dikenal digunakan pada kompetisi elite seperti Liga 1 maupun berbagai turnamen internasional. Namun, suasana berbeda terlihat di Putra Bangsa Cup II 2026, ketika perangkat tersebut digunakan untuk membantu wasit mengambil keputusan dalam sejumlah insiden krusial di lapangan.

Wasit Tinjau Ulang Keputusan Lewat Monitor VAR

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, perangkat VAR tidak hanya menjadi pelengkap pertandingan, tetapi benar-benar difungsikan untuk membantu pengadil lapangan.

Wasit utama beberapa kali melakukan peninjauan ulang terhadap insiden penting, seperti dugaan pelanggaran di area penalti maupun pelanggaran keras, sebelum menetapkan keputusan akhir.

"Kehadiran teknologi ini membuat keputusan yang diambil menjadi lebih akurat, objektif, dan adil bagi kedua belah tim," tulis keterangan dalam unggahan yang viral tersebut.

Salah satu momen yang menarik perhatian publik adalah ketika wasit berjalan menuju monitor VAR di sisi lapangan untuk melihat tayangan ulang secara langsung. Setelah meninjau rekaman, ia kembali memasuki lapangan dan mengumumkan keputusan final yang langsung disambut riuh penonton.

Diikuti 27 Tim dari Berbagai Desa

Turnamen Putra Bangsa Cup II 2026 mulai bergulir sejak 5 Juli 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Juli 2026.

Kompetisi tingkat desa tersebut diikuti 27 tim yang berasal dari berbagai desa. Seluruh peserta dibagi ke dalam sembilan grup untuk bersaing memperebutkan gelar juara.

Penggunaan VAR menjadi salah satu inovasi yang membedakan Putra Bangsa Cup II dengan turnamen tarkam pada umumnya. Langkah tersebut dinilai menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam sepak bola mulai merambah hingga tingkat akar rumput.

Netizen: "Liga Indonesia Kalah Sama Tarkam"

Unggahan mengenai penggunaan VAR di turnamen tarkam Bojonegoro langsung dipenuhi komentar warganet. Sebagian besar memberikan apresiasi terhadap inovasi panitia, sementara lainnya menanggapinya dengan candaan khas pecinta sepak bola.

Akun @jukuejapedia._id menulis: "Liga Indonesia kalah sama tarkam ,"

Sementara akun @madaytavalero memberikan komentar singkat: "Mantap ini tarkam panitia nya ."

Ada pula akun @25jigow_ yang membandingkan kualitas tayangan pertandingan tersebut. "Lebih keren ini dari sih pada pertandingan kemarin, klo ga salah pas FIFA vs Mesir ya ?"

Ada yang Ingatkan Soal Keamanan dan Peran Wasit VAR

Di balik pujian tersebut, sejumlah netizen juga mengingatkan potensi risiko yang bisa muncul mengingat atmosfer pertandingan tarkam sering berlangsung panas.

Akun @giffaary menuliskan: "Kereen, tp ati ati ruang var e di rusuhi suporterr sek ngamok pak."

Sementara itu, akun @iwankur_kurniawan menilai secanggih apa pun teknologi yang digunakan, keputusan pertandingan tetap bergantung pada kualitas petugas yang mengoperasikan VAR.

"Ada VAR atau tidak tetap tergantung orangnya.. Kalau wasit VAR nya tidak calling wasit utama untuk cek VAR.. Ya ga akan terjadi juga.. Sama aja kan? Kecuali seperti di volley atau badminton atau tennis.. Permintaan VAR dilakukan oleh tim yang merasa keputusan wasit perlu dikoreksi," tulis akun @iwankur_kurniawan memberikan analisisnya.

Penggunaan VAR dalam Putra Bangsa Cup II 2026 pun menjadi bukti bahwa inovasi teknologi mulai diterapkan hingga level sepak bola antarkampung. Kehadirannya diharapkan dapat membantu menghasilkan keputusan yang lebih objektif sekaligus meminimalkan kontroversi selama pertandingan berlangsung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news