Wali Kota Fadly Amran Serahkan Hadiah Lomba Mural, Ruang Publik Makin Berwarna

16 hours ago 6

promo hayati padang agustus

PADANG, KLIKPOSITIF — Tembok pembatas yang sebelumnya hanya menjadi bagian dari struktur kawasan Taman Aliran Kenangan kini tampil lebih berwarna. Puluhan karya mural menghiasi kawasan di Jalan Sutan Syahrir, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, sekaligus menghadirkan wajah baru ruang publik yang sarat dengan pesan budaya dan pariwisata.

Kehadiran mural tersebut merupakan hasil Lomba Mural yang ditutup secara resmi oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, Sabtu (29/8/2026). Dalam kesempatan itu, Fadly juga menyerahkan hadiah kepada para peserta yang berhasil menjadi pemenang dalam ajang yang menggabungkan kreativitas seni dengan promosi potensi daerah tersebut.

Penutupan lomba berlangsung di Taman Aliran Kenangan dan turut dihadiri Camat Padang Selatan Wilman Muchtar, Kapolsek Padang Selatan AKP Nirdes Ali, Ketua Pelaksana Lomba Mural Rachmat Baitul Maqdis, Lurah Mata Air Rio Ariesta, serta elemen masyarakat setempat.

Fadly Amran mengapresiasi pelaksanaan lomba mural yang dinilainya mampu mengaktifkan ruang publik melalui kegiatan kreatif dan positif. Menurutnya, keberadaan ruang publik, khususnya taman tematik, tidak cukup hanya dibangun secara fisik, tetapi juga harus dihidupkan dengan berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat.

“Pemerintah Kota Padang sangat mengapresiasi lomba mural ini. Kegiatan ini merupakan inisiatif yang sangat baik untuk menjaga lingkungan sekaligus menghidupkan ruang publik melalui hasil seni lukis yang indah,” kata Fadly.

Ia menilai seni mural dapat menjadi salah satu cara sederhana namun efektif untuk memberikan identitas baru terhadap suatu kawasan. Ketika ruang publik diisi dengan karya seni yang memiliki pesan, kawasan tersebut tidak hanya menjadi lebih indah, tetapi juga dapat menjadi tempat masyarakat berinteraksi sekaligus mengenal berbagai potensi yang dimiliki daerah.

Karena itu, Fadly mendorong jajaran kecamatan dan kelurahan di Kota Padang untuk terus menggali potensi wilayah masing-masing. Ruang-ruang yang sebelumnya kurang termanfaatkan, menurutnya, dapat dikembangkan menjadi kawasan yang lebih produktif, menarik, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Mari kita efektifkan ruang-ruang publik dengan kegiatan positif yang melibatkan masyarakat dan memberikan manfaat bagi lingkungan dan pariwisata,” ujarnya.

Menurut Fadly, kreativitas masyarakat perlu terus diberi ruang karena dapat menjadi bagian dari upaya membangun kota yang tidak hanya bersih dan tertata, tetapi juga memiliki karakter. Terlebih, Kota Padang memiliki kekayaan budaya dan destinasi wisata yang dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bentuk karya kreatif.

Lomba mural di Taman Aliran Kenangan menjadi salah satu contoh bagaimana seni dapat ditempatkan sebagai bagian dari pengembangan kawasan. Karya-karya yang dibuat para peserta tidak sekadar mempercantik tembok, tetapi juga membawa cerita mengenai identitas dan potensi Kecamatan Padang Selatan.

Ketua Pelaksana Lomba Mural, Rachmat Baitul Maqdis, mengatakan kegiatan tersebut sejak awal digagas untuk mengubah tembok pembatas di kawasan Taman Aliran Kenangan agar tidak hanya berfungsi sebagai pembatas, tetapi menjadi bagian yang memiliki nilai estetika dan manfaat bagi ruang publik.

“Kami menyediakan 18 frame mural yang dikerjakan seniman secara individu maupun tim tanpa dipungut biaya. Kami berharap karya ini menjadi inspirasi bagi kelurahan dan kecamatan lain untuk mengubah lahan yang tidak berfungsi menjadi ruang yang lebih fungsional dan memperindah kota,” kata Rachmat.

Ia menjelaskan, tema yang diangkat dalam lomba berkaitan dengan kebudayaan dan pariwisata Kecamatan Padang Selatan. Para peserta diberikan kebebasan untuk menerjemahkan tema tersebut melalui gaya dan konsep masing-masing.

Berbagai ikon daerah kemudian muncul dalam karya para peserta. Mulai dari paralayang, barongsai, pacu sampan, Batu Malin Kundang, slogan Program Unggulan Padang Rancak, hingga kawasan Teluk Bayur.

Keberagaman tema tersebut membuat deretan mural di Taman Aliran Kenangan tidak hanya menjadi elemen dekoratif, tetapi juga seperti rangkaian cerita visual tentang Padang Selatan. Setiap karya membawa sudut pandang berbeda mengenai potensi kawasan dan memberikan pengalaman tersendiri bagi masyarakat yang datang melihatnya.

“Melalui lomba mural ini kita berharap kawasan Taman Aliran Kenangan tersebut berkembang menjadi spot foto, ruang interaksi warga, sekaligus bagian dari pengembangan destinasi wisata di Kota Padang,” ujar Rachmat.

Ia berharap keberadaan mural tersebut dapat dipertahankan dan dirawat bersama. Dengan demikian, karya yang dihasilkan tidak berhenti sebagai produk lomba, melainkan berkembang menjadi bagian dari wajah kawasan dan ruang publik yang dapat dinikmati masyarakat dalam jangka panjang.

Bagi peserta, lomba mural juga menjadi kesempatan untuk menuangkan gagasan sekaligus menunjukkan kemampuan seni di ruang publik.

Salah seorang peserta, Tommy Zulfahmi (26), memilih Pantai Air Manis sebagai objek utama dalam karya muralnya. Baginya, kawasan tersebut memiliki daya tarik yang kuat karena tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga menyimpan cerita sejarah yang telah dikenal luas melalui legenda Malin Kundang.

“Saya memang hobi melukis dalam berbagai bentuk kesenian, yang penting positif. Untuk mural ini saya mengangkat Pantai Air Manis karena merupakan lokasi bersejarah dengan kisah Malin Kundang dan memiliki panorama yang indah,” kata Tommy.

Keikutsertaannya dalam lomba tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan seni yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.

Tommy berharap kegiatan serupa dapat terus digelar karena memberikan ruang kepada para seniman untuk berkarya sekaligus memperkenalkan berbagai sisi Kota Padang melalui media visual.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Dara Naskhia (19), mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) asal Sawahlunto. Bersama rekannya, Viona, Dara mengusung konsep komik dengan mengambil inspirasi dari sejumlah destinasi wisata yang berada di Kecamatan Padang Selatan.

Menurut Dara, konsep komik dipilih karena dapat menyampaikan cerita dengan cara yang lebih dekat dengan generasi muda. Karakter, alur, dan visual dalam karya tersebut dipadukan untuk menggambarkan destinasi yang menjadi bagian dari identitas Padang Selatan.

“Kami sebagai seniman senang sekali karena diberi wadah dan diapresiasi. Semoga ke depan semakin banyak kegiatan seperti ini agar kami bisa mengembangkan bakat dan terus meningkatkan kemampuan,” ujar Dara.

Bagi Dara dan peserta lainnya, kesempatan berkarya di ruang publik menjadi pengalaman yang berbeda dibandingkan sekadar melukis di atas kanvas. Karya mereka dapat langsung dinikmati masyarakat dan sekaligus menjadi bagian dari perubahan wajah sebuah kawasan.

Di sisi lain, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan ruang publik dapat dilakukan dengan pendekatan kolaboratif. Pemerintah menyediakan ruang dan dukungan, seniman menuangkan kreativitas, sementara masyarakat menjadi bagian dari ekosistem yang menjaga dan memanfaatkan kawasan tersebut.

Taman Aliran Kenangan pun diharapkan tidak hanya menjadi tempat yang dilewati, tetapi berkembang sebagai ruang berkumpul, bersantai, berinteraksi, dan menikmati karya seni. Jika dikelola secara berkelanjutan, kawasan tersebut berpotensi menjadi salah satu titik baru yang memperkuat daya tarik wisata berbasis kreativitas di Padang Selatan.

Bagi Pemerintah Kota Padang, langkah seperti ini sejalan dengan upaya menghadirkan ruang kota yang lebih hidup. Pembangunan tidak semata diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kemampuan sebuah kawasan menciptakan aktivitas, interaksi sosial, serta menghadirkan nilai budaya dan ekonomi bagi masyarakat.

Lomba mural di Taman Aliran Kenangan akhirnya bukan sekadar kompetisi untuk menentukan karya terbaik. Lebih jauh, kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah tembok dapat diubah menjadi media bercerita, bagaimana seni dapat menghidupkan ruang publik, dan bagaimana potensi budaya serta pariwisata dapat diperkenalkan melalui karya kreatif masyarakat.

Dengan hadirnya 18 frame mural yang menampilkan berbagai ikon Padang Selatan, kawasan tersebut kini memiliki wajah baru sekaligus identitas visual yang diharapkan dapat terus dirawat.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news