WhatsApp Siapkan Chat Rahasia AI yang Tak Bisa Diintip

5 hours ago 2

Jumali

Jumali Kamis, 14 Mei 2026 08:17 WIB

WhatsApp Siapkan Chat Rahasia AI yang Tak Bisa Diintip

Foto ilustrasi Whatssapp. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Percakapan pribadi pengguna dengan kecerdasan buatan di WhatsApp bakal memiliki lapisan privasi baru yang lebih ketat. Meta memperkenalkan fitur Incognito Chat untuk Meta AI yang diklaim membuat isi percakapan langsung hilang tanpa jejak setelah sesi selesai, termasuk tidak bisa diakses oleh pihak internal perusahaan.

Fitur baru tersebut diumumkan Meta dalam konferensi video pada Selasa (12/5/2026). Teknologi yang dipakai bernama Private Processing atau Pemrosesan Privat, sistem yang dirancang agar percakapan pengguna diproses di lingkungan terisolasi tanpa penyimpanan permanen.

Langkah Meta ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran publik terkait keamanan data pribadi dan penggunaan AI generatif. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pengguna mulai khawatir ketika menggunakan chatbot untuk membahas persoalan sensitif seperti kondisi kesehatan, masalah rumah tangga, pengelolaan keuangan, hingga konflik pekerjaan.

“Obrolan Incognito dengan Meta AI benar-benar privat, tidak seorang pun bisa membaca percakapan Anda, bahkan kami pun tidak,” ujar Wakil Presiden sekaligus Kepala Produk WhatsApp, Alice Newton-Rex.

Ia menjelaskan bahwa fitur tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pengguna yang ingin memanfaatkan AI tanpa rasa khawatir isi percakapan akan dipakai untuk kepentingan lain.

“Apakah itu soal keuangan, pertanyaan kesehatan, nasihat mengenai cara menjawab pesan sulit dari teman atau kolega, atau sesuatu seperti mendapatkan nasihat mengenai dokumen pribadi yang memiliki informasi pribadi,” kata Alice.

Berbeda dari sistem chatbot biasa, teknologi Private Processing disebut menggunakan beberapa lapisan keamanan tambahan. Salah satunya berupa confidential virtual machine atau mesin virtual rahasia yang bekerja untuk memproses permintaan pengguna tanpa membuka identitas maupun isi percakapan ke server utama perusahaan.

Meta mengklaim sistem tersebut membuat isi obrolan tidak dapat dilihat, dilacak, maupun disimpan secara permanen. Begitu pengguna keluar dari sesi Incognito Chat, riwayat percakapan akan langsung terhapus otomatis.

Bagi pengguna di Indonesia, fitur ini dinilai relevan karena makin banyak orang memakai AI untuk kebutuhan sehari-hari. Mulai dari membuat draft pesan kerja, meminta saran pengelolaan gaji, mencari referensi kesehatan mental, hingga meminta bantuan menyusun dokumen pribadi.

Kehadiran fitur privat semacam ini juga berpotensi mengurangi kekhawatiran pengguna terkait iklan tertarget maupun kebocoran data ke pihak ketiga. Meta bahkan menyebut perlindungan privasi tersebut setara dengan secret chat, tetapi sudah terintegrasi dengan AI generatif.

Selain Incognito Chat, Meta juga sedang menyiapkan fitur side-chat berbasis Pemrosesan Privat. Fitur ini memungkinkan pengguna meminta bantuan AI tanpa harus meninggalkan percakapan utama di WhatsApp.

Strategi tersebut menunjukkan Meta mulai menjadikan privasi sebagai nilai jual utama di tengah persaingan layanan AI dengan perusahaan teknologi lain seperti Google, Microsoft, dan OpenAI.

Hingga kini Meta belum mengumumkan tanggal pasti peluncuran global fitur tersebut, termasuk untuk pengguna di Indonesia. Namun perusahaan menyebut Incognito Chat akan dirilis bertahap dalam beberapa bulan mendatang setelah tahap pengujian internal selesai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news