Live In Jurnalis Sulsel FGD: 100 Tahun Ahmadiyah di Indonesia (Dok: Nofi KabarMakassar)KabarMakassar.com — Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia berkolaborasi dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) pada Jumat (03/04).
Diskusi fokus terbatas ini digelar guna membantu fungsi tugas dan tanggung jawab media memberikan informasi yang akurat terlebih dalam mengedukasi publik dan menghasilkan opini publik yang berbasis fakta dan data.
Kegiatan FGD Jurnalisme Konstruktif Studi Kasus Muslim Ahmadiyah di Indonesia dan Global tersebut berlokasi di Kantor Jemaat Ahmadiyah Makassar, Jalan Annuang Nomor 112 Masjid An-Nushrat.
Ketua Jemaat Ahmadiyah Makassar (JAI) Makassar, Frywanto Beny, menyampaikan, jika agenda ini amat diperlukan terlebih untuk disebarluaskan kepada publik.
“Karena platform kami memerlukan informasi dan narasi kegiatan yang menjadi patron. Semoga ini dapat dimaksimalkan,” ujarnya.
Ia berharap agar kolaborasi dengan jurnalistik terbangun dan terus berlanjut. Frywanto juga menegaskan jika Ahmadiyah adalah seratus persen Islam di Indonesia.
Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Chaerani Arief, mengatakan, bahwa ruang yang adil dan asas keberagaman diharapkan dapat selalu dihadirkan.
“Agar teman jurnalis juga tidak hanya menghasilkan karya jurnalistik namun juga karya yang lebih manusiawi. Terlebih terhadap isu-isu kaum marginal,” paparnya.
Juru Bicara JAI, Yendra Budiana, mengatakan, bahwa Legalitas Jamaah Ahmadiyah Indonesia telah dibuktikan dengan Badan Hukum Keputusan Menteri Kehakiman RI No.JA.5/23/13, tanggal 13 Maret 1953.
“Dimana sejak tahun 2023 sudah terdapat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-0001297.AH.01.08.Tahun 2020 dan Perubahan Badan Hukum Perkumpulan Nomor AHU-0000059.AH.01.08.Tahun 2023,” jelasnya.
Sehingga, Yendra menekankan jika Ahmadiyah sendiri telah diakui oleh negara.
“Jadi jauh sebelum organisasi lain mungkin punya legalitas, Ahmadiyah sudah punya legalitas yang berbadan hukum,” tuturnya.
Ahmadiyah turut menyebarkan kebaikan dan kasih kepada seluruh masyarakat baik yang ada di Indonesia maupun secara global. Dengan menekankan cinta untuk semua dan tidak ada kebenciaan untuk seorang pun.
Terdapat beberapa gerakan sosial kemanusiaan yang diusung oleh Ahmadiyah Indonesia yaitu, Humanity First Indonesia, Keluarga Donor Mata Indonesia, gerakan donor darah nasional, clean the city, 100 rumah belajar, kader penggerak perdamaian, 100 ribu penanaman pohon, dan pengobatan homeopathy.
Bukan hanya itu, Ahmadiyah juga menghadirkan gerakan dakwah Islam Ahmadiyah mulai dari penterjemahan Al-Quran berbagai bahasa, kampanye global perdamaian dunia, mendirikan masjid di seluruh dunia, kajian solusi Islam terhadap isu global terkini.


















































