Harianjogja.com, JOGJA— Ford menarik ratusan unit Ranger dan Mustang akibat potensi kerusakan komponen mesin yang bisa memicu hilangnya tenaga secara tiba-tiba saat berkendara.
Masalah utama di model Ford Ranger dan Ford Mustang tahun produksi 2024 hingga 2025 di Australia ini terletak pada katup Exhaust Gas Recirculation (EGR) yang berpotensi mengalami malafungsi dan memicu gangguan performa kendaraan. Berdasarkan laporan otoritas setempat, kerusakan ini dapat menyebabkan penurunan akselerasi, getaran mesin tidak normal, hingga hilangnya tenaga penggerak secara mendadak.
Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi, terutama saat kendaraan melaju di kecepatan tinggi atau di jalan tol. Kehilangan tenaga secara tiba-tiba bisa meningkatkan potensi kecelakaan dan membahayakan keselamatan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.
Seusai pengumuman recall, Ford memastikan akan menghubungi seluruh pemilik kendaraan terdampak untuk melakukan perbaikan di dealer resmi tanpa biaya. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga standar keselamatan produk di pasar global.
Meski penarikan saat ini hanya berlaku di Australia, pemilik kendaraan serupa di Indonesia tetap diminta meningkatkan kewaspadaan. Mengingat model seperti Ford Ranger cukup populer di Tanah Air, konsumen disarankan untuk memantau informasi resmi dari pihak Ford Indonesia.
Jika muncul gejala seperti mesin bergetar tidak wajar atau tenaga tiba-tiba menurun, pemilik kendaraan dianjurkan segera melakukan pemeriksaan. Selain itu, pengecekan nomor rangka kendaraan (VIN) melalui kanal resmi juga penting untuk memastikan apakah unit termasuk dalam daftar terdampak.
Seusai munculnya kasus ini, kesadaran terhadap pentingnya perawatan dan pemantauan kondisi kendaraan menjadi kunci utama untuk menjaga keselamatan berkendara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

3 weeks ago
14

















































