Amnesty Kecam Kepala Menteri Bihar Usai Tarik Hijab Perempuan di India

1 month ago 29

Harianjogja.com, JOGJA—Amnesty International mengecam keras Kepala Menteri Bihar Nitish Kumar setelah aksinya menarik hijab perempuan Muslim di acara resmi terekam kamera dan viral di media sosial.

Sementara sejumlah pihak menuntut agar politisi dari koalisi pemerintahan PM Narendra Modi tersebut segera mengundurkan diri.

Sebab, peristiwa yang mencoreng martabat perempuan, setelah videonya viral di berbagai platform media sosial pada pekan ini.

Berdasarkan laporan Arab News dan ANI, insiden terjadi dalam upacara pemberian surat pengangkatan bagi praktisi pengobatan tradisional di kediaman resmi Kumar awal pekan ini.

Dalam rekaman video yang beredar, seorang perempuan bernama Nusrat Parveen tampak maju untuk menerima surat pengangkatannya. Secara tiba-tiba, Nitish Kumar mendekat sembari melontarkan pertanyaan, "Apa ini?". Ia kemudian mencondongkan tubuh dan menarik jilbab Parveen ke arah bawah.

Korban tampak sangat terkejut sebelum akhirnya segera dibimbing menjauh oleh petugas. Dalam video yang sama, Wakil Kepala Menteri Samrat Choudhary terlihat sempat menarik lengan Kumar dalam upaya untuk menghentikan tindakan atasannya tersebut.

Amnesty International India mengecam keras perilaku tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia. Kepala Amnesty India, Aakar Patel, menegaskan bahwa tindakan Kumar merupakan bentuk pelecehan terhadap otonomi individu.

"Ini adalah serangan terhadap martabat, otonomi, dan identitas perempuan. Tidak seorang pun berhak untuk mengatur keyakinan atau pakaian seorang wanita," tegas Patel dalam pernyataan resminya, dikutip dari Independent, Kamis (18/12/2025).

Amnesty menambahkan bahwa tindakan figur publik seperti Kumar hanya akan memperdalam ketakutan, menormalisasi diskriminasi, dan mengikis prinsip kesetaraan di India.

Partai oposisi di Bihar, Rashtriya Janata Dal (RJD), merespons keras dengan mempertanyakan stabilitas kondisi mental Kumar. Sementara itu, Partai Kongres di tingkat nasional menyebut tindakan tersebut "keji" dan menuntut pengunduran diri segera.

"Jika seorang kepala menteri bisa bertindak demikian di depan kamera, seberapa amankah perempuan di negara bagian ini?" tulis pernyataan resmi Partai Kongres.

Hingga berita ini diturunkan, sebuah aduan resmi telah dilayangkan kepada kepolisian setempat terkait tindakan Nitish Kumar. Namun, belum ada pernyataan klarifikasi atau permintaan maaf resmi dari Kumar maupun pemerintah negara bagian Bihar mengenai insiden memalukan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news