Banjir Bandang di Pulau Siau Sulawesi Utara Berdampak pada 1.377 Warga

3 days ago 7

Banjir Bandang di Pulau Siau Sulawesi Utara Berdampak pada 1.377 Warga Tim Basarnas masih mencari dua korban hilang setelah banjir bandang menghantam permukiman warga di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut. ANTARA - HO/Basarnas

Harianjogja.com, MANADO—Banjir bandang yang menerjang Pulau Siau pada Senin (5/1) dini hari berdampak besar bagi warga di Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro). Sebanyak 1.377 warga atau 472 kepala keluarga tercatat terdampak menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kepulauan Sitaro, Sonny Belseran, mengatakan sebagian warga terpaksa meninggalkan rumah untuk menghindari risiko lanjutan. “Ada yang memilih mengungsi secara mandiri, ada juga yang menuju gereja serta bangunan lain yang dianggap aman,” ujarnya di Manado, Kamis (15/1/2026).

Dampak bencana tersebut meluas di empat kecamatan.

Di Siau Barat Selatan—meliputi Batusenggo, Laghaeng, dan Makoa—tercatat 563 warga (197 KK) terdampak.

Di Siau Barat, yang mencakup Paniki, Peling, Bumbiha, dan Paseng, jumlah terdampak mencapai 494 warga (160 KK).

Di Siau Timur, khusus Kampung/Kelurahan Bahu, terdapat 309 warga (111 KK) terdampak.

Sementara di Siau Timur Selatan, Kampung/Kelurahan Bandil mencatat 11 warga (4 KK) terdampak.

Sebanyak 581 warga kini mengungsi, tersebar di Siau Timur (258 orang), Siau Barat (219 orang), dan Siau Barat Selatan (104 orang).

Beberapa lokasi ibadah dan fasilitas publik menjadi tempat penampungan sementara, seperti Gereja GMIST Eden, Gereja KGPM Batusenggo, GMIST Betel, Gereja Filadelfia, GPKAI Peling, Pos I Peling, Gereja Bethabara Paseng, Gereja Advent, serta Posko Museum Bahu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news