Newswire Selasa, 22 September 2026 10:07 WIB

Material banjir bandang berupa lumpur yang menutupi halaman masjid di sekitar kompleks perkantoran bupati Solok, Sumatera Barat. ANTARA/HO-Dokumentasi warga setempat.
Harianjogja.com, SOLOK— Banjir bandang menerjang sejumlah kawasan di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9) malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok mencatat empat warga mengalami luka-luka dan 32 jiwa terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Khairul melalui keterangan tertulisnya di Solok, Selasa, mengatakan tiga korban luka masih menjalani perawatan di RSUD Arosuka. Sementara satu korban lainnya dirujuk ke salah satu rumah sakit di Padang.
“Data sementara ada empat orang yang mengalami luka-luka. Tiga dirawat di RSUD Arosuka dan satu dirujuk ke SPH Padang,” katanya.
Selain korban luka, BPBD Kabupaten Solok mencatat sembilan kepala keluarga atau sebanyak 32 jiwa terpaksa mengungsi akibat banjir bandang tersebut.
Khairul mengatakan para pengungsi telah ditempatkan di dua lokasi yang disiapkan pemerintah daerah untuk penanganan warga terdampak bencana.
11 Kantor Pemerintah dan Puluhan Kendaraan Terdampak
Dampak banjir bandang juga mengenai sejumlah fasilitas dan kendaraan. Khairul menyebut sebanyak 11 kantor pemerintah terdampak bencana tersebut.
BPBD juga mencatat 21 mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan akibat banjir bandang.
Banjir bandang menerjang kawasan Kompleks Kantor Bupati Solok di Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, serta Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang.
Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan bersama unsur terkait hingga Selasa masih melakukan penyisiran di sejumlah lokasi yang terdampak banjir bandang.
Petugas juga melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan bantuan sekaligus pendataan untuk mengetahui dampak bencana secara menyeluruh.
“Penanganan dilakukan bersama unsur terkait di bawah koordinasi pemerintah daerah,” ujar Khairul.
Dipicu Hujan Intensitas Tinggi
Khairul mengatakan banjir bandang tersebut dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak Sabtu (19/9).
Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air meningkat hingga memicu banjir bandang di sejumlah kawasan.
Hingga Selasa pagi, petugas gabungan masih melakukan penanganan darurat, evakuasi, dan pendataan terhadap warga serta fasilitas yang terdampak bencana.
BPBD Kabupaten Solok mengimbau masyarakat di kawasan terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Warga juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan selama proses penanganan bencana berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

1 hour ago
2

















































