Batang Prioritaskan Air Bersih dan Sanitasi untuk Tekan Kemiskinan

9 hours ago 5

Batang Prioritaskan Air Bersih dan Sanitasi untuk Tekan Kemiskinan

Foto ilustrasi pipa air bersih dari sumber air. - Freepik

Harianjogja.com, BATANG—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar di sektor sanitasi dan permukiman sebagai strategi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama penyediaan air bersih dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang layak bagi warga kurang mampu. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penurunan angka kemiskinan sekaligus mendukung visi pembangunan daerah periode 2025-2029.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang, Endro Suryono, mengatakan pembangunan infrastruktur dasar kini menjadi fokus utama pemerintah daerah. Menurutnya, pembangunan tidak hanya diarahkan pada proyek-proyek berskala besar, tetapi juga menyasar kebutuhan mendasar masyarakat yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup.

"Oleh karena itu, kami tidak hanya fokus pada proyek berskala besar saja tetapi juga akan mempercepat pembangunan infrastruktur dasar pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga miskin," katanya, Senin (13/7/2026).

Proyek Air Bersih Hampir Rampung

Hingga pertengahan tahun anggaran 2026, sejumlah proyek penyediaan air minum telah menunjukkan progres yang signifikan.

Program perluasan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jaringan Perpipaan (PAMSIMAS) di Desa Jambangan dengan nilai Rp150 juta dan Desa Keteleng senilai Rp100 juta telah selesai 100 persen.

Sementara itu, proyek serupa di Desa Surjo dengan anggaran Rp395,71 juta telah mencapai progres 99,70 persen. Adapun pembangunan di Desa Kalisari senilai Rp394,75 juta juga hampir tuntas dengan capaian pekerjaan sebesar 97,22 persen.

Pembangunan Sanitasi Dikebut di Empat Kecamatan

Selain penyediaan air bersih, Pemkab Batang juga mempercepat pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) Setempat Skala Individu berupa tangki septik individual.

Program yang dikerjakan melalui TPS KSM Sanitasi tersebut mendapat alokasi anggaran Rp320 juta dan dilaksanakan di empat kecamatan.

Perkembangan pembangunannya meliputi:

Desa Candi, Kecamatan Bandar: 84,6 persen.
Desa Donorejo, Kecamatan Limpung: 82 persen.
Desa Tembok, Kecamatan Limpung: 78,3 persen.
Desa Pecalungan, Kecamatan Pecalungan: 50,9 persen.

Endro menegaskan pembangunan sanitasi dan penyediaan air bersih tersebut memang diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga kurang mampu. Program ini juga menjadi bagian dari kebijakan pemerintah daerah dalam mengurangi kemiskinan struktural.

Infrastruktur Jalan dan Jembatan Tetap Berjalan

Di samping pembangunan sanitasi dan penyediaan air bersih, Pemkab Batang tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan serta jembatan sebagai penunjang aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.

Menurut Endro, integrasi pembangunan berbagai sektor infrastruktur diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus mendukung target pembangunan nasional.

"Dengan integrasi pembangunan jalan, sanitasi, dan air bersih, daerah ini diharapkan mampu menjadi kawasan mandiri dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news