BBPPMT Yogyakarta Didorong Jadi Etalase Kawasan Transmigrasi

3 hours ago 3

SLEMAN—Peran Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta kini diarahkan menjadi etalase pengembangan kawasan transmigrasi nasional. Langkah ini seiring perubahan kebijakan yang tidak lagi fokus pada perpindahan penduduk, tetapi pada penguatan kawasan yang sudah ada.

Arah baru tersebut mengemuka dalam peringatan hari jadi ke-47 BBPPMT yang digelar di Aula Arjuna di BBPPMT di Sleman, DIY, Senin (30/3/2026). Momentum ini juga dimanfaatkan untuk menegaskan transformasi fungsi balai sebagai pusat pelatihan sekaligus ruang promosi potensi kawasan transmigrasi.

Kepala BBPPMT Yogyakarta, Tunggak Santosa, S.H., M.H., menjelaskan bahwa lembaga yang berdiri sejak 22 Maret 1979 itu kini memiliki peran lebih luas.

“Jadi program transmigrasi sekarang adalah mengembangkan kawasan transmigrasi yang sudah ada menjadi kawasan ekonomi baru. Selain melatih masyarakat transmigrasi di seluruh Indonesia, kami juga dituntut menjadi etalase. Etalase kawasan transmigrasi, bagaimana etalase kawasan transmigrasi ada di balai ini, termasuk berkait dengan komoditasnya, produk-produk unggulan di kawasan transmigrasi,” ujarnya.

Fokus Bergeser ke Penguatan Kawasan

Menurut Tunggak, kebijakan terbaru tidak lagi berorientasi pada pemindahan penduduk dari Pulau Jawa ke luar pulau. Pemerintah kini lebih menitikberatkan pada optimalisasi kawasan transmigrasi yang telah berkembang, termasuk mendorong transmigrasi lokal.

“Tadi saya sampaikan bahwa program Pak Menteri sekarang sudah tidak lagi memindahkan dari Pulau Jawa ke luar pulau lagi, tapi bagaimana pengembangan kawasan transmigrasi di kawasan yang sudah ada dan memaksimalkan transmigrasi lokal,” katanya.

Perubahan arah ini berdampak pada model pelatihan yang diberikan. BBPPMT menyiapkan pembekalan dasar bagi calon transmigran, mulai dari pengelolaan lahan hingga kesiapan mental dan disiplin.

“Itu yang pasti kapasitas dasar, kompetensi dasar terkait dengan pengelolaan lahan, karena kan dikasih lahan memang masih kosong. Bagaimana pengelolaan lahan dan juga bagaimana bertahan hidupnya. Kami ada kurikulum untuk mental, fisik, disiplin, kerja sama dengan Kodim juga,” jelasnya.

Dorong Inovasi dan Apresiasi Alumni

Selain pelatihan, BBPPMT Yogyakarta juga mulai menonjolkan inovasi dan publikasi capaian lembaga. Dalam peringatan kali ini, diluncurkan company profile serta program apresiasi alumni yang menampilkan praktik baik dari para transmigran.

Program lain yang baru dijalankan adalah peningkatan kapasitas bagi transmigran yang telah ditempatkan melalui skema transmigran penggerak. Program ini disusun berdasarkan kebutuhan lapangan melalui metode Training Need Assessment.

“Transmigran-transmigran yang sudah ditempatkan di seluruh kawasan, kita upgrading di sini lagi sebagai apresiasi. Ini baru tahun ini kita mulai untuk program tersebut, ada lima angkatan. Setiap kali pelatihan kita ada namanya TNA, Training Need Assessment. Jadi kami melakukan analisis kebutuhan pelatihan yang di sana,” kata Tunggak.

Selain itu, berbagai kegiatan seperti bakti sosial dan inovasi program juga terus dikembangkan untuk memperluas manfaat bagi masyarakat.

“Setidaknya berada di institusi ini harus memberikan manfaatnya, bukan hanya dalam program tapi juga dalam aksi sosial. Kami berharap BBPPMT Yogyakarta dapat terus berkontribusi secara nyata dalam mendukung transformasi masyarakat dan pembangunan kawasan transmigrasi,” ujarnya.

Dengan perubahan peran tersebut, BBPPMT Yogyakarta diharapkan menjadi pusat pengembangan sekaligus wajah dari kemajuan kawasan transmigrasi di Indonesia. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news