BNNK Sleman Waspadai Modus Narkoba Lewat Vape

4 hours ago 6

Harianjogja.com, SLEMAN — BNNK Sleman memperketat pengawasan terhadap peredaran narkotika yang menyasar generasi muda. Salah satu modus baru yang diwaspadai adalah penyalahgunaan rokok elektrik atau vape melalui campuran zat terlarang pada liquid.

Kepala BNNK Sleman, Teguh Tri Prasetya, mengungkapkan pihaknya telah melakukan operasi di sejumlah gerai vape di wilayah Sleman. Dari kegiatan tersebut, petugas mengambil sampel produk untuk diuji di laboratorium.

“Kami sudah melakukan operasi di beberapa konter dan mengambil sampel. Ada lima cartridge yang kami kirim ke laboratorium BNN di Bogor untuk diuji,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Uji Sampel dan Edukasi Penjual

Hasil sementara pengujian terhadap lima sampel belum menunjukkan adanya kandungan narkotika. Meski demikian, BNNK Sleman tetap memberikan edukasi kepada para pelaku usaha agar lebih selektif dalam menjual produk.

Penjual diminta tidak memperdagangkan liquid vape yang tidak jelas asal-usulnya demi melindungi konsumen dari potensi penyalahgunaan.

Ancaman Pil Berbahaya

Selain modus vape, Teguh juga menyoroti maraknya penyalahgunaan obat keras seperti pil berbahaya yang dikenal dengan sebutan “pil sapi” atau Yarindo.

Menurutnya, obat tersebut kerap disalahgunakan melalui celah resep dokter. Modusnya, pengguna berpura-pura mengalami gangguan tertentu untuk mendapatkan resep, lalu obat tersebut diperjualbelikan secara ilegal.

“Masalah muncul ketika obat tidak digunakan sesuai anjuran medis, tetapi disalahgunakan dan diedarkan,” katanya.

Dampak Serius bagi Kesehatan

Penyalahgunaan psikotropika disebut memiliki dampak jangka panjang yang serius, mulai dari gangguan saraf, kerusakan organ jantung, hingga penurunan fungsi kognitif. Kondisi ini dinilai mengancam kualitas sumber daya manusia.

Gencarkan Program Pencegahan

Sebagai langkah preventif, BNNK Sleman terus menggencarkan program Ananda Bersinar yang menyasar kalangan remaja serta memperkuat peran keluarga dalam pencegahan narkoba.

Masyarakat juga diimbau tidak ragu melaporkan anggota keluarga yang terindikasi penyalahgunaan narkotika agar dapat segera menjalani rehabilitasi.

“Jangan takut melapor. Kami memiliki klinik rehabilitasi dengan layanan gratis,” tegas Teguh.

Dukungan Pemkab Sleman

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan BNNK Sleman dalam upaya memutus peredaran narkotika.

Menurutnya, penyalahgunaan narkoba dapat menghambat pembangunan daerah, sehingga diperlukan sinergi lintas sektor, termasuk dukungan pendanaan dari pemerintah daerah.

Upaya pengawasan dan pencegahan ini diharapkan mampu menekan peredaran narkotika di Sleman, sekaligus melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan zat terlarang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news