Simpang Tiga Piyungan Kembali Buka Tutup, Ini Jadwal dan Imbauannya

1 hour ago 1

Simpang Tiga Piyungan Kembali Buka Tutup, Ini Jadwal dan Imbauannya

Pengerjaan pembangunan rigid beton di simpang tiga Piyungan, Selasa (21/7). Dok Polres Bantul

Harianjogja.com, BANTUL— Pengendara yang melintas di jalur utama Jogja-Gunungkidul maupun arah sebaliknya diminta mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas. Mulai Senin (20/7/2026), rekayasa lalu lintas berupa sistem buka tutup dan contraflow kembali diberlakukan di Simpang Tiga Piyungan menyusul dilanjutkannya proyek pembangunan rigid beton.

Penerapan rekayasa arus dilakukan setelah pekerjaan konstruksi yang sempat dihentikan selama masa libur sekolah kembali berjalan. Kebijakan ini diambil untuk menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus mendukung penyelesaian proyek infrastruktur.

Sebelumnya, pengerjaan rigid beton dihentikan sementara guna mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat selama musim liburan, terutama wisatawan yang menuju berbagai destinasi di Kabupaten Gunungkidul.

Seiring berakhirnya masa libur sekolah, pekerjaan konstruksi kembali difokuskan di sisi utara Simpang Tiga Piyungan. Arus kendaraan kini diatur secara bergantian melalui sistem buka tutup dengan memanfaatkan sebagian badan jalan yang masih dapat dilalui menggunakan skema contraflow.

Rekayasa Lalu Lintas Berlaku Hingga Akhir Juli

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan rekayasa lalu lintas mulai diterapkan pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 13.15 WIB.

Menurutnya, sistem tersebut diperkirakan berlangsung selama sekitar dua pekan atau hingga akhir Juli 2026, mengikuti target penyelesaian pekerjaan.

"Betul, mulai siang kemarin kami sudah terapkan sistem buka-tutup dan contraflow di Simpang Tiga Piyungan. Ini dilakukan untuk melanjutkan pemasangan rigid beton yang sempat kami hentikan sementara waktu demi mengakomodasi lonjakan lalu lintas saat libur sekolah," ujarnya, Selasa (21/7).

Polisi Siagakan Petugas di Lokasi

Rita menjelaskan pembatasan arus menjadi bagian penting agar proses pembangunan dapat berlangsung sesuai jadwal tanpa mengesampingkan faktor keselamatan pekerja maupun pengguna jalan.

Untuk mengurangi antrean kendaraan, petugas kepolisian disiagakan di sekitar lokasi proyek guna mengatur pergerakan arus lalu lintas.

"Kami memohon kesabaran dan pengertian seluruh pengguna jalan. Pengerjaan ini bertujuan agar nantinya kualitas jalan menjadi lebih kokoh, awet, dan aman dilalui kendaraan berat maupun ringan. Kami juga telah menempatkan petugas di lapangan untuk membantu mengatur arus lalu lintas agar tetap berjalan seefisien mungkin," katanya.

Pengendara Diminta Atur Waktu Perjalanan

Sebelumnya, arus lalu lintas di Simpang Tiga Piyungan sempat kembali normal sejak 30 Juni 2026 untuk mendukung mobilitas masyarakat selama libur sekolah.

Dengan dimulainya kembali proyek rigid beton, pengguna jalan diperkirakan menghadapi perlambatan arus, terutama pada jam-jam sibuk. Karena itu, kepolisian mengimbau masyarakat menyesuaikan waktu keberangkatan agar tidak terjebak antrean panjang.

Bagi pengendara yang memiliki pilihan rute lain, polisi menyarankan memanfaatkan jalur alternatif, seperti Imogiri-Patuk maupun rute lain sesuai arahan petugas di lapangan. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan di kawasan Simpang Tiga Piyungan selama pekerjaan berlangsung.

Selain itu, seluruh pengguna jalan diminta mematuhi rambu lalu lintas serta mengikuti instruksi petugas agar sistem buka tutup dan contraflow berjalan lancar sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan di sekitar area proyek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news