China Buka Riset Manusia di Luar Angkasa Mulai April 2026

4 hours ago 6

China Buka Riset Manusia di Luar Angkasa Mulai April 2026 Gambar layar ini, yang diambil di Pusat Kontrol Antariksa Beijing pada 16 Maret 2026, menunjukkan para astronot Shenzhou-21 melakukan aktivitas ekstravehikular di luar stasiun ruang angkasa China yang mengorbit. ANTARA/XInhua - Zhang Fan

Harianjogja.com, BEIJING—China Manned Space Agency (CMSA) akan membuka pengajuan proposal untuk program penelitian manusia di luar angkasa mulai 1 April 2026. Program ini menargetkan berbagai isu strategis terkait keberlangsungan hidup manusia dalam misi jangka panjang di antariksa.

Fokus utama riset meliputi kesehatan manusia selama penerbangan di stasiun luar angkasa hingga misi pendaratan di Bulan di masa depan. Program ini juga diarahkan untuk menciptakan atlas manusia di luar angkasa serta membangun basis data komprehensif sebagai rujukan ilmiah global.

Selain menghasilkan temuan inovatif, riset ini diharapkan memberi manfaat langsung bagi kesehatan para astronaut China atau taikonaut, sekaligus berdampak pada pengembangan ilmu kesehatan di Bumi.

Program tersebut menjadi bagian dari ambisi China dalam memperkuat posisinya sebagai kekuatan utama di bidang kedirgantaraan dan teknologi.

Teliti Dampak Mikrogravitasi hingga Penuaan

Dalam pelaksanaannya, penelitian akan menggunakan sampel manusia, organoid, dan sel untuk mengkaji berbagai aspek biologis di lingkungan luar angkasa.

Beberapa fokus utama penelitian meliputi:

Dampak mikrogravitasi terhadap tulang dan otot

Perubahan sistem kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah)

Metabolisme dan fungsi kognitif

Proses penuaan selama dan setelah misi luar angkasa

Didukung Stasiun Antariksa Tiangong

Eksperimen ini akan banyak dilakukan di Tiangong, yang menjadi laboratorium utama penelitian kedokteran luar angkasa China.

Sejak pembukaan pengajuan proposal pada Juni 2023, CMSA mencatat sudah ada 387 proyek yang diajukan, dengan 53 proyek di antaranya telah direalisasikan di stasiun tersebut.

Target Misi Bulan 2030

China menargetkan pendaratan manusia di Bulan pada 2030 sebagai bagian dari program eksplorasi jangka panjang. Dalam waktu dekat, stasiun Tiangong juga dijadwalkan menerima dua kru baru, termasuk satu taikonaut yang akan menjalani misi lebih dari satu tahun di orbit.

Dengan meningkatnya durasi misi luar angkasa, aspek kesehatan dan keselamatan awak menjadi perhatian utama.

Dampak untuk Kesehatan di Bumi

Penelitian ini tidak hanya berdampak bagi eksplorasi antariksa, tetapi juga memberikan kontribusi bagi dunia medis di Bumi.

Menurut Li Yinghui dari China Astronaut Research and Training Center, China telah mencatat berbagai terobosan, termasuk penelitian cip organ luar angkasa dan teknologi jaringan pembuluh darah buatan.

Temuan tersebut mendukung pengembangan riset terkait kesehatan jantung, sistem otot, penyakit neurodegeneratif, penuaan, hingga inovasi dalam perlindungan dan pengujian obat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news