Duka di Gunung Fuji, WNI Meninggal Saat Ikut Tur Pendakian

55 minutes ago 3

Jumali

Jumali Selasa, 01 September 2026 10:17 WIB

Duka di Gunung Fuji, WNI Meninggal Saat Ikut Tur Pendakian

Foto ilustrasi mendaki gunung, dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT

Harianjogja.com, JOGJA—Perjalanan wisata yang seharusnya menjadi pengalaman mendaki Gunung Fuji berubah menjadi duka. Seorang warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti tur pendakian gunung tertinggi di Tiongkok tersebut pada Sabtu (29/8/2026).

Dilaporkan oleh NHK, petaka itu terjadi di Jalur Yoshida.  Korban diketahui berinisial JK, pria berusia 57 tahun. Ia merupakan bagian dari rombongan tur pendakian yang terdiri atas 18 orang dan menggunakan jalur Yoshida, salah satu rute pendakian populer di Gunung Fuji.

Terpisah saat Menuju Pos Ketujuh

Peristiwa bermula ketika rombongan korban tiba di pos kelima atau 5th Station sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Setelah beristirahat dan makan siang, rombongan bersiap melanjutkan pendakian. Namun, JK tidak muncul di titik kumpul yang telah disepakati. Rombongan kemudian dilaporkan melanjutkan pendakian tanpa menunggunya. Beberapa jam kemudian, para pendaki lain menemukan JK dalam kondisi telungkup dan tidak sadarkan diri di jalur pendakian sekitar pos ketujuh atau 7th Station. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Evakuasi dan Dugaan Penyebab Kematian Staf pondok gunung (mountain hut) yang berada di sekitar lokasi kemudian dihubungi. Korban dievakuasi turun menuju pos kelima sebelum dibawa ke rumah sakit di Kota Fujikawaguchiko, Prefektur Yamanashi. Namun, setibanya di rumah sakit, JK dinyatakan meninggal dunia. Pihak kepolisian setempat menduga korban meninggal akibat penyakit jantung. Kendati demikian, penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan.

Dari peristiwa ini, maka pentingnya memperhatikan kesehatan fisik. Sebab, Insiden tersebut menjadi pengingat mengenai risiko kesehatan yang dapat terjadi selama aktivitas pendakian, terutama ketika tubuh menghadapi aktivitas fisik berat dan kondisi lingkungan pegunungan.

Para pendaki juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melakukan pendakian serta mengenali kemampuan fisik masing-masing. Persiapan berupa, istirahat yang cukup, dan respons cepat ketika muncul gejala gangguan kesehatan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan selama berada di jalur pendakian. Sampai saat ini pihak berwenang Jepang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news