Ekonomi Sumbar Tumbuh 3,37 Persen Sepanjang 2025, Laju Pertumbuhannya Melambat dari 2024

3 weeks ago 25

TARUNA - hayati

KLIKPOSITIF – Perekonomian Sumatera Barat sepanjang 2025 tetap mencatatkan kinerja positif, meskipun laju pertumbuhannya melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat pada 5 Februari 2026, ekonomi daerah ini tumbuh 3,37 persen secara tahunan (c-to-c), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 4,37 persen pada 2024.

Dari sisi nilai ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Sumatera Barat pada 2025 mencapai Rp352,19 triliun. Sementara itu, PDRB per kapita tercatat sebesar Rp59,55 juta atau setara US$3.614,56, mencerminkan rata-rata pendapatan penduduk secara nominal.

Pada Triwulan IV-2025, perekonomian Sumatera Barat tumbuh 1,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year) dan 0,39 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter). Nilai PDRB pada triwulan ini tercatat sebesar Rp89,27 triliun.

Tren Pertumbuhan Jangka Panjang

Dilansir dari laman sumbar.bps.go.id, dalam kurun waktu 2016–2025, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat relatif stabil, meskipun sempat mengalami kontraksi -1,61 persen pada 2020 akibat pandemi COVID-19. Sejak 2021, perekonomian mulai pulih dan mencatat pertumbuhan bertahap hingga mencapai 4,62 persen pada 2023, sebelum melambat menjadi 4,37 persen pada 2024 dan 3,37 persen pada 2025.

Industri Pengolahan Jadi Motor Utama

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi sepanjang 2025, yakni 5,38 persen, menegaskan perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Pertumbuhan juga didorong oleh transportasi dan pergudangan sebesar 4,57 persen, serta sektor pertanian yang tumbuh 4,14 persen.

Sebaliknya, sektor konstruksi mengalami kontraksi -1,40 persen, sementara perdagangan besar dan eceran serta reparasi relatif stagnan dengan pertumbuhan -0,01 persen.

Pada Triwulan IV-2025, dari sisi produksi, lapangan usaha jasa keuangan mencatatkan kinerja paling menonjol dengan pertumbuhan 15,58 persen, seiring meningkatnya aktivitas sektor keuangan di daerah.

Dinamika dari Sisi Pengeluaran

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat sepanjang 2025 ditopang oleh ekspor luar negeri yang melonjak 17,16 persen. Impor luar negeri bahkan meningkat lebih tinggi, mencapai 34,15 persen. Namun, perlu dicermati bahwa impor merupakan komponen pengurang dalam perhitungan PDRB, sehingga peningkatan impor tidak serta-merta mencerminkan penguatan ekonomi domestik.

Sementara itu, konsumsi pemerintah masih mengalami kontraksi -2,13 persen, dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi turun -1,83 persen. Di sisi lain, konsumsi rumah tangga tetap tumbuh moderat sebesar 1,65 persen, menjadi penopang utama stabilitas ekonomi daerah.

Pada Triwulan IV-2025, dari sisi pengeluaran, impor luar negeri kembali mencatat pertumbuhan tertinggi dengan lonjakan mencapai 71,00 persen, meskipun tetap berperan sebagai faktor pengurang PDRB.

Posisi Sumatera Barat di Pulau Sumatera

Secara regional, Sumatera Barat menyumbang 6,71 persen terhadap perekonomian Pulau Sumatera dan 1,49 persen terhadap perekonomian nasional. Dari sisi pertumbuhan, Sumatera Barat berada di peringkat ke-9 di antara provinsi-provinsi di Pulau Sumatera.
Pertumbuhan ekonomi tertinggi di wilayah Sumatera dicatat oleh Kepulauan Riau, sementara Aceh menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terendah.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news