F1 GP Spanyol 2026 Dikritik, Madring Disebut Sulit untuk Menyalip

3 hours ago 4

Jumali

Jumali Rabu, 16 September 2026 06:27 WIB

F1 GP Spanyol 2026 Dikritik, Madring Disebut Sulit untuk Menyalip

Ilustrasi balapan Formula 1 - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Sirkuit Madring mendapat sorotan tajam setelah menjadi tuan rumah F1 GP Spanyol 2026. Balapan perdana di trek baru Madrid tersebut dinilai minim aksi saling mendahului hingga Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente menyebutnya sebagai “bencana total”.

F1 GP Spanyol 2026 berlangsung pada Minggu (13/9/2026). Balapan tersebut dimenangi pembalap Mercedes Kimi Antonelli, disusul Max Verstappen dan Lando Norris di posisi kedua serta ketiga.

Namun, hasil akhir tersebut tidak sepenuhnya menutupi persoalan yang muncul sepanjang balapan. Minimnya peluang overtaking di lintasan membuat Madring langsung mendapat kritik dari sejumlah pihak setelah menjalani debutnya sebagai tuan rumah Formula 1.

Menteri Transportasi Spanyol Sebut Madring “Bencana Total”

Kritik paling keras datang dari Oscar Puente. Menteri Transportasi Spanyol tersebut menyampaikan penilaiannya melalui platform X setelah menyaksikan balapan perdana Formula 1 di Madring.

Dilansir dariGPBlog, Puente menilai desain lintasan baru itu membuat aksi menyalip sangat sulit dilakukan. Ia bahkan menggambarkan Madring sebagai “Monako versi 2, namun lebih cepat”.

Menurut Puente, jalannya balapan lebih menyerupai iring-iringan mobil. Perubahan posisi pembalap, menurut penilaiannya, lebih banyak ditentukan strategi daripada duel langsung di lintasan.  

Kritikan tersebut menjadi perhatian karena Madring baru pertama kali digunakan untuk menggelar balapan Formula 1 pada musim 2026. Sirkuit yang berada di kawasan Madrid itu sebelumnya diharapkan menjadi salah satu daya tarik baru dalam kalender F1.

Minim Overtaking Jadi Masalah Utama

Persoalan terbesar yang muncul dari debut Madring adalah terbatasnya kesempatan pembalap untuk melakukan manuver menyalip. Sejumlah pembalap menilai karakter beberapa bagian lintasan membuat pertarungan langsung sulit terjadi.

Max Verstappen bahkan sudah mengungkap keraguannya sebelum balapan berlangsung. Pembalap Red Bull tersebut menilai peluang melakukan overtaking di Madring sangat kecil dan berharap degradasi ban dapat membuka kesempatan untuk mengubah posisi.  

Kekhawatiran itu kemudian terlihat dalam balapan. Lando Norris mampu mempertahankan posisi terdepan pada fase awal, sementara Antonelli dan Verstappen kesulitan mengubah posisi hanya melalui duel di lintasan. Hasil akhir justru banyak dipengaruhi strategi pit stop dan Virtual Safety Car. 

Norris sebenarnya berada dalam posisi kuat untuk meraih kemenangan setelah start dari pole position. Namun, Virtual Safety Car akibat mobil Lance Stroll yang berhenti di lintasan membuat Antonelli dan Verstappen bisa masuk pit pada waktu yang lebih menguntungkan. 

Gabriel Bortoleto Sampai Mengaku Hampir Tertidur

Kritik terhadap kualitas balapan juga datang dari pembalap. Gabriel Bortoleto dari Audi menjadi salah satu pembalap yang memberikan gambaran tentang betapa minimnya aksi di lintasan.

Bortoleto berseloroh bahwa dirinya “hampir tertidur” selama balapan berlangsung. Ia juga menyoroti karakter lintasan yang membuat balapan cukup menguras fisik, termasuk lompatan di tikungan kelima yang harus dilewati berkali-kali.  

Komentar tersebut memperkuat sorotan terhadap Madring setelah GP Spanyol berakhir. Kritik bukan hanya datang dari penonton, tetapi juga dari pembalap yang merasakan langsung karakter sirkuit sepanjang balapan.

Lando Norris juga termasuk pembalap yang mengkritik desain Madring dan menyerukan adanya perubahan agar balapan pada masa mendatang lebih memungkinkan menghadirkan aksi menyalip.

Antonelli Tetap Menang di Debut Madring

\\Di tengah kritik terhadap sirkuit, Kimi Antonelli justru mencatat sejarah sebagai pembalap pertama yang memenangi balapan Formula 1 di Madring. Pembalap Mercedes itu finis 4,351 detik di depan Verstappen, sedangkan Norris berada 0,738 detik di belakang Verstappen. 

Kemenangan tersebut menjadi kemenangan kedelapan Antonelli pada musim F1 2026. Hasil di Madrid juga membuat keunggulannya di klasemen pembalap bertambah menjadi 81 poin atas rekan setimnya, George Russell.  

Menariknya, Antonelli sendiri mengakui bahwa Norris sebenarnya tampil sangat kuat dan layak mendapatkan kemenangan. Namun, strategi dan momentum Virtual Safety Car mengubah jalannya persaingan di posisi terdepan.  

Debut Madring dengan demikian menghadirkan dua cerita yang berbeda. Dari sisi hasil, Antonelli mencatat kemenangan bersejarah dan penyelenggaraan Grand Prix mendapat sambutan besar dengan 353.000 penonton selama akhir pekan. Namun, dari sisi kualitas pertarungan di lintasan, desain sirkuit masih menjadi pekerjaan rumah. 

Kritik tersebut bahkan mulai mengarah pada kemungkinan perubahan tata letak untuk penyelenggaraan berikutnya. Sejumlah pembalap meminta area pengereman dan tikungan tertentu diperbaiki agar Madring memberikan lebih banyak kesempatan overtaking tanpa menghilangkan karakter sirkuit.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news