Rekam Jejak MotoGP Mandalika: Juara Dunia dan Kejutan

3 hours ago 5

 Juara Dunia dan Kejutan

Fermin Aldeguer/Instagram

Harianjogja.com, JOGJA— MotoGP Mandalika 2026 kembali membawa satu pertanyaan menarik: apakah balapan di Pertamina Mandalika International Circuit akan dimenangi pembalap yang sedang berada dalam perebutan gelar juara dunia atau justru melahirkan kejutan baru?

Pertamina Grand Prix of Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026. Sejak MotoGP Mandalika pertama kali digelar pada 2022, empat edisi balapan telah menghasilkan pola yang cukup menarik: dua kemenangan datang dari pembalap yang kemudian menjadi juara dunia pada musim tersebut, sedangkan dua lainnya menjadi milik pembalap yang memberikan kejutan.

Rekam jejak tersebut membuat balapan MotoGP di Mandalika memiliki cerita tersendiri. Empat nama yang pernah berdiri di podium tertinggi adalah Miguel Oliveira pada 2022, Francesco Bagnaia pada 2023, Jorge Martin pada 2024, dan Fermin Aldeguer pada 2025.

2022: Miguel Oliveira Buka Rekor dengan Kejutan

Edisi perdana MotoGP Mandalika pada 2022 langsung menghadirkan hasil di luar perkiraan. Miguel Oliveira keluar sebagai pemenang dalam balapan basah di Lombok dan mencatat kemenangan keempatnya di kelas premier.

Kemenangan tersebut menjadi salah satu momen penting Oliveira pada musim itu. Setelah Mandalika, pembalap Portugal tersebut hanya sekali lagi meraih kemenangan Grand Prix pada 2022, yakni ketika menjadi yang tercepat di MotoGP Thailand.

MotoGP mencatat Oliveira tampil sangat kuat dalam kondisi hujan di Mandalika. Ia finis di depan Fabio Quartararo dan Johann Zarco untuk meraih kemenangan pada balapan MotoGP pertama di sirkuit tersebut.

2023: Mandalika Jadi Titik Balik Bagnaia

Setahun kemudian, situasinya berubah. Francesco Bagnaia memanfaatkan kegagalan Jorge Martin finis untuk merebut kembali posisi teratas klasemen MotoGP 2023.

Bagnaia datang ke Mandalika sebagai juara dunia bertahan dan menghadapi tekanan besar dari Martin. Ketika Martin yang sedang memimpin balapan terjatuh, Bagnaia justru berhasil bangkit dari posisi start ke-13 untuk merebut kemenangan.

Tambahan 25 poin membuat koleksi Bagnaia menjadi 346 poin. Ia kembali berada di puncak klasemen dengan keunggulan 18 poin atas Martin yang mengoleksi 328 poin.

Momentum dari Mandalika kemudian terus mengiringi perjalanan Bagnaia menuju akhir musim. Ia akhirnya mempertahankan gelar juara dunia MotoGP 2023 dengan 467 poin, unggul 39 poin atas Martin.

Dengan demikian, Mandalika 2023 bukan sekadar tempat Bagnaia meraih kemenangan. Balapan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam persaingan gelar dunia yang kembali dimenanginya.

2024: Jorge Martin Membalas dan Memperlebar Keunggulan

Pola tersebut kembali terjadi pada 2024, tetapi kali ini giliran Jorge Martin yang menjadi pemenang. Martin mengamankan kemenangan balapan Grand Prix di Mandalika setelah sebelumnya mengalami kegagalan pada dua edisi MotoGP Indonesia.

Kemenangan itu memberinya tambahan 25 poin dan memperlebar keunggulan atas Francesco Bagnaia dari 12 menjadi 21 poin. Bagnaia sendiri finis ketiga di belakang Martin dan Pedro Acosta.

Hasil di Mandalika menjadi bagian dari perjalanan Martin menuju gelar juara dunia 2024. Pada akhir musim, ia berhasil mempertahankan keunggulannya atas Bagnaia dan merebut mahkota MotoGP.

Dengan kata lain, dua edisi beruntun pada 2023 dan 2024 sama-sama menunjukkan betapa pentingnya Mandalika bagi perebutan gelar. Bagnaia dan Martin menjadi pemenang di Lombok sebelum masing-masing mengakhiri musim sebagai juara dunia.

2025: Fermin Aldeguer Hadirkan Kejutan Lagi

Namun, pola juara dunia tersebut terputus pada 2025. Fermin Aldeguer justru mencuri perhatian dengan meraih kemenangan perdana di kelas MotoGP pada GP Indonesia.

Aldeguer tampil dominan dan finis hampir tujuh detik di depan Pedro Acosta. Alex Marquez melengkapi podium di posisi ketiga. Kemenangan tersebut menjadi kemenangan pertama Aldeguer di kelas premier sekaligus membuatnya menjadi pembalap termuda kedua yang pernah memenangi balapan MotoGP.

Hasil tersebut semakin menarik karena balapan berlangsung penuh drama. Marc Marquez dan Marco Bezzecchi mengalami kecelakaan pada lap pertama, sedangkan Bagnaia juga gagal menyelesaikan balapan setelah terjatuh pada lap kesembilan.

Sebelum menang di Mandalika, Aldeguer baru dua kali naik podium pada musim tersebut, yakni finis ketiga di MotoGP Prancis dan runner-up di MotoGP Austria. Karena itu, kemenangan di Indonesia menjadi kejutan besar sekaligus tonggak pertama dalam kariernya di kelas MotoGP.

Mandalika 2026 Akan Mengulang Pola yang Mana?

Empat edisi MotoGP Mandalika memperlihatkan dua pola yang silih berganti. Pada 2022 dan 2025, Oliveira serta Aldeguer memberikan kejutan, sedangkan Bagnaia pada 2023 dan Martin pada 2024 menjadikan Mandalika sebagai bagian penting dalam perjalanan mereka menuju gelar juara dunia.

Catatan tersebut membuat edisi 2026 menarik untuk dinantikan. Balapan di Lombok bukan hanya soal siapa yang paling cepat mencapai garis finis, tetapi juga berpotensi memengaruhi persaingan di klasemen MotoGP pada fase penting musim.

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 akan berlangsung pada 9–11 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit. Rekam jejak empat edisi sebelumnya menyisakan dua kemungkinan yang sama menariknya bagi penonton: kembali melihat pembalap yang kemudian mengangkat trofi juara dunia atau menyaksikan nama baru menciptakan kejutan di Mandalika.

Daftar Pemenang MotoGP Mandalika

• 2022: Miguel Oliveira

• 2023: Francesco Bagnaia

• 2024: Jorge Martin

• 2025: Fermin Aldeguer

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news